Berita

/

Berita Terbaru

Departemen Periodonsia FKG UGM, Adakan Kuliah Pakar Publikasi Ilmiah

Kuliah pakar Periodonsia di FKG UGM menghadirkan Dr. Raja Azman Raja Awang, Ph.D dari Univeristy of Malaysia menegaskan kembali pentingnya publikasi ilmiah sebagai jembatan antara penelitian dan kemanfaatannya bagi masyarakat. Akademisi dari Universiti Sains Malaysia mengingatkan, penelitian belum benar-benar selesai jika belum dibagikan kepada dunia melalui publikasi.

Laboratorium, ruang klinik, atau meja belajar mahasiswa yang dipenuhi catatan dan data penelitian. Namun, pengetahuan itu baru menemukan maknanya ketika keluar dari ruang-ruang tersebut dan menjangkau dunia yang lebih luas.

Pesan reflektif itulah yang mengemuka dalam kuliah pakar yang digelar di FKG UGM. Para residen Program Studi Dokter Gigi Spesialis Periodonsia mengikuti sesi diskusi mendalam tentang strategi menulis artikel ilmiah dan pentingnya publikasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Kuliah pakar tersebut menghadirkan Associate Professor Raja Azman Raja Awang dari Universiti Sains Malaysia, yang berbagi pengalaman panjangnya dalam dunia penelitian dan publikasi internasional.

“Ketika kita melakukan penelitian tetapi tidak mempublikasikannya, sebenarnya pekerjaan kita belum selesai,” ujarnya di hadapan peserta kuliah pakar. Penelitian, menurutnya, hanya akan memberi dampak luas ketika hasilnya dapat diakses dan dipelajari oleh komunitas ilmiah global.

Budaya Publikasi yang Terus Dibangun

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya riset dan publikasi di lingkungan FKG UGM. Para mahasiswa spesialis tidak hanya didorong untuk menjadi klinisi yang terampil, tetapi juga ilmuwan yang mampu menghasilkan pengetahuan baru melalui penelitian.

Dalam dunia akademik modern, publikasi ilmiah menjadi tolok ukur penting dalam mengukur kontribusi sebuah institusi pendidikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui publikasi, temuan penelitian dapat menjadi rujukan bagi ilmuwan lain untuk mengembangkan penelitian yang lebih luas.

Tantangan Peneliti Muda

Bagi banyak mahasiswa pascasarjana, menulis artikel ilmiah kerap menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit yang memiliki data penelitian yang kuat, tetapi kesulitan mengubahnya menjadi manuskrip yang siap dipublikasikan.

Raja Azman menggambarkan proses menulis sebagai keterampilan yang membutuhkan latihan dan keberanian. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti belajar mengendarai sepeda, pada awalnya terasa sulit dan tidak seimbang, tetapi akan menjadi lebih mudah setelah berhasil melakukannya sekali.

Ia juga mengingatkan bahwa penolakan dari jurnal ilmiah merupakan hal yang lazim. Bahkan para profesor pun sering mengalami hal yang sama. Yang terpenting, kata dia, adalah kemampuan untuk memperbaiki naskah dan mencoba kembali.

Integritas Ilmiah di Era AI

Diskusi juga menyentuh perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang kini semakin sering digunakan dalam proses penulisan ilmiah.

Raja Azman menegaskan bahwa AI dapat menjadi alat bantu dalam memperbaiki tata bahasa atau merapikan struktur kalimat. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap harus disertai verifikasi ilmiah yang ketat, terutama dalam hal referensi dan sumber data.

Tanpa verifikasi yang memadai, penggunaan AI berpotensi menghasilkan kutipan yang tidak akurat, yang dalam dunia akademik dapat berujung pada penarikan artikel dari jurnal ilmiah.

Bagi para peserta, kuliah pakar ini tidak sekadar menjadi pelatihan teknis menulis artikel ilmiah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat tentang makna penelitian dalam dunia akademik.

Penelitian bukan hanya tentang memenuhi kewajiban akademik atau mengejar gelar. Ia adalah proses panjang untuk menghasilkan pengetahuan baru yang dapat membantu masyarakat memahami, mencegah, dan mengatasi berbagai persoalan kesehatan.

Melalui publikasi ilmiah, pengetahuan yang lahir dari kampus dapat melampaui batas ruang kelas dan menjangkau komunitas ilmiah global. Di situlah peran seorang peneliti menemukan maknanya: tidak hanya menemukan pengetahuan baru, tetapi juga membagikannya kepada dunia.

(Reporter: Andri Wicaksono, Gambar: Tangkapan Layar Zoom Meeting)

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
16 Maret 2026

Pembangunan Gedung Baru FKG UGM Jadi Perhatian, Tata Ruang Klaster Kesehatan Diselaraskan

13 Maret 2026

Akreditasi Program Studi Spesialis Penyakit Mulut FKG UGM: Meretas Harapan Mutu Pendidikan Ilmu Penyakit Mulut di Indonesia

9 Maret 2026

6 Residen Bedah Mulut & Maksilofasial FKG UGM Lulus Ujian Kompetensi Nasional Bedah Mulut, 2 Diantaranya Meraih Prestasi Nasional

id_ID