Berita

/

Artikel, SDG 3, SDG 4, SDG 9

Jahitan yang Menentukan Nasib Implan Gigi

Pemasangan implan gigi kerap dianggap selesai begitu sekrup titanium tertanam di dalam tulang rahang. Padahal, justru di momen sesudahnya, ketika jarum dan benang mulai bekerja menutup jaringan lunak, nasib implan itu sesungguhnya baru ditentukan.

drg. Pingky Krisna Arindra, Sp.B.M.MF, spesialis bedah mulut dan maksilofasial, menyuarakan peringatan yang selama ini jarang terdengar di ruang operasi: teknik suturing pascaoperasi implan bukan pekerjaan sampingan. Ia adalah penentu utama keberhasilan jangka panjang.

“Jangan sampai setelah pemasangan implant, jahitannya lepas, kemudian terjadi infeksi, bahkan berujung pada peri-implantitis. Di sinilah pentingnya teknik suturing yang benar.” — drg. Pingky Krisna Arindra, Sp.B.M.MF

Ketika Luka Terlalu Tegang, Tulang Ikut Menanggung

Prinsip paling mendasar dalam penjahitan pascaimplan adalah tension-free closure: aproksimasi jaringan yang rapat, tetapi bebas dari tekanan berlebihan. Kedengarannya sederhana. Namun dalam praktik, penutupan luka yang terlalu ketat justru memicu jaringan untuk terbuka kembali, memperlambat penyembuhan, bahkan memicu kehilangan tulang di sekitar implan.

Kondisi seperti inilah yang sering disalahalamatkan. Kegagalan implan yang selama ini dituduhkan pada kualitas material atau kompatibilitas biologis, ternyata banyak yang berakar pada hal lebih mendasar: stabilitas flap yang tidak terjaga dan pola jahitan yang kurang tepat.

Bukan Sekadar Benang Biasa

Hal lain yang sering diremehkan adalah pemilihan benang. Setiap jenis benang memiliki karakteristik berbeda seperti daya tahan mekanis, kemampuan resorpsi, dan respons jaringan terhadapnya. Memilih benang yang salah bisa memicu iritasi lokal atau kegagalan stabilisasi flap, dua kondisi yang sama-sama merugikan proses osseointegrasi.

drg. Pingky menegaskan bahwa ketebalan jaringan, lokasi operasi, dan kebutuhan estetik harus menjadi pertimbangan sebelum benang dipilih. Tidak ada satu jenis benang yang cocok untuk semua situasi.

Pesan yang dibawa oleh drg. Pingky melampaui teknis bedah semata. Ia mengingatkan bahwa keterampilan suturing adalah yang membedakan implan yang bertahan puluhan tahun dari implan yang gagal jauh sebelum waktunya. Sebuah pengingat bahwa dalam kedokteran gigi, ketelitian di momen terakhir sering kali lebih menentukan dari semua yang sudah dikerjakan sebelumnya.

Penulis:Nanda Ayu

Sumber gambar:Google Chrome

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
2 Juli 2026

Ketika Klopidogrel Membuat Luka Tak Mau Berhenti Berdarah

2 Juli 2026

Ketika Gigi Susu Patah: Pulpektomi Vital Selamatkan Senyum Anak 4 Tahun

2 Juli 2026

Mulut yang Tak Bisa Menutup: Ketika Alat Sederhana Bisa Mengubah Tumbuh Kembang Wajah Anak

id_ID