Berita

/

Berita Terbaru

FKG UGM Beri Beasiswa untuk 5 Mahasiswa dari Laba Kantin Kejujuran

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., menyerahkan beasiswa kepada lima mahasiswa di lingkungan fakultas pada Jumat (20/2/2026). Menariknya, sumber dana bantuan ini berasal dari akumulasi laba bersih Kantin Kejujuran yang dikelola sejak Februari 2025 silam.

Beliau menyebut bahwa program ini merupakan bentuk konkrit kepedulian antarsesama warga kampus.  “Hasil dari kejujuran Bapak, Ibu, dan mahasiswa saat berbelanja di kantin, kini kembali dalam bentuk manfaat untuk mendukung masa depan mahasiswa kita. Ini jadi bukti bahwa kejujuran yang kita pupuk bersama memiliki dampak sosial yang luar biasa,” tutur Prof. Suryono saat prosesi penyerahan.

Sementara itu, Ketua Program Studi Higiene Gigi FKG UGM, Dr. Leny Pratiwi Arie Sandy, S.Kp.G., MDSc., menjelaskan bahwa proses penentuan penerima dilakukan secara selektif. Pihak fakultas memverifikasi langsung kondisi ekonomi mahasiswa yang mengajukan keringanan biaya kuliah.

“Kondisi sosial ekonomi mahasiswa setiap semester tidak bisa disamaratakan. Kami meninjau dan melakukan kroscek data untuk memastikan bantuan ini sampai ke tangan yang tepat,” ujar Leny.

Mahasiswa Penerima Beasiswa Kantin Kejujuran:

  • Gita Rahmatulfitri | Program Studi Higiene Gigi – 2023
  • Rachel Dina Anndita | Program Studi Higiene Gigi – 2023
  • Divanti Tanasya Agustin | Program Studi Higiene Gigi – 2023
  • Fransisca Florencia Devi | Program Studi Higiene Gigi – 2021
  • Masyaa Youlivsia Syariah | Program Studi Higiene Gigi – 2023

Hasil Kejujuran Warga Kampus
Dana beasiswa ini memiliki keunikan karena bersumber dari akumulasi laba kantin yang dikelola tanpa penjaga. Hal ini menunjukkan bahwa budaya jujur di lingkungan kampus memiliki dampak sosial yang nyata bagi sesama mahasiswa.

Divanti Tanasya Agustin (21), salah satu penerima beasiswa asal Sleman, mengaku sangat terbantu. Mahasiswa semester 6 ini sempat merasa berat menghadapi nominal UKT dan biaya alat praktikum yang cukup tinggi. “Bantuan ini membuat saya lebih tenang saat menjalani praktikum klinis dan menyusun skripsi tanpa terlalu terbebani masalah finansial,” katanya.

Bagi Divanti, kantin tersebut merupakan sarana melatih integritas. Ia melihat manfaat yang ia terima merupakan buah dari kedisiplinan warga kampus dalam bertransaksi secara jujur.

Perjuangan Mahasiswa Mandiri
Manfaat serupa dirasakan oleh Masyaa Youlivisia Syairah (22), mahasiswa asal Kebumen yang sedang menempuh semester akhir. Masyaa merupakan sosok mandiri yang bekerja sampingan sebagai pengajar bimbingan belajar hingga pendamping lansia demi mencukupi kebutuhan harian di Yogyakarta.

“Orang tua saya single parent yang membiayai dua anak sekolah. Saya berupaya mandiri agar tidak memberatkan keluarga. Beasiswa dari laba kantin ini sangat membantu menutup sebagian tagihan UKT saya,” jelas Masyaa.

Meskipun jarang berbelanja di kantin tersebut, Masyaa mengapresiasi pihak pengelola yang mampu mengubah keuntungan dagang menjadi kebaikan bagi mahasiswa yang membutuhkan. Ia berharap program ini terus berlanjut sehingga lebih banyak mahasiswa yang terbantu.

Melalui penyaluran beasiswa ini, FKG UGM membuktikan bahwa sistem kepercayaan yang terjaga di kantin kampus mampu menjadi solusi untuk mendukung keberlangsungan pendidikan para mahasiswa.

Penulis: Fajar Budi Harsakti
Foto: Fajar Budi Harsakti

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
29 April 2026

Mulai Mei 2026, UGM Digitalisasi Pantauan Sampah Lewat Teknologi IoT

28 April 2026

FKG UGM Berikan Layanan Gigi Gratis untuk 70 Warga di Kawasan Pantai Baron

27 April 2026

Tinjau Pelaksanaan UTBK 2026, Rektor UGM Apresiasi Kesiapan Infrastruktur di FKG UGM

id_ID