Transformasi pendidikan kedokteran gigi menuju era digital tak lagi sekedar angan. FKG UGM mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama bersama PT Cobra Dental Indonesia untuk memperkuat pembelajaran Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Radiologi Kedokteran Gigi (RKG) melalui pemanfaatan teknologi pencitraan digital, perangkat lunak radiologi, hingga pelatihan desain implant berbasis tiga dimensi.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani pada 5 Maret 2026 antara Dekan FKG UGM, Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., dan Chief Operating Officer PT Cobra Dental Indonesia, Dannar Whilasto. Kesepakatan itu berfokus pada penyediaan perangkat lunak, lisensi, dan perangkat pendukung radiologi untuk mendukung proses pendidikan di Program Studi Radiologi Kedokteran Gigi.
Menjawab Tantangan Pendidikan Kedokteran Gigi Digital
Kepala Program Studi Radiologi Kedokteran Gigi FKG UGM, drg. Isti Rahayu Suryani, M.Biotech., Sp.Rad.OM., Subsp.RDP(K)., Ph.D menegaskan, “Perkembangan teknologi radiologi digital telah mengubah paradigma diagnosis dalam kedokteran gigi. Pemanfaatan Cone Beam Computed Tomography (CBCT), pencitraan dua dimensi (2D), hingga rekonstruksi tiga dimensi (3D) kini menjadi kompetensi yang harus dikuasai dokter gigi spesialis”.
Melalui implementasi kerja sama tersebut, residen PPDGS RKG memperoleh akses pembelajaran berbasis teknologi terkini, meliputi: pembelajaran penggunaan software CBCT dan radiografi 2D; pelatihan desain tiga dimensi (3D Design); pelatihan dan hands-on multidisiplin; hands-on desain pemasangan dental implant mulai dari tahap perencanaan digital hingga pendekatan klinis (from design to clinical approach); dukungan terhadap penyelenggaraan SIMNAS IKARGI ke-14.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi tidak berhenti pada penandatanganan dokumen administratif, melainkan telah diwujudkan dalam kegiatan akademik yang langsung menyentuh proses pendidikan spesialis, papar drg. Isti.
Kolaborasi Industri dan Kampus Semakin Strategis
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan, sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Dunia pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan penguasaan teori, tetapi juga harus mampu membekali peserta didik dengan pengalaman menggunakan teknologi yang sama seperti yang diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan modern.
Melalui kemitraan ini, RKG FKG UGM berupaya memperpendek kesenjangan (gap) antara pembelajaran akademik dengan kebutuhan praktik profesional. Penguasaan perangkat lunak radiologi digital, analisis citra CBCT, hingga perencanaan implant berbasis komputer merupakan kompetensi yang kini semakin banyak dibutuhkan dalam layanan kedokteran gigi.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan tren pendidikan kesehatan global yang menempatkan digitalisasi sebagai fondasi peningkatan mutu diagnosis, keselamatan pasien, serta efisiensi pelayanan.

Lebih dari Sekadar Penyediaan Teknologi
Nilai penting kerja sama ini tidak hanya terletak pada penyediaan perangkat lunak atau lisensi. Yang lebih strategis adalah transfer pengetahuan (knowledge transfer) dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan intensif.
Kegiatan hands-on memungkinkan residen memahami keseluruhan alur kerja digital, mulai dari interpretasi hasil pencitraan, proses desain digital, hingga implementasi klinis. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi calon dokter gigi spesialis untuk menghadapi transformasi layanan kesehatan yang semakin mengandalkan teknologi digital.
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat FKG UGM, drg. Trianna Wahyu Utami, MD.Sc., Ph.D.menegaskan bahwa kerja sama dengan dunia industri merupakan bagian dari strategi penguatan kualitas pendidikan.
“Kemajuan teknologi harus menjadi bagian dari proses pendidikan spesialis. Kolaborasi dengan mitra industri memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan praktik kedokteran gigi modern, sehingga kompetensi lulusan semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.”
Sementara itu, Chief Operating Officer PT Cobra Dental Indonesia, Dannar Whilasto, menilai kemitraan dengan institusi pendidikan memiliki dampak jangka panjang terhadap pengembangan profesi.
“Kami percaya transfer teknologi harus dimulai sejak proses pendidikan. Dengan menghadirkan teknologi yang digunakan di dunia praktik ke lingkungan akademik, kami berharap lahir dokter gigi spesialis yang siap menghadapi tantangan layanan kesehatan digital sekaligus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”
Kerja sama FKG UGM & PT Cobra Dental Indonesia mencerminkan perubahan arah pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia. Jika sebelumnya kemitraan perguruan tinggi dengan industri sering kali berfokus pada penyediaan alat atau sponsor kegiatan, kini kolaborasi berkembang menjadi penguatan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi.
Namun demikian, keberhasilan program semacam ini tidak cukup diukur dari jumlah pelatihan yang terselenggara. Indikator yang lebih penting adalah sejauh mana teknologi tersebut benar-benar terintegrasi ke dalam kurikulum, meningkatkan kompetensi lulusan, serta menghasilkan inovasi riset dan pelayanan klinis yang berdampak bagi masyarakat.
Apabila implementasi dilakukan secara konsisten, kolaborasi ini berpotensi menjadi model university–industry partnership yang tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan spesialis radiologi kedokteran gigi, tetapi juga mempercepat adopsi teknologi digital dalam pelayanan kesehatan gigi di Indonesia.
(Reporter: Andri Wicaksono, Foto: Arsip RKG FKG UGM)