Berita

/

Berita Terbaru

Mulai Mei 2026, UGM Digitalisasi Pantauan Sampah Lewat Teknologi IoT

Mulai Mei 2026 mendatang, sistem pemantauan sampah di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) akan beralih ke sistem digital berbasis Internet of Things (IoT). Rencana digitalisasi ini disampaikan oleh Yakub Fahim Luckyarno, S.T., M.Eng dalam sosialisasi daring Pengoperasian dan Pemeliharaan Timbangan Sampah IoT yang digelar pada Rabu (29/4).

Dalam paparannya, Yakub menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan setiap data sampah terekam secara real-time. “Data tersebut nantinya digunakan untuk pemantauan, evaluasi, hingga perencanaan kebijakan pengelolaan sampah secara digital melalui dashboard analitik,” ujarnya.

Cara kerja alat ini cukup praktis namun akurat. Sampah terlebih dahulu dipilah ke dalam empat kategori: organik, anorganik (daur ulang), residu, dan sampah sapuan. Setelah ditimbang sesuai kategori, perangkat IoT akan langsung mengirimkan data volume sampah ke sistem cloud. Keunggulan lainnya, data tetap akan tersimpan aman di dalam alat meskipun terjadi gangguan daya atau listrik padam.

Implementasi teknologi ini merupakan langkah konkrit UGM dalam memperkuat posisi sebagai kampus berkelanjutan. Ketua Tim Kerja Bidang Reputasi Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas UGM, Dr. Agr. Evita Hanie Pangaribowo, S.E., M.IDEC., menekankan bahwa keterlibatan aktif setiap unit kerja melalui penimbangan mandiri sangat krusial bagi capaian Sustainable Campus Action (SCA).

Melalui optimalisasi pengelolaan sampah berbasis data ini, diharapkan setiap fakultas dan unit kerja dapat berkontribusi lebih terukur dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di lingkungan universitas.

Implementasi di FKG UGM
Saat ini, perangkat timbangan IoT tersebut telah terdistribusi ke berbagai unit kerja dan fakultas, termasuk FKG UGM. Sebagai langkah awal, petugas di lingkungan FKG UGM akan segera melakukan uji coba pengoperasian alat guna memastikan kesiapan teknis sebelum operasional penuh di bulan Mei.

Menariknya, sistem ini juga mengatur alur pengangkutan sampah melalui menu “Sampah Masuk” dan “Sampah Keluar”. Sampah yang telah ditimbang dan akan diangkut oleh truk sampah resmi UGM dikategorikan sebagai “Sampah Masuk”. Sementara itu, bagi unit kerja yang memiliki kerja sama dengan pihak ketiga, tersedia menu “Sampah Keluar” untuk mencatat residu yang diangkut oleh vendor penyedia jasa angkut sampah.

Penulis: Fajar Budi Harsakti
Foto: Fajar Budi Harsakti

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
28 April 2026

FKG UGM Berikan Layanan Gigi Gratis untuk 70 Warga di Kawasan Pantai Baron

27 April 2026

Tinjau Pelaksanaan UTBK 2026, Rektor UGM Apresiasi Kesiapan Infrastruktur di FKG UGM

22 April 2026

Transformasi Digital UGM, Sinergikan Teknologi Informasi dengan Fungsi Jurnalisme Kehumasan

id_ID