Yogyakarta, 25 Juli 2026 – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) kembali menyelenggarakan Try Out Nasional Computer-Based Test (CBT) bagi 101 mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Gigi pada Sabtu (25/7). Sebagai program rutin berskala nasional, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FKG UGM dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi Uji Kompetensi Nasional Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi melalui simulasi ujian yang dirancang sesuai standar pelaksanaan nasional.
Pelaksanaan try out dibagi ke dalam dua sesi dengan menggunakan sistem Computer-Based Test (CBT) yang menyerupai mekanisme UKOMNAS. Peserta mengikuti seluruh tahapan ujian, mulai dari tata tertib pelaksanaan, pengelolaan waktu, hingga proses pengerjaan soal, sehingga memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai uji kompetensi yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan program profesi.
Kegiatan Berstandar Nasional
Kegiatan ini menggunakan soal yang disusun oleh panitia nasional, sehingga materi yang diujikan mengacu pada standar kompetensi dokter gigi nasional. Selain menjadi sarana latihan, simulasi ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengevaluasi capaian pembelajaran, mengenali materi yang masih perlu diperdalam, serta meningkatkan kesiapan sebelum mengikuti UKOMNAS.

Perwakilan Pengawas Pusat, Dr. drg. Dwi Aji Nugroho, M.D.Sc., yang juga merupakan alumni FKG UGM dari jenjang sarjana, pendidikan profesi, hingga doktor, mengapresiasi konsistensi fakultas dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses pembinaan mahasiswa.
“Saya bersyukur dapat kembali ke FKG UGM, tempat saya menempuh pendidikan sejak jenjang sarjana, profesi, hingga doktor. Bagi saya, try out ini bukan sekadar latihan menghadapi ujian, tetapi merupakan salah satu wujud ikhtiar dan istiqomah dalam menggapai gelar dokter gigi. Kompetensi tidak dibentuk dalam waktu singkat, melainkan melalui proses belajar yang konsisten, kemauan untuk terus memperbaiki diri, serta kesiapan menghadapi setiap tahapan evaluasi,” ujarnya.
Menurut Dwi Aji, simulasi yang mengacu pada standar nasional memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa, tidak hanya untuk mengukur kemampuan akademik, tetapi juga untuk membangun kesiapan mental dalam menghadapi ujian kompetensi.
“Kesempatan seperti ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Mahasiswa tidak hanya berlatih mengerjakan soal, tetapi juga belajar mengelola waktu, memahami alur ujian, dan mengevaluasi kesiapan dirinya. Bekal tersebut akan membantu mereka menjadi dokter gigi yang kompeten, profesional, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas kepada masyarakat,” tambahnya.
Meningkatkan Kesiapan Mahasiswa
Manfaat kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah seorang mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Gigi FKG UGM mengaku simulasi tersebut membuatnya lebih memahami pelaksanaan UKOMNAS sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
“Pelaksanaan Try Out Nasional sangat membantu kami dalam mempersiapkan Ujian Kompetensi Nasional nantinya. Dengan diadakannya try out ini bisa memberi gambaran bagaimana ujian kompetensi yang sesungguhnya,” ujar Auladi Arya, SKG.
Arya juga berharap bisa rutin diadakan guna membantu mematangkan persiapan mahasiswa dalam mempersiapkan ujian kompetensi.
Penyelenggaraan Try Out Nasional CBT menjadi salah satu bentuk komitmen FKG UGM dalam menjaga mutu pendidikan profesi dokter gigi melalui proses pembelajaran dan evaluasi yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan panitia nasional dalam penyusunan soal dan pelaksanaan simulasi turut memperkuat keselarasan antara proses pendidikan di perguruan tinggi dengan standar kompetensi nasional yang harus dicapai oleh calon dokter gigi.
Melalui berbagai inovasi pembelajaran dan evaluasi, FKG UGM terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh. Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan profesional, menjunjung tinggi etika, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat Indonesia.
Foto oleh Dody Hendro
Penulis: Dody Hendro