Berita

/

Berita Terbaru

Sambut Ramadan, FKG UGM Gelar Pengajian Rutin untuk Sivitas Akademika

Upaya Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) membekali sivitas akademika dalam menyambut bulan suci Ramadan dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara profesionalisme di tempat kerja dan ibadah. Hal tersebut disampaikan oleh Saijan, S.Ag., M.Pd. dalam pengajian rutin yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Islam (FKI) pada Selasa, 4 Februari 2026

Mula-mula Ustaz Saijan mengatakan bahwa kesiapan menjalani ibadah puasa perlu dimulai dari pengelolaan kesehatan, salah satunya dengan menjaga pola makan sahur yang proporsional agar tubuh tetap bugar dan produktif selama menjalankan aktivitas kerja.

Kemudian dirinya menyebut pentingnya menjaga etika komunikasi dan pergaulan di lingkungan kerja. Menjaga lisan dari ucapan yang tidak pantas, menghindari perilaku yang kurang bermanfaat, serta menjauhi kebiasaan membicarakan keburukan orang lain merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas ibadah puasa.

“Apalagi di era media sosial, kita harus memiliki kendali atas apa yang kita tonton. Bijaklah dalam mengonsumsi konten media sosial agar tidak mengurangi nilai ibadah,” ujarnya.

Untuk mengoptimalkan ibadah di tengah kesibukan kerja, Saijan mendorong sivitas akademika FKG UGM menyusun jadwal harian yang seimbang antara kewajiban di kantor dan ibadah. Pemanfaatan waktu istirahat untuk kegiatan bernilai ibadah dapat membuat aktivitas selama Ramadan menjadi lebih bermakna.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, yang hadir secara daring, mengatakan pentingnya kesadaran memaknai waktu. Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum refleksi agar sivitas akademika tidak hanya fokus pada rutinitas kerja, tetapi juga memperkuat aspek spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Dekan Suryono juga mengingatkan derasnya arus informasi di media sosial dan perkembangan kecerdasan buatan sehingga harus dapat disikapi untuk melakukan tabayyun terhadap informasi yang diterima, serta tetap menjaga cara berpikir kritis. “Maksudnya adalah kita dapat mencari tahu lebih dalam mengenai informasi tersebut sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” ucapnya.

“Saya harap forum seperti ini menjadi ruang penguatan nilai keislaman sekaligus penyeimbang agar profesionalisme kerja tetap berjalan seiring dengan integritas moral dan spiritual, khususnya selama bulan Ramadan,” pungkas Dekan Suryono.

Penulis dan Juru Foto: Fajar Budi Harsakti

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
4 Februari 2026

Dokter Ada, Layanan Kesehatan Tak Meluas: Rona Pendidikan Dokter Spesialis & Politik Distribusi Kesehatan

4 Februari 2026

Tantangan Pendidikan Kedokteran Gigi di Tengah Gelombang Sociopreneurship & Generasi Digital

4 Februari 2026

Entry Exam Jadi Quality Control untuk Mahasiswa sebelum Masuk Fase Klinik

id_ID