Berita

/

Artikel, Berita Terbaru, SDG 12, SDG 15, SDG 17, SDG 3, SDG 9

Revolusi Digital dan Spirit ‘Green Dentistry’: Wajah Baru Pelayanan Gigi Masa Depan yang Presisi dan Ramah Bumi

Dunia kedokteran gigi saat ini tengah mengalami pergeseran paradigma yang luar biasa. Berawal dari metode konvensional yang identik dengan proses kimiawi bertele-tele dan tumpukan limbah medis, kini pelayanan kesehatan gigi bergerak ke arah digitalisasi total yang tidak hanya menjamin akurasi diagnosis, tetapi juga mengusung komitmen pelestarian lingkungan atau dikenal sebagai Green Dentistry. Langkah transformatif ini mencuat kuat dalam rangkaian forum ilmiah internasional International Kintar Summer Parcs 2026 yang mempertemukan para pakar lintas disiplin untuk mendesain ulang masa depan praktik dental dunia.

Menghapus Jejak Kimia Melalui Radiologi Digital

Salah satu pilar utama yang mendorong perubahan ini adalah revolusi di bidang pencitraan gigi. Dr. drg. Rurie Ratna S, MDSc, Sp.R.Rad.G. (Spesialis Radiologi Dental) yang juga akrab disapa Dr. Ruri, memaparkan secara komprehensif bagaimana teknologi radiologi digital berhasil mengubah wajah pelayanan klinis. Generasi pertama radiografi yang mengandalkan film konvensional kini mulai ditinggalkan secara masif. Metode lama tersebut tidak hanya memakan waktu karena membutuhkan pemrosesan di ruang gelap, melainkan juga menyisakan limbah berbahaya seperti timbal (lead) dan cairan kimia pengembang (developer) yang berpotensi meracuni lingkungan.

“Radiologi digital berkontribusi besar terhadap keberlanjutan melalui peningkatan efisiensi, pengurangan dampak lingkungan, dan optimalisasi proteksi radiasi,” jelas Dr. drg. Rurie Ratna S, MDSc, Sp.R.Rad.G, Kehadiran teknologi Photostimulable Phosphor (PSP) hingga sensor intraoral modern (CCD/CMOS) memungkinkan gambar klinis tampil secara instan di layar monitor tanpa memproduksi limbah zat kimia beracun.

Lebih canggih lagi, teknologi Cone Beam Computed Tomography (CBCT) hadir memberikan visualisasi tiga dimensi (3D) dengan detail anatomis luar biasa menggunakan unit terkecil voxel. Pemanfaatan CBCT bersama kecerdasan artifisial (AI) kini menjadi standar emas untuk perencanaan implan dan bedah kompleks karena mampu menyajikan akurasi geometris tinggi dengan dosis radiasi yang jauh lebih rendah dibanding CT scan konvensional.

Komitmen Global Menjaga Planet yang Sakit

Digitalisasi radiologi ini beririsan langsung dengan konsep Green Dentistry yang dipaparkan secara lugas oleh Prof. Michelle Sunico-Segara, BDM, MOH, PhD. Dekan University of the Philippines College of Dentistry sekaligus Wakil Presiden Healthcare Without Harm East Asia ini menegaskan sebuah pesan moral yang mendalam: “Tidak ada orang yang sehat di planet yang sakit”.

Sebagai bagian dari gerakan Global Green and Healthy Hospitals, institusi pendidikan kedokteran gigi dunia kini didorong untuk mengadopsi agenda ramah lingkungan. Salah satu pencapaian besar yang disorot adalah keberhasilan dalam mengeliminasi total penggunaan dental amalgam—tambalan perak konvensional yang mengandung merkuri beracun—dan menggantinya dengan bahan alternatif seperti resin komposit. Namun, perubahan ini tetap membawa tantangan baru karena sisa resin komposit diklasifikasikan sebagai sampah plastik, sehingga menuntut para praktisi untuk mengutamakan tindakan preventif agar penyakit karies gigi tidak terjadi sejak awal.

Melalui prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Rethink), pelayanan dental modern diimbau untuk mereduksi sampah alat pelindung diri (APD) plastik sekali pakai dan mengoptimalkan sistem digitalisasi rekam medis terintegrasi. Kolaborasi mutakhir antara presisi diagnostik radiologi digital dan advokasi lingkungan ini membuktikan bahwa masa depan kedokteran gigi tidak hanya berfokus pada kesembuhan pasien, melainkan juga kenyamanan bagi bumi yang kita tinggali.

Reporter ( Nanda , Andri )

Foto : Tangkapan Layar Zoom Meeting

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
23 Juli 2026

Apa itu Penulisan Systematic Review?

23 Juli 2026

Tambalan Lama, Kawat Baru: Bahaya Tersembunyi di Balik Senyum Behel

23 Juli 2026

Jarak Sedot Aerosol dan Risiko Bakteri di Balik Face Shield Dokter Gigi

id_ID