Di tengah tuntutan peningkatan mutu riset dan relevansi pendidikan kedokteran gigi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember memperkuat kerja sama pengembangan biomedika sebagai ilmu dasar penopang kompetensi klinis.
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember (FKG UNEJ) memperkuat kerja sama strategis dalam pengembangan pendidikan dan riset biomedika kedokteran gigi. Penguatan ini diarahkan untuk menjawab tantangan mutu riset, relevansi pembelajaran, serta hilirisasi hasil penelitian di bidang kedokteran gigi.Kesepakatan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Departemen Biomedika FKG UGM, yakni: drg. Ruslin, M.Kes., Ph.D. Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes, Ph.D. drg. Nunuk Purwanti, M.Kes., Ph.D. drg. Aryan Morita, M.Kes., Ph.D. drg. Asikin Nur, M.Kes., Ph.D. Dr. drg. Anne Handrini Dewi, M.Kes. drg. Ivan Arie Wahyudi, M.Kes., Ph.D. & drg. Heribertus Dedy Kusuma Yulianto, M.Biotech., Ph.D. ke FKG UNEJ, pada 26 Januari 2026 diterima langsung oleh Dekan FKG UNEJ drg. Dwi Kartika Apriyono, M.Kes., Sp.OF(K) beserta jajarannya. Pertemuan ini melibatkan pimpinan fakultas dan dosen biomedika dari kedua institusi.
Dekan FKG UNEJ drg. Dwi Kartika Apriyono, M.Kes., Sp.OF(K), menyatakan bahwa kolaborasi riset menjadi kebutuhan mendesak di tengah tuntutan penguatan Tridharma Perguruan Tinggi. Menurut dia, kerja sama ini tidak berdiri sendiri, melainkan berada dalam payung kelembagaan yang telah diakui secara nasional.
“Riset menjadi program utama kami. Secara kelembagaan sudah ada payung hukum melalui AFDOKGI dan membuka peluang kolaborasi lintas institusi, termasuk dengan IPDG. Harapannya, kerja sama ini dapat berjalan konkret dan berkelanjutan,” ujar Dwi Kartika.

BIOMEDIKA SEBAGAI TULANG PUNGGUNG KOMPETENSI KLINIS
Kepala Departemen Biomedika FKG UGM drg. Ruslin, M.Kes., Ph.D., menegaskan bahwa biomedika merupakan core science yang menentukan kualitas kompetensi klinis lulusan dokter gigi. Ia menilai, penguatan riset biomedika menjadi kunci untuk menjembatani ilmu dasar dengan praktik klinik.
“Departemen klinis membutuhkan dukungan yang kuat dari biomedika. Evaluasi riset dan pembelajaran perlu terus dilakukan agar lulusan memiliki dasar ilmiah yang kokoh dan relevan dengan perkembangan ilmu,” kata Ruslin.
FKG UNEJ sendiri memiliki 22 dosen biomedika aktif yang tersebar dalam 11 bidang ilmu. Seluruh dosen diwajibkan tergabung dalam kelompok riset, dengan pemetaan keilmuan mengacu pada kebijakan fakultas dan universitas. Struktur ini dinilai menjadi modal penting untuk pengembangan riset kolaboratif.
DARI RISET TEMATIK HINGGA MOOC BIOMEDIKA
Dalam pertemuan tersebut, FKG UGM memaparkan pengembangan biomedika yang dibagi ke dalam tiga divisi dengan roadmap riset dan pengabdian yang jelas. Luaran riset tidak hanya diarahkan pada publikasi ilmiah, tetapi juga pada hilirisasi dan pemanfaatan hasil riset bagi masyarakat.
Di bidang pendidikan, kedua fakultas sepakat mengembangkan sistem pembelajaran berbasis topik, penyusunan Massive Open Online Course (MOOC) biomedika, serta evaluasi pembelajaran berbasis portofolio dan analisis hasil ujian. Selain itu, akan disusun academic pathway untuk memperkuat kesinambungan antara program sarjana dan profesi dokter gigi.

MENUJU FORUM BIOMEDIKA KEDOKTERAN GIGI NASIONAL
Peluang kolaborasi yang dibahas meliputi penelitian tematik bersama, penyusunan modul dan bahan ajar kolaboratif, hingga pembentukan Forum Komunikasi Biomedika Kedokteran Gigi Indonesia. Kerja sama ini tidak dibatasi pada jenjang sarjana, tetapi diperluas hingga program magister dan doktor.
Pertemuan tersebut menyepakati penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai payung hukum penguatan kolaborasi Tridharma antara FKG UGM dan FKG UNEJ. PKS ini akan mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di seluruh jenjang pendidikan.
Dengan penguatan kolaborasi ini, kedua fakultas berharap biomedika tidak hanya menjadi fondasi akademik, tetapi juga mesin penggerak inovasi kedokteran gigi nasional.
(Koresponden : drg. Ruslin, M.Kes., Ph.D, Fotografi: drg. Asikin Nur, M.Kes, Ph.D. Redaksi: Andri Wicaksono)