Berita

/

Artikel, Berita Terbaru, SDG 10, SDG 17, SDG 3, SDG 4, SDG 9

Sepuluh Hari yang Mengubah Lintasan Minum Bayi Prematur

Bayi yang lahir terlalu cepat tidak hanya berjuang untuk bernapas. Mereka juga berjuang untuk menelan. Koordinasi antara mengisap, menelan, dan bernapas baru matang sekitar usia kehamilan 32 hingga 34 minggu, sehingga bayi prematur yang lahir sebelum tonggak itu sering kali harus bergantung pada selang nasogastrik berminggu-minggu sebelum bisa minum sendiri. Pertanyaannya: apakah ada cara untuk mempercepat kematangan itu?

Sebuah penelitian terbaru dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada menawarkan jawaban yang cukup meyakinkan. Systematic review dan meta-analisis yang dipublikasikan di BMC Pediatrics (2026) ini menyimpulkan bahwa intervensi motor oral terstruktur, khususnya protokol bernama Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI), secara konsisten membantu bayi prematur mencapai kemampuan minum mandiri lebih cepat dibanding perawatan standar saja.

Penelitian ini merupakan karya kolaboratif drg. Putri Kusuma Wardani Mahendra, M.Kes., Sp.KGA., bersama Rina Febriani Puspitasari dan dr. Anrizandy Narwidina dari Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak FKG UGM.

Stimulasi Kecil, Dampak Besar di Ruang NICU

PIOMI bukan prosedur rumit. Protokol ini melibatkan sentuhan taktil dan proprioseptif terstruktur pada area oral dan perioral bayi, dirancang khusus sesuai karakteristik anatomi dan neurodevelopmental bayi prematur. Sesi berlangsung singkat, biasanya 15 menit per hari, selama 7 hingga 14 hari, dan dilakukan oleh perawat neonatal, terapis wicara, atau terapis okupasi terlatih.

Tim peneliti menelusuri literatur dari PubMed, Cochrane Library, dan Google Scholar, menyaring 62 artikel yang terbit antara 2014 dan 2024. Setelah seleksi ketat menggunakan panduan PRISMA 2020, sepuluh randomized controlled trial (RCT) lolos kriteria inklusi, semuanya melibatkan bayi prematur di unit perawatan neonatal intensif.

Hasilnya cukup mencolok. Pada analisis yang hanya melibatkan studi dengan risiko bias rendah, PIOMI menunjukkan perbedaan rata-rata pengurangan waktu mencapai minum oral penuh sebesar hampir 10 hari dibanding perawatan standar (mean difference = −9,90; 95% CI: −16,78 hingga −3,02; p = 0,005). Pada analisis lain yang menggabungkan semua studi, efeknya masih terlihat meski dengan heterogenitas yang lebih besar.

“Intervensi motor oral terbukti secara klinis relevan dalam meningkatkan kesiapan minum, koordinasi mengisap-menelan, efisiensi minum, dan pencapaian minum oral penuh yang lebih awal dibanding perawatan rutin.” — Puspitasari, Mahendra, dan Narwidina, BMC Pediatrics (2026)

Lebih dari Sekadar Bisa Minum

Mengapa ini urusan kedokteran gigi anak? Jawabannya terletak pada fondasi fungsional orofasial yang dibangun sejak hari-hari pertama kehidupan.

Otot-otot orofasial bukan sekadar alat makan. Mereka membentuk keseimbangan biomekanikal yang memengaruhi stabilitas kraniofasial jangka panjang, postur bibir, oklusi fungsional, bahkan risiko gangguan sendi temporomandibular di kemudian hari. Konsep triangular force dalam ortodonti menjelaskan bagaimana distribusi gaya otot yang seimbang pada gigi, tulang alveolar, dan jaringan lunak sekitarnya menentukan stabilitas struktural wajah.

Bayi prematur yang mengalami keterlambatan koordinasi oral bukan hanya berisiko lama dirawat di rumah sakit. Mereka juga berpotensi mengembangkan pola oral disfungsional seperti tongue thrusting dan mouth breathing yang, bila tidak ditangani, dapat mengganggu perkembangan orofasial normal. Intervensi motor oral di masa neonatal karenanya bukan hanya tentang minum hari ini, melainkan tentang arsitektur fungsional wajah anak bertahun-tahun ke depan.

Pada usia 3 hingga 6 tahun, anak-anak seharusnya sudah mencapai kontrol motor orofasial yang mendekati orang dewasa, memungkinkan mereka makan berbagai tekstur, berbicara dengan jelas, dan bernapas dengan benar. Perkembangan ini dimulai dari refleks mengisap di ruang NICU.

Bukti yang Kuat, dengan Catatan Penting

Para peneliti tidak menutup-nutupi keterbatasan temuan mereka. Dari 10 RCT yang dianalisis, tiga dinilai memiliki risiko bias rendah, dua menimbulkan sejumlah kekhawatiran, dan lima memiliki risiko bias tinggi. Sumber bias terbesar adalah sulitnya melakukan blinding pada intervensi non-farmakologis seperti ini, karena pemberi perawatan dan pengasuh sudah pasti tahu intervensi apa yang diberikan.

Tingkat kepastian bukti (GRADE) untuk hasil minum oral dinilai moderat. Untuk efisiensi minum dan kesiapan minum, buktinya masih terbatas pada satu RCT masing-masing, sehingga generalisasinya perlu hati-hati.

Namun justru di sini letak kekuatan sistematis review ini: dengan mengikuti protokol PROSPERO yang terdaftar prospektif, menggunakan Cochrane RoB 2.0 untuk penilaian bias, dan mematuhi PRISMA 2020 secara ketat, tim peneliti FKG UGM membangun argumen berbasis bukti yang metodologis, bukan sekadar narasi optimis.

Dari perspektif sistem kesehatan, implikasinya nyata. Keterlambatan mencapai minum oral mandiri adalah penyumbang utama lamanya rawat inap di NICU, peningkatan biaya perawatan, dan beban psikologis pada orang tua. Intervensi yang non-invasif, berbiaya rendah, dan dapat diimplementasikan dengan pelatihan yang relatif singkat seperti PIOMI memiliki potensi skalabilitas yang tinggi, terutama di negara berkembang dengan sumber daya terbatas.

Setiap hari yang bisa dipercepat dari selang menuju botol atau payudara adalah satu hari lebih awal seorang bayi mulai membangun dunianya sendiri, dengan mulutnya yang mungil, yang ternyata sedang melatih jauh lebih banyak hal dari sekadar menelan.

Sumber DOI : https://doi.org/10.1186/s12887-026-06905-4

Penulis : Nanda Ayu , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.

Foto : Pexels

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
16 Juli 2026

Hipertensi Menghantui Perempuan Menopause: Apa yang Sesungguhnya Terjadi di Balik Lonjakan Tekanan Darah?

16 Juli 2026

Bakteri Penyebab Periodontitis Ditemukan di 95% Jaringan Kanker Lidah Stadium Dini

16 Juli 2026

Bakteri Mulut Biasa yang Bisa Memicu Abses Hati: Dua Obat Lama Ini Ternyata Mampu Memblokirnya

id_ID