Berita

/

Berita Terbaru, SDG 3, SDG 4, SDG 9

Prostetik Maksilofasial: Tantangan dan Inovasi

Dr. Simonne Salazar Ferraris membahas pentingnya evaluasi objektif dan subjektif dalam prostetik maksilofasial, dengan menekankan perlunya makanan yang dikunyah dengan baik untuk pencernaan yang efisien dan stimulasi gigi.

Dr. Simonne memaparkan tentang kedokteran gigi digital dan prostetik maksilofasial, yang menyoroti integrasi alur kerja tradisional dan digital untuk rehabilitasi pasien. Ia membahas tantangan dan manfaat teknologi digital, termasuk presisi, pengurangan waktu janji temu, dan mengatasi hambatan geografis. Melalui studi kasus, ia menunjukkan efektivitas fabrikasi digital dalam meningkatkan fungsi mulut dan kualitas hidup pasien dengan cacat maksilofasial. Sesi diakhiri dengan sesi Tanya Jawab, di mana peserta mencari klarifikasi tentang topik-topik seperti akurasi cetakan dan integrasi alur kerja.

Ia menggunakan kuesioner untuk menilai kualitas hidup pasien dan kemampuan asupan makanan sebelum dan sesudah menerima prostetik. Dr. Simonne menyoroti integrasi teknologi canggih dengan fabrikasi prostetik maksilofasial konvensional sebagai solusi yang menarik untuk tantangan di lapangan. Ia juga membahas tantangan digitalisasi, khususnya dalam mendaftarkan struktur jaringan lunak selama pemindaian intraoral, dan membahas rencana masa depannya untuk mengintegrasikan analisis wajah, CBCT, dan pemindaian CT untuk akuisisi data yang lebih tepat.

Penulis: Andri Wicaksono | Foto: Dok. Panitia Dental Summer Course

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
22 April 2026

Transformasi Digital UGM, Sinergikan Teknologi Informasi dengan Fungsi Jurnalisme Kehumasan

22 April 2026

Penilaian Kampus Hijau Butuh Bukti Eksekusi Program di Lapangan

22 April 2026

‘SIM’ Baru Lulusan Pascasarjana FKG UGM

id_ID