Berita

/

Artikel, Berita Terbaru

Ketika Kontrasepsi Hormonal Mengubah Lapisan Terdalam Mulut

Sebuah usapan kecil pada pipi bagian dalam — itulah yang diperlukan para peneliti dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada untuk mengungkap sesuatu yang selama ini luput dari perhatian: kontrasepsi hormonal, baik pil maupun suntik, ternyata mengubah ekspresi protein struktural pada sel-sel epitel mukosa mulut.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of International Oral Health (2020) ini dipimpin oleh Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO. dari Departemen Biologi Oral FKG UGM. Bersama Aurita S. Rahmawati, ia merekrut 30 perempuan sehat berusia 20–35 tahun dari wilayah Bantul, Yogyakarta, dan membaginya ke dalam tiga kelompok: pengguna pil kontrasepsi, pengguna kontrasepsi suntik, dan kelompok kontrol yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal.

Apa yang Tersembunyi di Balik Sel Pipi

Sel-sel epitel buccal — lapisan terdalam mukosa pipi — diambil menggunakan cytobrush, lalu diwarnai dengan dua metode: pewarnaan Papanicolaou untuk melihat kematangan sel, dan imunositokomia untuk mengamati ekspresi sitokeratin 5 (CK5), protein filamen intermediet yang menjadi penanda sel-sel basal epitel.

Hasilnya mengejutkan. Ekspresi CK5 tertinggi ditemukan pada pengguna kontrasepsi suntik, diikuti pengguna pil, lalu kelompok kontrol — dengan perbedaan yang secara statistik signifikan (P < 0,05). Lebih jauh, korelasi Pearson antara jumlah sel basal dan ekspresi CK5 mencapai 0,945, menandakan hubungan yang amat kuat antara kematangan sel epitel dan kadar protein ini.

“Hormonal contraception may increase the expression of CK5 in the epithelial oral cell, and there is a strong correlation between epithelial maturation and CK5 expression.” —Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO. , Departemen Biologi Oral FKG UGM

Hormon, Keratinisasi, dan Implikasinya

Penjelasannya bermuara pada estrogen dan progesteron. Kedua hormon dalam kontrasepsi ini diduga menstimulasi proliferasi sel di lapisan basal, mempercepat proses keratinisasi mukosa mulut. Kontrasepsi suntik menghasilkan respons lebih kuat dibanding pil, kemungkinan karena perbedaan kadar dan cara kerja hormon yang masuk ke dalam tubuh.

Temuan ini penting karena mukosa mulut bukan sekadar pelapis pasif. Ia adalah garis pertahanan pertama terhadap partikel asing, dan perubahan pada pola keratinisasinya bisa berkaitan dengan kondisi klinis lain — mulai dari kerentanan terhadap infeksi hingga perubahan komposisi saliva. Penelitian sebelumnya oleh tim yang sama juga telah menunjukkan bahwa kontrasepsi hormonal meningkatkan kadar salivary α-amylase, enzim yang berperan dalam pembentukan plak gigi.

Bagi para klinisi, ini berarti riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal perlu masuk dalam pertimbangan ketika mengevaluasi kondisi jaringan lunak mulut pasien perempuan. Perubahan yang tampaknya sepele di lapisan sel terdalam pipi ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih panjang tentang bagaimana tubuh perempuan merespons intervensi hormonal — hingga ke sudut-sudut yang paling tidak terduga.

Penulis: Anny Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.

Foto: ChatGPT

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
2 Juli 2026

Ketika Rahang Patah, Tulang Mana yang Lebih Cepat Pulih?

2 Juli 2026

Temu Putih Melawan Radang: Bukti dari Laboratorium FKG UGM

2 Juli 2026

Minyak Temu Putih Turunkan Gula Darah Sekaligus Atasi Gingivitis pada Tikus Hiperglikemia

id_ID