Berita

/

Artikel, Berita Terbaru

Pengaruh Merokok terhadap Keparahan Penyakit Periodontal

Merokok merupakan faktor risiko utama dalam perkembangan penyakit periodontal. Baik rokok konvensional maupun rokok elektrik mengandung nikotin dan zat lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status kebersihan gigi-mulut dan kesehatan periodontal antara perokok konvensional dan perokok elektrik.

Penelitian Terkait

Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Angguningtyas W, dengan bimbingan Dr. drg. Sri Widiati, MPH. dan Dr. drg. Bambang Priyono, SU. yang berjudul “Perbedaan Status Kebersihan Gigi-Mulut dan Kesehatan Periodontal Antara Perokok Konvensional dan Elektrik” merupakan studi observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari 110 responden, yaitu 60 perokok konvensional dan 50 perokok elektrik. Variabel yang diukur meliputi:

  • Status Kebersihan Gigi-Mulut: Diukur menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S).
  • Kesehatan Periodontal: Diukur dengan Bleeding on Probing (BOP) dan Probing Pocket Depth (PPD).

Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi α < 0,05.

Hasil Penelitian

  • Status Kebersihan Gigi-Mulut: Median skor OHI-S pada perokok konvensional adalah 2,7, sedangkan pada perokok elektrik adalah 2,2. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok.
  • Kesehatan Periodontal:
    • BOP: Median skor BOP pada perokok konvensional adalah 36%, sedangkan pada perokok elektrik adalah 35%. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0,750, yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok.
    • PPD: Median skor PPD pada perokok konvensional adalah 3,2 mm, sedangkan pada perokok elektrik adalah 3,1 mm. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0,765, yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok.

***

Perokok konvensional memiliki status kebersihan gigi dan mulut yang lebih buruk dibandingkan dengan perokok elektrik, sedangkan kedua kebiasaan merokok tersebut menunjukkan kesehatan periodontal yang meliputi perdarahan gingiva dan kedalaman poket yang sama buruknya.

Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Angguningtyas W, dengan bimbingan Dr. drg. Sri Widiati, MPH. dan Dr. drg. Bambang Priyono, SU. menunjukkan bahwa meskipun perokok elektrik memiliki kebersihan gigi dan mulut yang lebih baik dibandingkan perokok konvensional, kedua kelompok tetap memiliki masalah kesehatan periodontal yang serupa. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan dampak merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut serta pentingnya menjaga kebersihan gigi secara rutin.

Referensi
Angguningtyas W, Dr. drg. Sri Widiati, MPH; Dr. drg. Bambang Priyono, SU., PERBEDAAN STATUS KEBERSIHAN GIGI-MULUT DAN KESEHATAN PERIODONTAL ANTARA PEROKOK KONVENSIONAL DAN ELEKTRIK, https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/191551

Penulis: Rizky B. Hendrawan | Foto: Freepik

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
27 Februari 2026

Departemen Radiologi Kedokteran Gigi FKG UGM Siap Dukung Ekspansi Pengembangan Layanan RSA UGM

27 Februari 2026

Dua Tim FKG UGM Borong Juara di IMUNITY 2026, Wujud Ketangguhan Akademik FKG UGM di Kancah Nasional

23 Februari 2026

Prodi Kedokteran Gigi UNP Belajar ke FKG UGM: Merintis Prodi Kedokteran Gigi dengan Semangat Tak Kunjung Padam

id_ID