Berita

/

Artikel, Berita Terbaru

Siapkan Dokter Gigi Masa Depan yang Unggul dan Berteknologi FKG UGM Gelar Pembekalan Materi TDPKG untuk Mahasiswa Profesi

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) kembali menunjukkan komitmen berkelanjutannya dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kesiapan klinis para calon dokter gigi.Bertempat di Gedung Lab CBT Gedung DLC Lantai 5, FKG UGM secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Materi Tatalaksana dan Praktik Dokter Gigi (TDPKG) bagi 18 mahasiswa profesi (dokter muda) Angkatan 92 pada Rabu (2/26). Pembekalan ini dirancang secara komprehensif sebagai langkah krusial dalam membekali mahasiswa profesi sebelum memasuki fase evaluasi klinis dan ujian kualifikasi nasional.

Mata kuliah TDPKG merupakan pembaharuan kurikulum yang secara khusus dialokasikan pada fase junior profesi. Langkah ini diambil setelah melalui proses evaluasi kurikulum yang mendalam guna memastikan bahwa setiap mahasiswa profesi memiliki pijakan teori klinis, keterampilan praktis, hingga wawasan etika yang kuat sejak dini. Pada pembekalan ini, para dokter muda mendapatkan materi integratif yang mencakup lima pilar utama kedokteran gigi modern yaitu Penanganan Kegawatdaruratan Dental (Emergency Dental), Farmakologi Klinik Terapan, Pemindaian dan Pencetakan Digital (Digital Impression), Fotografi Dental Penunjang Diagnosis, serta Etika dan Komunikasi Kedokteran Gigi.

Dalam pembukaannya, drg. Mohammad Fadyl Yunizar, MPH., Ph.D., yang bertindak sebagai pengampu materi Pencetakan Digital sekaligus koordinator acara, menyampaikan bahwa keberadaan mata kuliah TDPKG di fase junior sangat penting untuk menjembatani transisi dari pendidikan akademik S1 menuju praktik klinis nyata.Perubahan struktur kurikulum yang kini memfokuskan lima pilar utama di fase junior diharapkan dapat menyelaraskan pemahaman mahasiswa profesi terhadap standar pelayanan klinis terkini.

Salah satu fokus utama dalam pembekalan ini adalah penguasaan teknologi digital dalam pencetakan gigi (digital impression) drg. Fadyl memaparkan bagaimana dunia kedokteran gigi internasional telah bertransisi pesat dari metode konvensional berbasis bahan cetak menuju pemindaian digital berbasis Intraoral Scanner (IOS) dan pemrosesan CAD/CAM.Penguasaan teknologi ini dinilai vital agar lulusan FKG UGM mampu bersaing secara global dan tidak canggung saat berpraktik di fasilitas kesehatan modern, baik di klinik utama maupun rumah sakit besar.

“Perkembangan teknologi kedokteran gigi bergerak sangat cepat. Di negara-negara maju, pemindaian digital sudah menjadi standar pelayanan sehari-hari. Di Indonesia, sebagai negara berkembang, kita terus bergerak ke arah sana. Melalui materi ini, kita tidak hanya memberikan konsep teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis langsung (hands-on) pemindaian IOS antar sesama mahasiswa. Dengan demikian, ketika lulus kelak, para dokter muda UGM sudah memiliki pemahaman prinsip dan keterampilan teknis yang mumpuni,” jelas drg. Fadyl.

Lebih jauh, drg. Fadyl memaparkan materi teknis mengenai integrasi pencetakan digital dengan metode konvensional (hybrid workflow). Dalam kasus-kasus klinis tertentu, seperti pembuatan Gigi Tiruan Lengkap (GTL) pada pasien yang mengalami resorpsi tulang alveolar berat, penggunaan teknologi digital murni memiliki keterbatasan dalam mencatat tepi mukodinamik. Oleh karena itu, penerapan teknik kombinasi menjadi solusinya.

Dalam sesi presentasi klinisnya, drg. Fadyl memperlihatkan analisis kasus kompleks pada pasien yang mengalami hilangnya seluruh tulang alveolar mandibula hingga hanya menyisakan basis mandibula. Dalam kondisi ekstrem seperti ini, retensi gigi tiruan konvensional sangat sulit dicapai. Solusi medis terbaik adalah pemasangan implan terpandu (guided implant placement). Melalui penggabungan data pemindaian Intraoral Scanner (IOS) dengan data Cone Beam Computed Tomography (CBCT) atau prosthetic-driven to implant, letak implan dapat direncanakan dengan presisi tinggi agar tidak mengganggu kanalis mandibularis (Nervus Alveolaris Inferior).

“Semua pasien GTL kalian akan kembali merasa 10 tahun lebih muda ketika kalian berhasil memasangkan gigi tiruannya dengan tepat. Prosesnya memang panjang dan membutuhkan kesabaran ekstra, tetapi melihat senyum, fungsi kunyah, dan kualitas hidup pasien kembali terulur adalah pencapaian tertinggi serta kepuasan batin seorang dokter gigi.” Tambah drg.Fadyl

Rangkaian kegiatan TDPKG ini akan berlanjut dengan sesi praktik laboratorium (skill lab) yang dijadwalkan pada 14 hingga 18 September 2026 di berbagai laboratorium terpadu UGM, termasuk Laboratorium RLC Lantai 3 dan Ruang ABC. Seluruh progres capaian mahasiswa akan terpantau secara terintegrasi melalui aplikasi sistem informasi manajemen akademik SIMASPRO, sehingga setiap tahapan klinis terdokumentasi dengan transparan dan akuntabel. Seluruh tahapan pembelajaran ini diproyeksikan rampung sebelum pelaksanaan ujian evaluasi akhir pada awal November 2026.

Melalui pembekalan TDPKG yang komprehensif ini, FKG UGM menegaskan komitmennya untuk tidak hanya melahirkan dokter gigi yang handal secara teknis klinis, tetapi juga memiliki kepekaan etis, empati yang tinggi, serta adaptif terhadap perkembangan sains dan teknologi di era transformasi digital.

(Redaksi: Andri Wicaksono, Nanda,Foto: Anisa)

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
7 September 2026

FKG UGM Gelar Pembekalan Klinik Ortodonsia Angkatan 92 Dorong Ketepatan Kelulusan dan Standar Pelayanan Profesional

7 September 2026

Pembekalan Koas BM FKG UGM Tekankan Kepatuhan Prosedur Medis dan Semangat Kebersamaan

7 September 2026

Pembekalan Koas Periodonsia FKG UGM Tekankan Kedisiplinan, Kepatuhan Prosedur, dan Etika Pelayanan Pasien