
Scalling dan Perawatan Gingiva Pasca Terapi
Scalling adalah prosedur mekanis untuk menghilangkan plak dan kalkulus (karang gigi) pada permukaan gigi dan di bawah garis gusi. Ini merupakan bagian penting dari perawatan
SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Scalling adalah prosedur mekanis untuk menghilangkan plak dan kalkulus (karang gigi) pada permukaan gigi dan di bawah garis gusi. Ini merupakan bagian penting dari perawatan

Gingiva (gusi) merupakan bagian penting dari sistem penyangga gigi – bersama dengan periodonsium (ligamen, sementum, dan tulang alveolar). Gusi yang sehat membantu melindungi akar gigi

Dalam restorasi gigi, pemilihan material restoratif yang biokompatibel, kuat, dan memiliki sifat mekanik memadai sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang. Biokompatibilitas berkaitan dengan kemampuan material

Karies sekunder (atau karies rekuren) adalah kerusakan gigi yang terjadi di sekitar tepi restorasi (seal margin) setelah restorasi lama diterapkan. Meskipun restorasi tampak utuh, mikroleakase

Kista rahang (jaw cyst) adalah lesi patologis yang terbentuk sebagai rongga berisi cairan atau material semi-padat yang dibatasi oleh dinding epitel. Karena dapat memperlemah struktur

Salah satu penyebab utama kegagalan restorasi komposit adalah terbentuknya biofilm bakteri pada permukaannya, yang memicu karies sekunder dan degradasi restorasi. Untuk mengurangi risiko tersebut, perkembangan

Yogyakarta 20 November 2025 — Dalam rangka Dies Natalis ke-76 Universitas Gadjah Mada, UGM melalui Kluster Kesehatan menyelenggarakan pelatihan besar-besaran bagi 1.000 kader kesehatan dan

Titanium dan aloinya telah lama menjadi tulang punggung dalam dunia implan gigi karena kombinasi kekuatan mekanik, ringan, ketahanan korosi, dan biokompatibilitasnya. Namun, sebagai bahan inert,

Gedung Dental Learning Center Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada menjalani tahap Final Assessment Sertifikasi Green Building Greenship yang dilaksanakan oleh Green Building Council Indonesia

Infeksi pada gigi permanen yang immature (akar belum sepenuhnya berkembang) dan non-vital merupakan tantangan besar di bidang endodontik. Kondisi ini seringkali disertai kelemahan dinding akar,
Berita Terbaru