Berita

/

Artikel, Berita Terbaru, SDG 10, SDG 17, SDG 3, SDG 4, SDG 9

Cairan Sulkus Gingiva Menyimpan Petunjuk Tersembunyi tentang Awal Mula Artritis Reumatoid

Bayangkan seseorang yang belum pernah didiagnosis artritis reumatoid, sendi-sendinya masih bergerak bebas, tidak ada keluhan, tidak ada tanda klinis. Namun jauh di dalam celah kecil antara gusi dan giginya, sesuatu sedang terjadi. Sistem imun tubuhnya diam-diam memproduksi antibodi yang selama ini hanya dikenal sebagai penanda penyakit sendi yang melemahkan itu.

Temuan itulah yang muncul dari sebuah riset kolaborasi internasional yang melibatkan drg. Poerwati Soetji Rahajoe, Sp.BM., dokter spesialis bedah mulut dari Departemen Bedah Mulut & Maksilofasial RSUP Dr. Sardjito/Universitas Gadjah Mada. Studi ini dipublikasikan di Journal of Clinical Periodontology pada 2020, salah satu jurnal periodontologi paling bergengsi di dunia, dan membuka perspektif baru tentang bagaimana mulut bisa menjadi titik awal dari perjalanan panjang penyakit autoimun sistemik.

Dari Sulkus Gingiva ke Sendi yang Meradang

Artritis reumatoid adalah penyakit autoimun yang menyerang sendi, dan dua penanda serologisnya yang paling dikenal adalah anti-citrullinated protein antibodies (ACPA) dan rheumatoid factor (RF). Yang mengejutkan para ilmuwan selama bertahun-tahun: antibodi ini bisa terdeteksi di dalam darah bertahun-tahun sebelum gejala klinis penyakit muncul. Dari mana asalnya? Salah satu hipotesis yang berkembang mengarah ke permukaan mukosa, termasuk periodonsium.

Studi ini mengumpulkan data dari 72 pasien artritis reumatoid dan 151 individu sehat di Klinik Reumatologi RSUP Dr. Sardjito antara Juni 2014 dan Juni 2015. Semua peserta menjalani pemeriksaan periodontal lengkap, pengambilan sampel darah, dan yang menjadi inti penelitian ini: pengambilan gingival crevicular fluid (GCF), yakni cairan eksudat yang merembes dari sulkus gingiva di sekitar gigi.

Hasilnya mengejutkan. Kadar IgA-ACPA dalam GCF justru lebih tinggi secara signifikan pada individu sehat dibandingkan pada pasien artritis reumatoid. Sementara pada pasien artritis reumatoid, yang dominan di GCF adalah IgG ACPA dan IgM RF, yang korelasinya dengan kadar dalam serum sangat kuat. Artinya: pada pasien artritis reumatoid, antibodi di GCF kemungkinan besar “bocor” dari sirkulasi darah. Tetapi pada individu sehat, IgA-ACPA tampaknya diproduksi secara lokal di jaringan periodontal itu sendiri.

“The presence of IgA-ACPA and the absence of IgG ACPA in the GCF of healthy controls point towards local induction of these autoantibodies. This local induction is probably, amongst others, related to chronic mucosal inflammation due to periodontal disease or smoking.” — Rahajoe, de Smit, et al., Journal of Clinical Periodontology, 2020

Rokok dan Radang Gusi: Dua Faktor yang Memperkeruh Keadaan

Tim peneliti kemudian menelusuri lebih jauh: di antara individu sehat, siapa yang memiliki kadar IgA-ACPA tinggi dalam GCF-nya? Dari 151 individu sehat, 27 orang menunjukkan kadar IgA-ACPA tinggi. Kelompok ini memiliki kadar total IgG, total IgA, dan interleukin-8 (IL-8) di GCF yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan IgA-ACPA rendah.

Dua faktor menonjol: penyakit periodontal dan kebiasaan merokok. Prevalensi IgA-ACPA tinggi ditemukan pada 25% individu sehat dengan penyakit periodontal, dibandingkan hanya 15% pada mereka tanpa penyakit periodontal. Perokok juga cenderung memiliki kadar IgA-ACPA lebih tinggi dibandingkan yang tidak pernah merokok.

IL-8, sitokin yang berperan sebagai kemoatraktan neutrofil, berkorelasi kuat dengan tingkat peradangan periodontal pada individu sehat. Ini menarik karena neutrofil adalah sel yang menghasilkan neutrophil extracellular traps (NETs), dan aktivitas enzim PAD (peptidyl arginine deiminase) dalam proses pembentukan NETs adalah jembatan mekanistik yang menghubungkan peradangan periodontal dengan produksi ACPA. Dengan kata lain: gusi yang meradang, apalagi pada perokok, bisa menjadi “pabrik” kecil yang memproduksi antibodi pemicu artritis.

Kolaborasi Lintas Benua, Data dari Yogyakarta

Penelitian ini merupakan kolaborasi antara RSUP Dr. Sardjito dan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta dengan University Medical Center Groningen (UMCG), Belanda. drg. Poerwati Soetji Rahajoe, Sp.BM. disebut sebagai kontributor setara (equal contribution) bersama Menke de Smit dari UMCG, menandai bobot kontribusi ilmuwan Indonesia dalam riset bertaraf internasional ini.

Studi ini juga menjadi yang pertama secara sistematis menilai isotype IgA dari ACPA dan RF dalam GCF pada kohort besar pasien Indonesia. Ini penting karena populasi Asia, termasuk Indonesia, memiliki karakteristik tersendiri: tingkat seropositivitas ACPA dan RF yang relatif lebih rendah dibandingkan populasi Barat, sebagian karena profil perokok yang berbeda antara pria dan wanita.

Implikasi yang Melampaui Kursi Dokter Gigi

Temuan ini bukan sekadar soal cairan gingiva atau angka laboratorium. Ia mengandung implikasi klinis yang jauh lebih luas. Jika peradangan periodontal kronis terbukti menjadi salah satu titik awal induksi autoantibodi terkait artritis reumatoid, maka menjaga kesehatan gusi bukan lagi urusan estetika atau kenyamanan mengunyah semata. Ia bisa menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit autoimun sistemik.

Para peneliti sendiri menegaskan bahwa studi ini memiliki keterbatasan: seropositvitas ACPA dan RF pada pasien artritis reumatoid di populasi ini tergolong rendah, dan komposisi biofilm subgingival belum diteliti, menjadi agenda riset lanjutan yang sudah direncanakan. Namun justru di situlah letak keindahan sains: setiap jawaban membuka pintu ke pertanyaan berikutnya.

Sulkus gingiva yang lebarnya tidak sampai satu milimeter itu ternyata bisa menyimpan informasi yang jauh melampaui kondisi mulut seseorang. Dan barangkali, perjalanan menuju artritis reumatoid dimulai jauh sebelum sendi pertama mulai terasa nyeri.

Sumber DOI : 10.1111/jcpe.13277

Penulis : Nanda Ayu , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.

Foto : Pexels

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
16 Juli 2026

Inovasi EcoDenMap Tawarkan Tekan Polusi Praktik Kedokteran Gigi

16 Juli 2026

Mahasiswa Dental Summer Course 2026 Paparkan Sikat Gigi dari Limbah Sekam Padi

16 Juli 2026

Tumor Langka di Rahang: CBCT Ungkap Sementoblastoma Tahap Awal yang Nyaris Terlewat

id_ID