Berita

/

Berita Terbaru

Inovasi Periodonsia FKG UGM Wujudkan Kolaborasi Kedokteran Gigi Modern

Semangat inovasi & kolaborasi lintas disiplin menjadi sorotan utama dalam Simposium Dies Natalis ke-78 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, yang digelar pada 18 April 2026. Mengusung tema “Beyond the Gingiva: How Modern Periodontal Innovations Elevate Multidisciplinary Clinical Solutions”, forum ilmiah ini menegaskan peran strategis periodonsia sebagai tulang punggung solusi klinis kedokteran gigi masa depan.

Materi yang disajikan oleh drg. Vincensia Maria Karina, MDSc., Sp.Perio  menghadirkan berbagai terobosan mutakhir, mulai dari rekayasa jaringan berbasis teknologi cetak 3D hingga integrasi kecerdasan buatan dalam diagnosis. Inovasi-inovasi tersebut tidak hanya memperkuat stabilitas struktural dan homeostasis biologis jaringan periodontal, tetapi juga meningkatkan aspek estetika pasien secara menyeluruh.

drg. Viki, begitu akrab disapa menekankan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah paradigma perawatan periodontal dari sekadar kuratif menjadi regeneratif dan presisi tinggi.

“Kini kita tidak lagi hanya mengobati kerusakan jaringan, tetapi mampu meregenerasi dengan pendekatan yang sangat personal. Teknologi seperti 3D-printed scaffold memungkinkan terapi yang benar-benar disesuaikan dengan morfologi pasien,” ujarnya.

Teknologi 3D-printed personalized scaffolds menjadi salah satu sorotan penting. Dengan memanfaatkan data radiografi CBCT pasien, scaffold dapat dirancang secara presisi untuk mengikuti bentuk defek tulang. Material ini bahkan dapat dikombinasikan dengan growth factor maupun stem cell, sehingga mempercepat proses regenerasi jaringan secara signifikan dibandingkan metode konvensional.

Tak hanya itu, pengembangan smart biomaterials dengan sistem controlled release membuka peluang baru dalam terapi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Inovasi ini memastikan zat aktif dilepaskan secara terkontrol, meningkatkan keberhasilan penyembuhan jaringan periodontal.

Dalam paparannya, drg. Viki juga menyoroti pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam praktik klinis modern.

“Periodonsia tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi dengan ortodonsia, endodonsia, bahkan bidang sistemik dan radiologi menjadi kunci untuk menghasilkan solusi yang komprehensif bagi pasien,” jelasnya.

Kolaborasi tersebut kini semakin diperkuat dengan integrasi teknologi digital. Penggunaan Digital Periodontal Charting, sistem penilaian risiko berbasis daring, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam analisis radiografi, menjadi bagian dari transformasi besar menuju kedokteran gigi berbasis data.

Lebih jauh, inovasi seperti terapi periodontal berbantuan laser dan eksplorasi penggunaan robot dalam bedah periodontal menunjukkan arah masa depan yang semakin canggih dan minim invasif.

Momentum Dies Natalis ke-78 ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan panjang FKG UGM sejak berdiri pada 1948, namun menjadi penegasan komitmen institusi dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan gigi di Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar nyata berdampak pada kualitas hidup masyarakat,” tutur drg. Viki

Materi dari periodonsia ini menjadi ruang strategis bagi akademisi, klinisi, dan peneliti untuk merumuskan masa depan kedokteran gigi yang lebih adaptif, kolaboratif.

(Reporter: Andri Wicaksono, S.Sos., M.I.Kom., Fotografi: Fajar Budi Harsakti, SE)

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
29 April 2026

Mulai Mei 2026, UGM Digitalisasi Pantauan Sampah Lewat Teknologi IoT

28 April 2026

FKG UGM Berikan Layanan Gigi Gratis untuk 70 Warga di Kawasan Pantai Baron

27 April 2026

Tinjau Pelaksanaan UTBK 2026, Rektor UGM Apresiasi Kesiapan Infrastruktur di FKG UGM

id_ID