Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak (IKGA) FKG UGM bersinergi dengan PT. Curagi sukses menyelenggarakan rangkaian roadshow launching dan sosialisasi penggunaan aplikasi MyOFunCare di TK ABA Gedongtengen, Yogyakarta (07/09/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk merespons masih tingginya angka gangguan oromotor serta kebiasaan buruk oral (oral bad habit) pada anak usia dini yang belum teridentifikasi secara tepat oleh orang tua.
Aplikasi MyOFunCare dirancang sebagai solusi berbasis teknologi informasi guna menjembatani knowledge gap antara praktisi medis dan masyarakat umum. Melalui pendekatan science communication, inovasi ini menghadirkan fitur skrining mandiri yang visual, edukasi kesehatan berbasis bite-size knowledge, serta layanan interaktif telemedicine gratis Pengembangan aplikasi tersebut tidak lepas dari rekam jejak riset mendalam yang dilakukan FKG UGM selama lebih dari tiga tahun. Berdasarkan pemetaan epidemiologi terhadap lebih dari 9.000 anak TK di Daerah Istimewa Yogyakarta, ditemukan indikasi kuat bahwa kebiasaan buruk oral menjadi salah satu pemicu utama kelainan tumbuh kembang gigi dan wajah anak.

Penanggung jawab Klinik Kebiasaan Oral FKG UGM, drg. Anrizandy Narwidina, M.DSc., Sp.KGA., Ph.D menegaskan pentingnya mentransformasikan hasil penelitian akademik menjadi aplikasi praktis yang berdampak langsung pada masyarakat. “Acara hari ini merupakan roadshow launching pertama kami untuk aplikasi MyOFunCare. Aplikasi ini berbasis data yang dikembangkan dari kajian epidemiologi mendalam pada sekitar 9.000 siswa TK. Hasil riset kami yang telah dipublikasikan secara internasional dan dipresentasikan di level nasional melalui Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia menunjukkan bahwa kasus oral bad habit di DIY memerlukan penanganan serius. Tantangan utama yang kami hadapi adalah domain of knowledge. Informasi mengenai gangguan oromotor dan dampaknya selama ini terbilang eksklusif bagi kalangan dokter. Melalui aplikasi ini, kami mengemas materi medis menjadi bentuk yang mudah dicerna (easy bite-size knowledge) menggunakan panduan visual interaktif. Orang tua dapat langsung mengenali apakah anak bernapas lewat mulut atau memiliki pola gigitan abnormal, sehingga mereka tahu kapan harus membawa anak ke fasilitas rujukan tingkat lanjut. Tujuan utama aplikasi ini adalah untuk menjembatani gap di masyarakat. Selama ini pengetahuan mengenai kebiasaan buruk mulut dan risikonya eksklusif milik dokter gigi. Melalui MyOFunCare, kami meramunya menjadi sajian visual yang ramah dan mudah dipahami (easy bite-size knowledge). Orang tua bisa mendeteksi dini apakah anaknya mengalami kebiasaan seperti bernapas lewat mulut, serta tahu ke mana harus merujuk anak jika membutuhkan penanganan lebih lanjut.” papar drg. Sandy.

Sementara itu, Project PIC MyOFunCare dari PT. Curagi Global Informatika (CGI) Almamifta Aurel Noviatri, S.H.G perwakilan dari tim pengembang PT Curagi menekankan keunggulan dan kepraktisan aplikasi ini bagi para wali murid. “Aplikasi ini hadir sebagai bentuk integrasi media digital untuk mempermudah orang tua melakukan skrining mandiri dan pemantauan tumbuh kembang gigi anak secara mobile. Selain skrining, MyOFunCare juga dilengkapi dengan layanan telemedicine gratis. Jadi wali murid bisa langsung berkonsultasi secara online dengan dokter gigi di mana saja terkait keluhan atau hasil skrining anak.” tutur salma Perwakilan Pengembang PT Curagi

Sosialisasi ini disambut antusias oleh para wali murid TK ABA Gedongtengen. Ibu Rosita dan Ibu Ika, dua orang tua siswa yang hadir, mengaku mendapatkan wawasan baru yang sebelumnya tidak pernah mereka sadari. “Saya baru tahu kalau kebiasaan anak suka menggigit baju atau mengisap jempol itu ternyata berdampak tidak baik untuk jangka panjang. Dengan adanya sosialisasi dan aplikasi ini, kami sebagai orang tua jadi lebih paham. Alhamdulillah, hari ini ilmu kami bertambah. Kegiatan seperti ini sangat perlu untuk terus ditingkatkan.” Ibu Rosita & Ibu Ika (Wali Murid TK ABA Gedongtengen)
Apresiasi senada disampaikan oleh Sekolah TK ABA Gedongtengen. Pemeriksaan mendalam yang dibawa oleh perguruan tinggi dinilai memberikan kontribusi nyata yang jauh melampaui fasilitas pelayanan kesehatan primer rutin. “Kami sangat bersyukur atas kedatangan tim FKG UGM. Jika biasanya pemeriksaan dari Puskesmas hanya berfokus pada penanganan gigi berlubang atau latihan menggosok gigi, kehadiran program MyOFunCare ini memberikan wawasan yang jauh lebih spesifik mengenai tumbuh kembang organ mulut anak. Edukasi ini sangat dibutuhkan oleh para orang tua.” Jumidah, S.Pd Kepala TK ABA Gedongtengen.

Melalui peluncuran MyOFunCare, FKG UGM berhasil membuktikan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat berbasis riset terapan. Kegiatan ini terselenggara atas peraihan pendanaan hibah Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Skema Terapan 2026, capaian prestasi ini tak lepas dari sinergitas seluruh dosen & tenaga kependidikan Departemen IKGA FKG UGM. Diharapkan roadshow sosialisasi aplikasi ini dapat terus diperluas ke berbagai wilayah, sehingga angka deteksi dini oral bad habit pada anak dapat ditingkatkan secara signifikan sejak usia prasekolah.
(Reporter & Foto: Andri Wicaksono)