Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) kembali menggelar prosesi yudisium bagi para calon lulusan program sarjana. Sebanyak 8 mahasiswa PSHG & 4 mahasiswa S1 PDG resmi dinyatakan lulus dan siap menapaki babak baru menuju tahap profesi klinis di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM). Sidang yudisium periode September–Oktober 2026 ini diwarnai dengan pesan mendalam dari jajaran pimpinan fakultas mengenai pentingnya ketajaman berpikir klinis dan penguatan integritas profesi. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Rosa Amalia, M.Kes., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas kelulusan para mahasiswa serta memaparkan sejumlah pembaruan penting dalam kurikulum transisi menuju pendidikan profesi mendatang.
“Hari ini kita melaksanakan yudisium untuk mahasiswa dari Prodi Sarjana Kedokteran Gigi di periode Oktober 2026, dan dari hasil yudisium yang telah dilaksanakan, seluruh peserta dinyatakan lolos. Selamat atas perjuangan yang telah dilakukan, yang tentunya akan menjadi kisah manis selama menempuh perjalanan di FKG UGM,” ujar Prof. Rosa.

Transisi Model Assessment dan Pengawalan Keterampilan Klinis
Dalam arahannya, Prof. Rosa turut menyoroti penyesuaian sistem akademik dan model assessment baru yang akan mulai diuji cobakan (pilot project) pada Januari mendatang. Berdasarkan kebijakan baru tersebut, ujian masuk (entry exam) kepaniteraan klinik akan dilaksanakan sebelum yudisium tingkat sarjana S1.
“Sehingga begitu lulus S1 dan yudisium, mereka akan langsung di-deploy di RSGM tanpa harus menunggu lulus entry exam terpisah. Namun, tentu akan ada pengawalan ketat untuk keterampilan klinis sejak awal agar ketika lulus komprehensif terakhir sebelum yudisium, kita meyakini bahwa adik-adik memang memiliki keterampilan yang mumpuni,” jelas Prof. Rosa.
Pentingnya Pola Pikir Klinis (Clinical Mindset) Dibanding Hafalan Semata
Pesan tajam dan membangun turut disampaikan oleh Prof. Dr. drg. Dewi Agustina, MD.Sc. MD.Sc. yang mengingatkan, kalian adalah dokter kelak, bukang tukang, ilmu itu melekat dengan profesi. “Jangan cuma menghafal obat. Kalau besok lulus jadi dokter gigi, penanganan pasien harus didasari pemahaman etiologi dan pertimbangan klinis yang mendalam. Pasien memiliki latar belakang sistemis, pengobatan, dan psikologis yang berbeda-beda. Jadi, buka kembali materi kuliah lama dan miliki cara berpikir seorang dokter, bukan sekadar pelaksana teknis,” tegas Prof. Dewi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Higiene Gigi Kedokteran Gigi, Leny Pratiwi Arie Sandy, S.Kp.G., MDScbeserta jajaran dosen pengelola turut memberikan apresiasi tinggi atas ketekunan para mahasiswa hingga titik kelulusan ini. Para dosen berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga konsistensi, menjunjung tinggi etika profesi, serta aktif berkontribusi dalam wadah kekeluargaan alumni seperti Perhimpunan Alumni Higienis Indonesia (PHGI).

Profil Kelulusan dan Data Akademik
Berdasarkan data akademik peserta yudisium periode Oktober 2026, ke-8 lulusan Prodi PSHG menunjukkan pencapaian akademik yang gemilang. Program Studi Higiene Gigi (PSHG) resmi meluluskan sebanyak 8 orang peserta yudisium. Secara keseluruhan, para lulusan berhasil mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,48. Seluruh peserta dinyatakan lulus dalam dua kategori predikat kelulusan, yaitu 6 lulusan memperoleh predikat Sangat Memuaskan dan 2 lulusan berhasil meraih predikat Dengan Pujian (Cumlaude).
Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi pada periode ini diraih oleh Rani Laksita Widyaningrum dengan IPK 3,67 dan predikat Dengan Pujian, disusul oleh Muhammad Syamsul Mu’arif yang juga meraih predikat Dengan Pujian dengan IPK 3,54. Adapun dari segi masa studi, para peserta terbagi menjadi dua kelompok kelulusan: 4 mahasiswa menyelesaikan studinya dalam waktu 4 tahun 2 bulan (angkatan 2022), dan 4 mahasiswa menyelesaikan studinya dalam masa 5 tahun 2 bulan (angkatan 2021).
Sementara Prodi S1 Kedokteran Gigi berhasil meluluskan 4 mahasiswa pada Yudisium periode oktober 2026 ini. IPK tertinggi di raih oleh Shinta Puspita Sari dengan IPK 3,60 dan lulus dalam masa studi 4 tahun 2 bulan.

Awal Perjalanan Baru di Tahap Profesi
Mewakili rekan-rekan lulusan, Rani Laksita Widyaningrum menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta civitas akademika FKG UGM atas bimbingan dan kesabaran selama proses perkuliahan. “Hari ini bukan sekadar penanda berakhirnya masa pendidikan, melainkan pengingat atas perjalanan panjang yang telah kita lalui. Kami menyadari bahwa di pundak kami terdapat tanggung jawab besar untuk turut serta meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat, dengan senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, etika, dan kompetensi,” ungkap Rani dalam kesan pesannya.
Dengan disahkannya kelulusan ini, para lulusan bersiap melangkah ke tahap kepaniteraan klinik (koas) di RSGM FKG UGM, membawa harapan besar untuk menjadi tenaga medis yang profesional, berintegritas, serta berempati tinggi terhadap sesama.
(Reporter: Andri Wicaksono, Foto: Fajar Budi Harsakti)