Berita

/

Berita Terbaru

Pengabdian Masyarakat FKG UGM Hadir di Festival Budaya Warga 2026, Dorong Kesadaran Kesehatan Gigi & Mulut Masyarakat

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut terus dilakukan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan warga. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) akan menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gigi dalam rangkaian Festival Budaya Warga 2026 yang berlangsung di GIK UGM, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut tidak sekadar menghadirkan pemeriksaan kesehatan gigi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh penanganan awal terhadap sejumlah permasalahan gigi dan mulut. Agenda utama yang disiapkan berupa screening kesehatan gigi dan tindakan sederhana, dengan melibatkan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), residen, dokter gigi muda atau koas, serta asisten operator.

Menjembatani Pemeriksaan dan Penanganan

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan dibagi menjadi dua shift. Shift pertama berlangsung pukul 08.00–11.00 dengan DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien) Dr. drg. Vincensia Maria Karina, MDSc., SpPerio(K) dan residen drg. Camelia Devi Puspita, MDSc. Pemeriksaan dilakukan oleh drg. Sofiana Aida Nurjanah (residen periodonsia), beserta koas FKG UGM Della Purnama, dan Dyah Nuraerni, dengan dukungan Iqlima Laura Evelin Salsabil dan Rorencia Henshevanya sebagai asisten operator.

Sementara itu, shift kedua berlangsung pukul 11.00–14.00 dengan DPJP drg. Pribadi Santosa, MS., Sp.KG., Subsp KR dan residen drg. Hadziq Pohan. Tim pemeriksa terdiri atas Valentina Christine, Jihan Raissa, dan Shinta Olivia S., dibantu Emmily Martha Renaunia serta Raisha Aulia Zahra.

Pembagian tersebut menunjukkan bahwa pelayanan dirancang dengan alur kerja yang terstruktur. Masyarakat terlebih dahulu menjalani screening untuk mengetahui kondisi kesehatan giginya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, pasien yang memenuhi kriteria dapat diarahkan untuk mendapatkan tindakan ringan.

Pendekatan semacam ini penting karena pemeriksaan kesehatan tidak berhenti pada proses menemukan masalah. Hasil screening menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya sehingga pelayanan dapat memberikan manfaat yang lebih konkret bagi peserta.

Menargetkan Puluhan Warga

Kegiatan ini menargetkan 94 peserta pemeriksaan gigi yang akan disinergikan dengan puskesmas setempat. Dengan pembagian tersebut, target screening dari tim FKG UGM diperkirakan mencapai sekitar 50 pasien.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang bukan sebagai layanan simbolis, melainkan sebagai intervensi kesehatan dengan sasaran yang cukup jelas. Kehadiran tenaga kesehatan gigi di tengah kegiatan masyarakat juga membuka peluang bagi warga yang mungkin belum menjadikan pemeriksaan gigi sebagai bagian rutin dari pemeliharaan kesehatan.

Lebih jauh, screening dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran bahwa persoalan kesehatan gigi sebaiknya dikenali sedini mungkin. Keluhan yang tampak sederhana dapat membutuhkan penanganan apabila dibiarkan, sementara pemeriksaan langsung memberikan kesempatan untuk memperoleh gambaran kondisi gigi secara lebih objektif.

Tidak Berhenti pada Screening

Salah satu aspek penting dalam kegiatan tersebut adalah adanya tindakan ringan berupa scaling dan penambalan. Tindakan ini akan dilakukan oleh residen dan dibatasi sekitar 4–5 pasien pada setiap shift. Tim juga diminta membantu proses screening untuk menentukan peserta yang akan mendapatkan tindakan.

Pembatasan jumlah tindakan menunjukkan adanya pertimbangan terhadap kapasitas pelayanan dan waktu yang tersedia. Dengan demikian, screening memiliki fungsi strategis untuk menentukan prioritas pasien yang membutuhkan tindakan lebih lanjut.

Model pelayanan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara berbagai unsur tenaga kesehatan. Dokter penanggung jawab, residen, koas, dan asisten operator memiliki peran yang saling melengkapi dalam memastikan rangkaian pelayanan berjalan sesuai kebutuhan pasien.

Pengabdian yang Mendekatkan Layanan kepada Warga

Kegiatan di GIK UGM ini membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar pelayanan kesehatan gigi. Pengabdian kepada masyarakat pada dasarnya menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan akademik dan kebutuhan nyata warga.

Festival budaya menjadi konteks yang menarik. Ketika edukasi dan pelayanan kesehatan hadir di ruang publik yang juga menjadi tempat interaksi sosial dan kebudayaan, pesan mengenai kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dan tidak selalu terasa formal.

Di sisi lain, kegiatan ini juga memberikan pengalaman lapangan bagi para koas dan residen. Mereka tidak hanya berhadapan dengan aspek klinis, tetapi juga dengan kebutuhan komunikasi, koordinasi, dan pelayanan masyarakat.

(Reporter & Foto: Andri Wicaksono)

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
31 Agustus 2026

3 Dosen FKG UGM Sebagai Invited Speaker, Perkuat Riset Biomedical Engineering di ICIBEL 2026 Malaysia

31 Agustus 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan Universitas Bosowa, Siapkan Fakultas Kedokteran Gigi, Perkuat Kesehatan Gigi & Mulut Indonesia Timur

28 Agustus 2026

Mahasiswa FKG UGM Kembangkan PRIME sebagai Media Pembelajaran Pencabutan Gigi Realistis

id_ID