Berita

/

Berita Terbaru

Dorong Pembelajaran Digital & Inklusif FKG UGM Gelar Penyegaran Penggunaan eLOK bagi Para Dosen

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan penyegaran penggunaan platform pembelajaran elektronik eLOK (E-Learning Open Knowledge). Acara yang berlangsung pada Jumat, 11 September 2026 yang dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FKG UGM, Prof. drg. Rosa Amalia,M.Kes.,Ph.D, Ketua Departemen, Ketua Program Studi (Prodi) S1 dan S2, Penanggung Jawab Matakuliah (PJMK), serta tim akademik di lingkungan FKG UGM.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber, Andri Andreas Prianto dari Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik (DKIA) UGM, yang memaparkan berbagai pembaruan fitur, optimasi penggunaan, serta strategi pengelolaan mata kuliah digital. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital guna mendukung sistem pembelajaran yang fleksibel, inovatif, serta ramah bagi seluruh Civitas Academica.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKG UGM, Prof. drg. Rosa Amalia, M.Kes., Ph.D menegaskan bahwa penggunaan eLOK bukan sekadar sarana administratif untuk mengunggah materi perkuliahan, melainkan respons atas tuntutan pembelajaran modern.

“Sebetulnya eLOK sendiri bukan hanya sekadar tempat kita untuk menitipkan PPT. Tapi ada hal yang lebih penting bahwa saat ini mahasiswa, terutama generasi baru, mereka memang menginginkan supaya belajarnya lebih fleksibel, ada peran digital, dan mereka sangat terbiasa dengan pembelajaran digital. Tentunya untuk kita sendiri ini bisa melakukan inovasi, dan adik-adik diharapkan bisa selalu belajar di mana pun mereka berada,” tutur Prof. Rosa.

Prof. Rosa menambahkan, penyegaran ini menjadi momen yang sangat tepat seiring dengan berkembangnya program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tingkat pascasarjana serta kebutuhan kelas reguler S1 yang semakin adaptif terhadap teknologi.

Pada sesi pemaparan materi, Andri membagikan sejumlah panduan praktis pengelolaan eLOK versi terbaru. Beberapa poin teknis yang disosialisasikan meliputi pembatasan ukuran berkas unggahan maksimal 100 MB per file demi efisiensi kapasitas storage, pemanfaatan fitur completion tracking untuk memantau keterlibatan belajar mahasiswa, hingga penggunaan grouping untuk kelas paralel. Andri juga memaparkan fitur keamanan evaluasi seperti Safe Exam Browser (SEB) untuk pelaksanaan ujian daring/CBT, penggunaan Question Bank (bank soal) berorientasi Outcome-Based Assessment (OBA), serta fleksibilitas pengaturan pendaftaran (enrollment key).

Pada sesi pemaparan materi, Andri Andreas Prianto menjelaskan berbagai pembaruan sistem dan konfigurasi teknis yang telah diterapkan pada eLok untuk meningkatkan stabilitas dan kenyamanan pengguna:

  • Pengelolaan Kapasitas Penyimpanan (Storage): Untuk menjaga performa server yang saat ini menampung lebih dari 5,7 Terabyte data pembelajaran sejak 2018, batas maksimal unggahan berkas disesuaikan menjadi 100 MB per file. Dosen dianjurkan memanfaatkan format PDF atau penyematan (embed) media eksternal seperti Canva, YouTube, maupun Slideshare.
  • Pelacakan Aktivitas (Completion Tracking): Fitur ini memungkinkan pengajar menganalisis keterlibatan mahasiswa, seperti mengetahui materi mana yang paling sering diakses atau durasi mahasiswa dalam membaca modul.
  • Manajemen Kelas Paralel (Group Feature): Mengakomodasi penggabungan beberapa kelas paralel ke dalam satu course utama. Hal ini memudahkan penarikan analisis statistik pembelajaran secara kumulatif maupun per kelompok tanpa harus mengunduh data satu per satu.
  • Keamanan Ujian (Safe Exam Browser / SEB): Fitur yang dapat mengunci perangkat mahasiswa saat ujian berlangsung guna mencegah akses ke peramban lain atau aplikasi pihak ketiga selama evaluasi/CBT.
  • Inovasi Evaluasi (Question Bank & OBA): Pengembangan Bank Soal berorientasi Outcome-Based Assessment (OBA). Dosen dapat mengelompokkan soal berdasarkan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Saat ujian, sistem dapat mengacak soal dan pilihan jawaban secara otomatis sehingga memperkecil kemungkinan kecurangan serta memudahkan pemetaan capaian CPL di Simaster OOBA.

Di akhir pemaparannya, Andri menekankan komitmen UGM untuk menjadikan eLOK sebagai platform pembelajaran yang ramah bagi seluruh mahasiswa, termasuk para penyandang difabilitas.

“Ini karena kampus inklusif, ya harus bisa. eLOK ya harus bisa digunakan. Karena kalau Simaster bisa melayani teman-teman yang difabel, eLOK ya harus juga bisa,” tegas Andri.

Melalui kegiatan penyegaran ini, FKG UGM terus membuktikan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pendidikan digital yang berorientasi pada kualitas, akuntabilitas, serta inklusivitas demi mendukung tercapainya insan akademis yang unggul dan berdaya saing.

(Reporter: Andri Wicaksono, Nanda. Foto: Hazra)

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
11 September 2026

FKG UGM & Kolegium Dokter Gigi & Sepakati Kerja Sama Perkuat Pelatihan Implan Gigi

10 September 2026

Prodi Magister Ilmu Kedokteran Gigi FKG UGM Gelar Pelatihan Online Assessment & Mitigasi Kecurangan Melalui Artificial Intelligence (AI)

9 September 2026

FKG UGM Gelar Pembekalan Calon Dokter Gigi, Tanamkan Profesionalisme Medis & Nilai Kemanusiaan