
Scaffold Kolagen untuk Penyembuhan Tulang Alveolar
Setelah pencabutan gigi, tulang alveolar di soket (lubang bekas akar gigi) mengalami resorpsi dan penurunan dimensi, khususnya pada permukaan bukal dan volume keseluruhan. Upaya preservasi
SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Setelah pencabutan gigi, tulang alveolar di soket (lubang bekas akar gigi) mengalami resorpsi dan penurunan dimensi, khususnya pada permukaan bukal dan volume keseluruhan. Upaya preservasi

Bone graft sering digunakan dalam kedokteran gigi maksilofasial untuk memperbaiki defek tulang setelah kejadian seperti kista, trauma, tumor, atau kehilangan gigi. Keberhasilan graft sangat dipengaruhi

Perawatan konvensional pada penyakit periodontal seperti scaling dan root planing, debridement bedah sering kali tidak cukup untuk memulihkan struktur jaringan periodontal yang rusak (gusi, ligamen

Fibrous dysplasia adalah kelainan jaringan tulang jinak di mana jaringan fibrosa menggantikan jaringan tulang normal, mengakibatkan deformitas, penebalan tulang, dan perubahan fungsi. Di daerah maksilofasial,

Penyakit periodontal merupakan peradangan kronis yang menyerang jaringan pendukung gigi termasuk gusi, ligamen periodontal, dan tulang alveolar. Faktor utama penyebab penyakit ini adalah infeksi bakteri

Dalam praktik bedah mulut dan periodontal, pendekatan minimal-invasif semakin menjadi prioritas karena mengurangi trauma jaringan, mempercepat penyembuhan, dan meningkatkan kenyamanan pasien. Salah satu aplikasi teknik

Masyarakat Indonesia masih jauh dari kata ideal dalam hal asupan gizi. Data menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi sayur dan buah per kapita per tahun hanya mencapai

Dalam restorasi gigi, terutama crown (mahkota gigi), estetika adalah salah satu faktor utama selain kekuatan, ketahanan, dan kecocokan klinis. Material tradisional seperti logam atau porcelain

Karies gigi adalah salah satu masalah kesehatan mulut yang sering terjadi sejak usia dini. Salah satu strategi pencegahan yang efektif adalah penggunaan fluoride topikal untuk

Saluran akar molar maksila—terutama akar mesiobukal molar kedua—sering berada dekat atau bahkan menembus dasar sinus maksilaris. Kedekatan ini dapat menimbulkan risiko komplikasi seperti komunikasi oroantral,
Berita Terbaru