Berita

/

Berita Terbaru

Kisah drg. Adinda, Alumni FKG UGM Ikuti Program Penugasan Khusus Kemenkes RI di NTT

Menjalani pengabdian di dunia kesehatan, terutama di daerah terpencil, bukanlah perjalanan yang mudah. Bagi drg. Maria Rosari Adinda, alumni Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM angkatan 2015, perjalanan ini mencerminkan dedikasi dan semangat untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Saat ini, dokter gigi yang akrab disapa Adinda ini tengah mendedikasikan ilmunya di UPTD Puskesmas Dentang, Kecamatan Ndosso, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setelah menyelesaikan studi profesinya pada tahun 2021, Adinda kembali dan memulai karier di kota asalnya, Temanggung, Jawa Tengah. Namun, panggilan dari hati dan jiwanya muncul ketika ia menyadari realita di tanah air. “Saya menyadari bahwa persebaran tenaga dokter gigi di Indonesia saat ini belum merata, terutama di wilayah bagian Timur,” ungkapnya dalam sebuah video yang ditampilkan pada upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Gigi Baru yang berlangsung di Lantai 1 Gedung Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Selasa (23/6).

Keinginan besar dan tekad yang kuat untuk berkontribusi dalam pemerataan medis itulah yang memotivasi Adinda untuk mengambil langkah besar. Pada tahun 2023, ia resmi bergabung dalam program Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI untuk ditempatkan di pelosok NTT.

Perjalanan menuju tempat tugas barunya membuat Adinda menyadari pentingnya kondisi fisik yang baik. Ia harus terbang selama 3 jam menuju Labuan Bajo, kemudian melanjutkan perjalanan darat selama 4 jam untuk tiba di Kecamatan Ndosso. Setelah itu, tantangan infrastruktur terus menantinya setiap hari. Puskesmas Dentang melayani 8 desa, dan hampir seluruh aksesnya dalam keadaan rusak, berbatu, dan berlumpur. Saat memberikan pelayanan luar gedung seperti Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS), ia dan tim harus menghadapi medan yang sulit dan terjal selama 30 menit hingga 1 jam lamanya.

Selain kendala geografis, Adinda juga menemukan perbedaan budaya dan bahasa dengan warga lokal. Menariknya, tantangan ini justru menginspirasi inovasinya. “Perbedaan bahasa mendorong saya untuk menyusun buku panduan kesehatan gigi dan mulut dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Manggarai. Dengan inovasi ini, edukasi promosi kesehatan, khususnya kepada anak-anak, dapat tersampaikan dengan baik tanpa terhalang bahasa,” jelasnya.

Kegigihan Adinda membuahkan hasil. Semua kelelahan selama perjalanan terbayar ketika melihat senyum dan sambutan hangat anak-anak sekolah di sana. Rasa cinta pada masyarakat lokal membuatnya mengambil keputusan besar setelah kontrak 2 tahunnya dengan Kemenkes RI berakhir pada tahun 2025. Mengingat tingginya beban penyakit gigi dan kebutuhan masyarakat setempat, Adinda memilih untuk tetap di tempat yang sama dan melanjutkan pengabdiannya melalui kontrak dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Barat. Selain bertugas sebagai tenaga kesehatan, ia juga berkesempatan untuk melihat keindahan alam di Kabupaten Manggarai Barat. Beberapa wisata unggulan yang menjadi kebanggaan Kabupaten Manggarai Barat antara lain: Taman Nasional Komodo, Pulau Padar, dan Pink Beach.

Di akhir cerita, Adinda membagikan pesan dan motivasi kepada dokter gigi baru yang baru saja dilantik di GSP UGM. Ia menekankan pentingnya bagi lulusan muda untuk berani keluar dari zona nyaman dan tidak takut menghadapi tantangan dalam pengabdian yang sebenarnya.

Menurutnya, pengalaman di daerah terpencil justru membentuk karakter tenaga medis menjadi lebih baik. “Banyak nilai kehidupan yang saya pelajari di sana, mulai dari resiliensi, adaptasi, dedikasi, hingga integritas. Apa pun jalan yang akan teman-teman pilih nantinya, semoga selalu diberikan kesehatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas agar senantiasa memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Adinda.

Penulis: Hazra Alifia Muharam
Foto: Tangkapan Video drg. Maria Rosari Adinda

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
24 Juni 2026

Pembukaan Pelatihan Kompetensi Dokter Gigi Bidang Implan di FKG UGM

23 Juni 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan SMA IT Al Azhar Jambi

19 Juni 2026

Komunikasi Inklusif Bukan Sekadar Pilihan Kata, Tapi Komitmen Membuka Akses bagi Semua

id_ID