Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) kembali melangsungkan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah dokter gigi periode September 2026. Prosesi khidmat ini diselenggarakan pada Rabu, (16/09/2026), bertempat di Grha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pada periode ini, terdapat 38 dokter gigi baru secara resmi dilantik dan diambil sumpahnya setelah berhasil menuntaskan seluruh tahapan pendidikan akademik dan kurikulum profesi klinis yang penuh tantangan.
Upacara pelantikan tersebut dihadiri oleh jajaran penting universitas dan fakultas, antara lain Rektor Universitas Gadjah Mada atau yang mewakili, Ketua Senat FKG UGM Prof. Dr. drg. Ahmad Syaify, Sp.Perio, Subsp. RPID (K), FISID, Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., beserta para Wakil Dekan FKG UGM. Turut hadir pula Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UGM Prof. Soedomo, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) DIY, Perwakilan KAGAMA, para Ketua Departemen, pimpinan program studi, rohaniwan, serta para orang tua dan keluarga pendamping lulusan.
Dengan bertambahnya 38 lulusan baru ini, FKG UGM mencatat total akumulasi lulusan dokter gigi sejak berdirinya fakultas hingga 16 September 2026 mencapai 5.605 orang. Momentum pelantikan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan akademik, tetapi juga penanda dimulainya babak baru pengabdian para dokter gigi muda dalam menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.
Sebagai wujud apresiasi atas dedikasi dan keunggulan akademik para lulusan, acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan khusus oleh Ketua Program Studi Profesi Dokter Gigi.
1. Peraih Dentistry Awards Periode September 2026
- Juara 1: drg. Rafidah Kemala Dewi
- Juara 2: drg. Maria Bonita Cerebrina Humani
- Juara 3: drg. Maria Bonita Cerebrina Humani
2. Penghargaan Peringkat 10 Besar Ujian Kompetensi Nasional (UKOMNAS) Penghargaan prestisius diberikan kepada para dokter gigi baru yang berhasil mengharumkan nama almamater dengan menembus jajaran 10 Besar Nasional dalam Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKOMNAS):
- Peringkat 2 Nasional: drg. Nadine Mutiara Wibowo
- Peringkat 3 Nasional: drg. Elissa
- Peringkat 10 Nasional: drg. Florentina Laura Satriavi
Capaian gemilang ini membuktikan kualitas pendidikan serta kesiapan para lulusan FKG UGM dalam bersaing di tingkat nasional.

Mengawali sesi sambutan, drg. Nadin Mutiara Wibowo tampil menyampaikan pesan dan kesan mewakili 38 sejawat dokter gigi yang baru dilantik. Dalam orasinya yang menyentuh, ia menekankan bahwa pencapaian gelar dokter gigi hari ini bukanlah sekadar simbol kelulusan akademis, melainkan penerimaan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan masyarakat.
“Hari ini kita hadir bersama keluarga dan support system yang menjadi saksi perjalanan kita sekaligus pilar pendukung yang senantiasa menguatkan. Menjadi dokter gigi sejatinya bukan tentang mendapatkan sebuah gelar, melainkan tentang menerima amanah dari Allah SWT untuk menggunakan ilmu yang telah kita pelajari dengan sebaik-baiknya dan mempertanggungjawabkannya kelak.” tutur drg. Nadin
drg. Nadin mengenang masa-masa sulit yang harus dilewati selama menjalani pendidikan profesi klinis (koas). Ia menceritakan perjuangan mencari pasien, berburu ketersediaan dental unit, masa-masa menunggu kepastian pasien, hingga revisi laporan pekerjaan yang seolah tiada henti. Namun, seluruh dinamika tersebut membentuk ketangguhan dan kedewasaan para lulusan. Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada para dosen pembimbing, jajaran civitas akademika FKG UGM, RSGM Prof. Soedomo, para pasien klinis yang telah mempercayakan perawatannya, serta doa tanpa putus dari orang tua.
Sesi berikutnya diisi dengan pemutaran video persembahan dan pemaparan pengalaman dari drg. Anissa Octaviani, alumni FKG UGM angkatan 2018 yang lulus profesi tahun 2025. drg. Anissa membagikan pengalamannya saat menjalankan program penugasan internship Kementerian Kesehatan di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), tepatnya di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Dalam pemaparannya yang inspiratif, drg. Anissa menceritakan tantangan pelayanan medis di daerah kepulauan. Ia menyaksikan langsung bagaimana masyarakat pulau harus mempertaruhkan nyawa berlayar mengarungi ombak berjam-jam demi mendapatkan akses perawatan gigi dasar di RSUD atau Puskesmas.
“Di Pangkep, saya berusaha mengaplikasikan ilmu dan keterampilan klinis terbaik yang saya dapatkan dari FKG UGM. Pengalaman menaiki ambulans, memberi edukasi ke posyandu, hingga menghadapi keterbatasan fasilitas mengajarkan saya arti penting adaptasi dan empati. Sebagai alumni UGM, kita adalah representasi almamater. Ingatlah sumpah profesi kita untuk selalu memperlakukan sejawat dan masyarakat dengan adab dan etika terbaik.” Jelas seru drg. Annisa Oktaviani

Mewakili para orang tua dan wali dokter gigi baru disampaikan oleh alumni FKG UGM angkatan 1984, drg. Diah Puspita Dewi, M.Kes, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang selama 10 tahun. Beliau mengungkapkan rasa haru dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran pengajar dan pengelola fakultas atas dedikasi dalam membimbing putra-putri mereka hingga meraih gelar profesi.
Beliau mengingatkan para lulusan bahwa tantangan di lapangan sangat beragam, mulai dari fasilitas puskesmas yang belum lengkap hingga kondisi geografis di daerah terpencil. Namun, dengan bekal keilmuan dan pengalaman pengabdian masyarakat yang ditanamkan oleh FKG UGM, beliau meyakini lulusan UGM akan selalu mampu menempatkan diri dan memberikan kontribusi terbaik di mana pun ditugaskan.

Ketua Pengwil PDGI DIY, drg. Henny Primasari, secara resmi menyambut kedatangan 38 dokter gigi baru ke dalam wadah organisasi profesi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Dalam sambutannya, drg. Henny menekankan bahwa lafal sumpah yang baru saja diucapkan bukanlah seremonial belaka.
“Sumpah yang Saudara ucapkan hari ini adalah janji moral yang akan Saudara bawa sepanjang perjalanan profesi. Ketika suatu hari Saudara menghadapi situasi yang sulit dan diuji integritasnya, ingatlah kembali sumpah hari ini. Selamat datang di keluarga besar PDGI, rumah bersama untuk menjaga martabat profesi, meningkatkan kompetensi, dan mengabdi demi bangsa.” Sambut drg. Henny Primasari
drg. Henny menutup sambutannya dengan memberikan apresiasi tinggi kepada para orang tua serta mengakhiri orasinya melalui bait pantun hangat yang mengajak para lulusan baru untuk mengabdi dengan sepenuh hati bagi Indonesia.
Puncak acara ditandai dengan pidato pengarahan dari Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. Mengawali pidatonya, Prof. Suryono menegaskan bahwa kelulusan para dokter gigi baru ini patut disyukuri secara mendalam di tengah berbagai dinamika kebijakan pendidikan tinggi nasional.
Poin utama yang ditekankan oleh Dekan adalah pentingnya Kesehatan Spiritual bagi seorang tenaga medis. Menurutnya, di era saat ini banyak orang sehat secara fisik dan jasmani, tetapi mengalami ‘sakit’ secara spiritual sehingga rentan melanggar etika, hukum, dan integritas.
“Sumpah profesi adalah tanggung jawab spiritual di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Lulusan FKG UGM tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademis, tetapi harus memiliki kapabilitas yang dilandasi oleh karakter dan kesehatan spiritual yang kuat.
- Kejujuran adalah kesatuan antara suara hati dan ucapan lisan.
- Komitmen adalah kesatuan antara ucapan dan tindakan.
- Integritas adalah keselarasan utuh antara suara hati, lisan, dan perbuatan. Saya tidak ingin bertemu dengan alumni FKG UGM dalam ruang sidang pelanggaran disiplin dan etika profesi. Jaga nama baik almamater dengan kejujuran dan integritas tinggi.”

Prof. Suryono juga menyoroti isu ketimpangan distribusi dokter gigi di Indonesia, di mana daerah luar Jawa dan wilayah DTPK masih sangat kekurangan tenaga medis gigi. Bahkan di Pulau Jawa seperti Jawa Barat, masih terdapat kekurangan sekitar 145 dokter gigi untuk Puskesmas. Beliau mendorong para lulusan baru untuk tidak ragu mengambil peran pengabdian di wilayah-wilayah binaan FKG UGM, seperti DIY, Jawa Tengah, hingga seluruh Pulau Kalimantan.

Segenap keluarga besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada mengucapkan selamat dan sukses kepada 38 dokter gigi baru. Selamat menempuh program internship dan mengabdi untuk melayani kesehatan masyarakat Indonesia dengan integritas, profesionalisme, dan jiwa kemanusiaan.
Reporter: Andri Wicaksono, Hazra, Anisa. Foto: Fajar Budi Harsakti)