News

/

Latest News

121 Mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi & 8 Mahasiswa Program Studi Higiene Gigi FKG UGM, Dinyatakan Lulus Pada Yudisium Periode Januari 2026

FKG UGM kembali menggelar yudisium pada Januari 2026 dengan meluluskan 121 mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi (PDG) & 8 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Gigi (PSHG) Prosesi akademik ini bukan sekadar menjadi penanda kelulusan administratif, melainkan juga ruang refleksi institusional terhadap kualitas lulusan, tantangan pendidikan profesi, serta kesiapan mental mahasiswa memasuki fase klinik yang lebih kompleks.

Dalam forum resmi yudisium ini, Wakil Dekan Bidang Akademik FKG UGM Prof. Dr. drg. Rosa Amalia, M.Kes menegaskan bahwa seluruh peserta dinyatakan lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3,00, tanpa satu pun mahasiswa berada di bawah standar mutu akademik. IPK tertinggi tercatat mencapai 3,98 daraih oleh Della Purnama proses pembelajaran dan konsistensi akademik mahasiswa berjalan sinergis.

Namun, pesan utama yang mengemuka dalam yudisium kali ini tidak berhenti pada angka dan capaian statistik. Fakultas secara terbuka mengingatkan para lulusan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah yudisium, khususnya ketika memasuki pendidikan profesi dan praktik klinik langsung dengan pasien.

“Setelah lulus S1 dan masuk profesi, kalian bukan mahasiswa baru. Ilmu yang sudah diperoleh tidak boleh hilang begitu saja ketika berhadapan dengan pasien,” tegas salah satu pimpinan akademik dalam sambutannya. Pernyataan ini merefleksikan kekhawatiran institusi terhadap fenomena academic disconnect, yakni terputusnya pemahaman teoritis saat mahasiswa beralih ke dunia klinik.

Selain kompetensi akademik, fakultas juga secara eksplisit menyoroti aspek kecerdasan emosional dan spiritual sebagai fondasi penting bagi calon dokter gigi. Tekanan akademik, dinamika relasi dengan dosen pembimbing, hingga realitas pelayanan kesehatan disebut sebagai faktor yang kerap memicu kelelahan mental mahasiswa. Oleh karena itu, fakultas membuka ruang komunikasi dan pendampingan sebagai bagian dari tanggung jawab institusional.

“Kami membuka pintu untuk berdiskusi, bukan hanya soal akademik, tetapi juga persoalan pribadi yang berdampak pada studi,” papar Dr. drg. Alma Linggar Jonarta, M.Kes. Pernyataan ini menandai pendekatan pendidikan yang semakin menempatkan kesehatan mental mahasiswa sebagai isu strategis, bukan sekadar persoalan individual.

Perwakilan mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi, Della Purnama yang telah diyudisium menyampaikan apresiasi atas proses pembimbingan selama masa studi sarjana. Dalam pernyataannya, mahasiswa menegaskan bahwa fakultas tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan etika profesi. Mereka menyatakan kesiapan untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh serta menjaga nama baik almamater dalam pendidikan profesi dan praktik ke depan.

Yudisium Januari 2026 ini menjadi potret konsistensi Fakultas Kedokteran Gigi dalam menjaga standar kelulusan, sekaligus sinyal kuat bahwa kompetensi dokter gigi masa depan tidak cukup diukur dari IPK semata, melainkan dari integritas ilmu, ketahanan mental, dan kemampuan bekerja dalam tim pelayanan kesehatan.

Dengan target kelulusan profesi yang utuh, fakultas menegaskan komitmennya untuk mengawal mahasiswa hingga tuntas, tanpa mengabaikan kualitas, etika, dan tanggung jawab sosial profesi dokter gigi di tengah tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.

Reporter & Fotografi : Andri Wicaksono

Tags

Share News

Related News
20 January 2026

PPDGS Radiologi Kedokteran Gigi FKG UGM, Seleksi Angkatan Pertama Calon Radiolog Kedokteran Gigi

13 January 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan Studi Banding FKG UNISULA, Bahas Rencana Pendirian Prodi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

12 January 2026

Dies Natalis ke-78 FKG UGM: Dari Jalan Sehat hingga Transformasi Kesehatan Gigi Berbasis Sociopreneurship

en_US