Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) resmi membuka rangkaian International Dental Summer Course 2026 yang berlangsung secara daring pada 7–10 Juli 2026 dan dilanjutkan dengan sesi luring di Yogyakarta pada 13–17 Juli 2026. Salah satu sesi pembuka menghadirkan pakar kesehatan gigi global, Dr. Julian Fisher, BDS., MSc., MIH, yang menyampaikan kuliah bertajuk “Dentistry in a Changing World: From Inertia to Action”.
Dalam paparannya, Dr. Julian Fisher, BDS., MSc., MIH dari University of Pennsylvania, menekankan bahwa dunia kedokteran gigi tidak lagi dapat berjalan dengan paradigma lama. Menurutnya, perubahan iklim, krisis lingkungan, pandemi, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga ketimpangan akses pelayanan kesehatan telah mengubah lanskap pelayanan kesehatan gigi di seluruh dunia.
“Dunia sedang berubah dengan sangat cepat. Kedokteran gigi tidak bisa lagi bekerja dalam ruang yang terpisah dari persoalan global. Kita harus bergerak dari sekadar memahami masalah menuju tindakan nyata yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkap Dr. Fisher, BDS., MSc., MIH.
Sebagai akademisi yang aktif di bidang Global Oral Health & Planetary Health, Dr. Fisher, BDS., MSc., MIH, menjelaskan bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem kesehatan global. Ia mengajak para mahasiswa, akademisi, maupun praktisi kedokteran gigi untuk mulai memandang kesehatan secara lebih luas, dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, lingkungan, hingga kebijakan publik yang memengaruhi kesehatan masyarakat.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak mengidentifikasi berbagai tantangan kesehatan gigi di Indonesia melalui diskusi interaktif. Hasilnya menunjukkan bahwa rendahnya literasi kesehatan gigi masyarakat serta keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan masih menjadi persoalan utama. Namun, menurut Dr. Fisher, BDS., MSc., MIH ,tantangan tersebut harus dipahami dalam konteks yang lebih besar, termasuk dampak perubahan iklim, ,krisis air bersih, migrasi penduduk, konflik global, hingga transformasi digital.

Ia juga menyoroti pentingnya peran dokter gigi sebagai advokat kesehatan, bukan hanya sebagai tenaga klinis. Dokter gigi dinilai perlu terlibat dalam penyusunan kebijakan kesehatan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pelayanan kesehatan gigi yang berkelanjutan, inklusif, dan ramah lingkungan.
Selain itu, Dr. Fisher, BDS., MSc., MIH, menegaskan bahwa konsep Planetary Health harus menjadi bagian dari pendidikan kedokteran gigi masa depan. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali kemampuan kepemimpinan, diplomasi kesehatan, dan pemikiran sistem agar mampu menghadapi berbagai tantangan kesehatan global yang semakin kompleks.
Penyelenggaraan International Dental Summer Course 2026 menjadi wadah kolaborasi internasional yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman serta memperkuat kerja sama di bidang kesehatan gigi. Melalui forum ini, FKG UGM menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kedokteran gigi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus responsif terhadap isu-isu kesehatan global.
(Reporter: Nanda Ayu, Any, Andri Wicaksono, Foto: tangkapan layar zoom meeting)