Berita

/

Artikel, Berita Terbaru, SDG 10, SDG 17, SDG 3, SDG 4, SDG 5, SDG 9

Zat Antiresorpsi sebagai Pelindung Tulang Cangkok pada Rekonstruksi Rahang

Seorang perempuan berusia 23 tahun datang ke Instalasi Bedah Mulut RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dengan keluhan pipi kanan yang membesar. Tidak ada rasa nyeri, hanya mati rasa di bibir bawah sebelah kanan. Pemeriksaan panoramik menunjukkan gambaran radiolusen seperti “awan asap” yang membentang dari korpus hingga ramus mandibula kanan. Hasil pemeriksaan patologi anatomi menyimpulkan: ossifying fibroma, tumor jinak berserat yang dikenal lambat tumbuh namun terus meluas, mengikis lapisan kortikal tulang dari dalam.

Penanganan yang dipilih bukan sekadar pengangkatan tumor. Tim bedah dari Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG Universitas Gadjah Mada, yang melibatkan drg. Cahya Yustisia Hasan, Sp.BM., melakukan hemimandibulektomi kanan, lalu segera merekonstruksi rahang menggunakan cangkok tulang iliak non-vaskularisasi yang dikombinasikan dengan satu pendekatan yang belum banyak dilaporkan pada pasien manusia: aplikasi lokal bisfosfonat.

Rahang yang Harus Dibangun Ulang

Mandibula bukan sekadar tulang. Ia menopang bicara, pengunyahan, dan bentuk wajah seseorang. Ketika harus direseksi akibat tumor, cacat yang ditinggalkan tidak hanya bersifat anatomis, tetapi juga merusak kualitas hidup secara luas.

Rekonstruksi mandibula dengan cangkok tulang iliak autogen non-vaskularisasi memiliki keunggulan tersendiri: tersedia dalam jumlah besar, morbiditas donor relatif rendah, tidak membutuhkan keterampilan bedah mikrovaskular, dan dua tim bedah bisa bekerja bersamaan. Namun ada kelemahan yang selama ini menjadi tantangan: tulang iliak rentan terhadap resorpsi berlebihan, terutama pada defek lebih dari 6 sentimeter, karena asal usulnya dari tulang endokondral dengan morfologi kortiko-kanselous.

Di sinilah bisfosfonat masuk sebagai solusi biokimiawi.

Tiga Menit yang Menentukan

Sebelum dipasang ke pelat rekonstruksi, cangkok tulang iliak berukuran 3 cm x 5 cm x 1,5 cm direndam dalam larutan zoledronate (nama dagang: Zometa) dengan konsentrasi 0,005 mg/ml selama tiga menit, kemudian dibilas dengan larutan salin normal selama tiga menit. Prosedur sederhana itu, yang secara teknis tidak menambah durasi operasi secara bermakna, menjadi inti dari penelitian ini.

Bisfosfonat bekerja dengan menghambat enzim farnesil difosfat sintetase, yang pada akhirnya memicu apoptosis dini sel osteoklas, sel yang bertanggung jawab atas resorpsi tulang. Dengan menekan aktivitas osteoklas secara lokal pada permukaan cangkok, resorpsi prematur dapat dicegah sebelum osteogenesis sempat berlangsung.

“Aplikasi lokal bisfosfonat pada cangkok tulang iliak terbukti menghambat resorpsi tulang prematur dan meningkatkan osteogenesis di sepanjang permukaan cangkok serta osteointegrasinya.”

Pernyataan ini menjadi kesimpulan yang dituangkan dalam artikel ilmiah bertajuk Local Application of Biphosphonate as a Biochemical Barrier Against Bone Graft Resorption in Mandibular Reconstruction, yang diterbitkan dalam Journal of Dentomaxillofacial Science edisi April 2021 oleh Romzi Hanif, Cahya Y. Hasan, Rahardjo, dan Muhammad M. Rahmat.

Dari Minggu ke Minggu, Tulang Terbentuk

Pasien menjalani perawatan rawat inap selama empat hari pascaoperasi. Fiksasi intermaksila dipasang dan dipertahankan selama enam minggu. Evaluasi klinis pada minggu keenam setelah pelepasan fiksasi intermaksila tidak menunjukkan dehisens maupun tanda infeksi intraoral maupun ekstraoral. Oklusi sisi kiri terbentuk dengan baik.

Evaluasi radiografis pada minggu ke-12 dan ke-24 pascaoperasi memperlihatkan pelat rekonstruksi terpasang dengan baik di mandibula kanan, dengan gambaran cangkok di sepanjang pelat dan resorpsi minimal. Pada minggu ke-36, hasil yang ditunggu akhirnya tampak: tanda-tanda osteointegrasinya antara tulang mandibula dan cangkok di area distal gigi 43, sekaligus tanda osteogenesis yang nyata di sepanjang permukaan cangkok.

Tidak ada tanda resorpsi masif. Tidak ada komplikasi jaringan lunak maupun keras di sekitar area cangkok.

Jendela Kecil Menuju Praktik yang Lebih Luas

Penelitian pada manusia mengenai aplikasi lokal bisfosfonat masih sangat terbatas. Sebagian besar data sebelumnya berasal dari studi hewan coba, dengan beberapa laporan pada bedah revisi panggul menggunakan allograft yang direndam dalam disodium clodronate. Laporan kasus dari FKG UGM ini menjadi salah satu dari sedikit dokumentasi klinis pada rekonstruksi mandibula manusia.

Keunggulan pendekatan lokal dibandingkan sistemik terletak pada minimnya risiko efek samping sistemik. Bisfosfonat yang diaplikasikan secara topikal diserap terutama oleh tulang yang berkontak langsung, sehingga hanya sejumlah kecil yang masuk ke sirkulasi. Ini berbeda dengan konsumsi bisfosfonat oral atau intravena jangka panjang yang berisiko menimbulkan osteonekrosis rahang.

Ossifying fibroma sendiri lebih sering menyerang perempuan muda, dan penanganannya pada lesi besar memang memerlukan reseksi radikal beserta rekonstruksi. Kasus ini mencerminkan kondisi yang tidak jarang ditemui di klinik bedah mulut dan maksilofasial, menjadikan temuan ini relevan secara praktis.

Satu kasus, 36 minggu pemantauan, dan satu prosedur perendaman tiga menit. Dalam dunia rekonstruksi rahang, kadang perbedaan antara cangkok yang bertahan dan yang gagal bisa dimulai dari detail sekecil itu.

Sumber DOI : 10.15562/jdmfs.v6i1.929

Penulis : Nanda Ayu , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.

Foto : Freepik

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
14 Juli 2026

Scaffolding Masa Depan: Ketika Implan Bisa Melawan Infeksi Sendiri

14 Juli 2026

Menyelamatkan Saraf di Balik Rahang yang Tumbuh Liar

14 Juli 2026

Benjolan di Mulut yang Tak Diketahui Asalnya: Kisah Dua Pasien dan Pentingnya Diagnosis Histopatologi

id_ID