Berita

/

Berita Terbaru

Kala Citra Mengejar Presisi..

Di balik layar-layar radiografi yang selama ini hanya dibaca oleh mata klinisi, kini muncul “bahasa baru” yang diterjemahkan oleh kecerdasan buatan (AI). Dalam Simposium Dies Natalis ke-78 FKG UGM, transformasi itu diperlihatkan, dari citra menjadi makna, dari piksel menuju presisi diagnosis.

Mengusung tema “Empowering Dental Sociopreneur: Education and Technology for Oral Health Transformation”, simposium ini tidak sekadar merayakan usia FKG UGM semata, tetapi juga menegaskan arah baru kedokteran gigi yang berbasis kolaborasi teknologi informasi terkini

Sorotan utama mengemuka dalam paparan Dr. drg. Rini Widyaningrum, M.Biotech, Sp.RKG, yang mengangkat gagasan bahwa AI bukan lagi sekadar tools, melainkan mitra klinis, khususnya dalam bidang radiologi kedokteran gigi.

“Yang berubah bukan hanya teknologinya, tetapi cara kita menganalisa suatu penyakit. AI membantu kita membaca pola yang sebelumnya sulit ditangkap secara konsisten oleh manusia,” ujar Rini.

AI dan Periodontitis

Periodontitis, penyakit inflamasi jaringan penyangga gigi, selama ini menjadi tantangan karena diagnosisnya sangat bergantung pada interpretasi radiograf yang subjektif. Variasi pengalaman klinisi kerap memengaruhi hasil pembacaan.

Melalui pendekatan deep learning, tim FKG UGM mengembangkan sistem yang mampu melakukan segmentasi dan klasifikasi kondisi periodontal secara otomatis. Teknologi ini tidak hanya mendeteksi keberadaan penyakit, tetapi juga menilai tingkat keparahan suatu penyakit.

“Model yang kami kembangkan mampu mengidentifikasi struktur anatomi penting dan menghitung kehilangan tulang secara lebih objektif. Ini penting untuk menentukan terapi yang tepat,” jelas Rini.

Pendekatan two-stage convolutional neural network (CNN) menjadi salah satu terobosan, dengan kemampuan memisahkan proses deteksi dan klasifikasi secara lebih sistematis.

Perkembangan AI di FKG UGM tidak berhenti pada satu model, integrasi berbagai arsitektur seperti Mask R-CNN dan DenseNet169 menunjukkan upaya serius untuk meningkatkan akurasi dan reliabilitas.

Lebih mutakhir lagi, pendekatan hybrid multimodel CNN mulai dikembangkan. Sistem ini menggabungkan berbagai model pembelajaran untuk menghasilkan keputusan berbasis konsensus.

“Dengan pendekatan multimodel, kita tidak bergantung pada satu algoritma. Ini meningkatkan kepercayaan terhadap hasil analisis, terutama dalam kasus-kasus kompleks,” kata Rini.

Tak hanya untuk penyakit periodontal, teknologi ini juga merambah bidang ortodonsia dan forensik odontologi, termasuk estimasi jenis kelamin berbasis citra sefalometri, sebuah inovasi yang berpotensi besar dalam identifikasi forensik.

Kolaborasi sebagai Fondasi

Yang menarik, pengembangan AI ini tidak berdiri di satu disiplin. Kolaborasi antara radiolog, periodontis, ortodontis, hingga ahli forensik menjadi kunci.

Pendekatan lintas bidang ini memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga relevan secara klinis.

“AI harus dibangun dari kebutuhan nyata di lapangan. Karena itu, kolaborasi menjadi sangat penting,” tegas Rini.

Antara Harapan dan Realitas

Meski menjanjikan, jalan menuju implementasi luas AI dalam klinik masih menghadapi tantangan. Ketersediaan data berkualitas, regulasi, serta kesiapan tenaga medis menjadi pekerjaan rumah besar.

Selain itu, isu etika terutama terkait keamanan data pasien, menjadi perhatian yang tidak bisa diabaikan.

Simposium ini menjadi penanda bahwa perubahan telah berlangsung, bergerak & pasti.

“Ini bukan tentang menggantikan peran kinerja dokter, tetapi memperkuat peran dokter dengan alat yang lebih cerdas,” ujar Rini.

Dari Layar ke Layanan

Apa yang telah ditampilkan dalam topik ini menunjukkan bahwa, kedokteran gigi telah bergerak menuju era baru. Era di mana keputusan klinis tidak hanya berbasis pengalaman, tetapi juga diperkuat oleh analisis data yang mendalam. Selanjutnya, saatnya FKG UGM berkonsentrasi mengerucutkan pada satu langkah nyata, GAMA-Self. Apa itu? Nantikan kabar selanjutnya..

(Reporter: Andri Wicaksono,S.Sos., M.I.Kom., Fotografi: Fajar Budi Harsakti, SE)

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
28 April 2026

FKG UGM Berikan Layanan Gigi Gratis untuk 70 Warga di Kawasan Pantai Baron

27 April 2026

Tinjau Pelaksanaan UTBK 2026, Rektor UGM Apresiasi Kesiapan Infrastruktur di FKG UGM

22 April 2026

Transformasi Digital UGM, Sinergikan Teknologi Informasi dengan Fungsi Jurnalisme Kehumasan

id_ID