Berita

/

Berita Terbaru

FKG UGM Buka Pelatihan Advanced CBCT Batch 3

Integrasi Teknologi Pencitraan 3D & Kepatuhan Regulasi untuk Kedokteran Gigi Presisi

Perkembangan teknologi pencitraan digital di bidang kedokteran gigi terus mengalami lompatan eksponensial. Menjawab tantangan klinis yang semakin kompleks, Departemen Radiologi Kedokteran Gigi FKG UGM bersinergi dengan Interdisiplinary Dentistry Skills Development Center (iDSDC) resmi membuka Pelatihan Advanced,  Cone Beam Computed Tomography (CBCT) Batch 3 secara daring pada Senin, (7/9/2026).

Acara diawali dengan laporan dari drg. Isti Rahayu Suryani, M.Biotech., Sp.RKG, Subsp.RDP(K), Ph.D., selaku Ketua Panitia sekaligus Kepala Program Studi Radiologi Kedokteran Gigi FKG UGM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia. drg. Isti juga memaparkan kesiapan serta urgensi pelatihan berkelanjutan ini demi menjawab kebutuhan akan kompetensi interpretasi citra 3D yang tinggi di fasilitas kesehatan daerah.

“Pelatihan ini dirancang untuk membekali para dokter gigi spesialis dengan keterampilan mendalam, mulai dari pemahaman teknis akuisisi citra hingga interpretasi tingkat lanjut. Harapan kami, melalui pelatihan berkelanjutan ini, para spesialis mampu menghadirkan diagnosis yang presisi dan aman bagi pasien, sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu radiologi kedokteran gigi,” tutur drg. Isti.

Pelatihan yang diselenggarakan dengan dukungan Acteon Asia dan PT Dentalitis ini diikuti oleh 17 dokter gigi spesialis dari berbagai institusi pendidikan terkemuka dan faskes di seluruh Indonesia, termasuk Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Prof. Dr. Moestopo, Universitas Udayana, Universitas Mulawarman (UNMUL), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Mahasaraswati, serta praktisi dari Dentology Dental Clinic.

Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., menegaskan bahwa penguasaan teknologi tingkat tinggi harus berjalan selaras dengan kepatuhan hukum dan regulasi kesehatan. Mengingat IDSDC telah terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan RI, pelatihan berbobot 50 Jam Pelajaran (JPL) ini tidak hanya mengasah kompetensi teknis, tetapi juga menyalurkan Satuan Kredit Profesi (SKP) resmi bagi para peserta.

“Pemahaman mengenai integritas, etika, dan hukum sangat krusial dalam pelayanan kesehatan modern. Seluruh dokter gigi wajib memastikan bahwa izin operasional penggunaan alat radiologi terpenuhi secara sah melalui BAPETEN. Langkah ini berimplikasi langsung pada jaminan keselamatan pasien sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi tenaga medis dalam menjalankan praktik profesinya,” ujar Prof. Suryono.

Sebagai narasumber utama pada sesi awal pematerian, Dr. drg. Ike Dwi Maharti, Sp.KG., Subsp.K.E.(K). dari FKG UI turut memberikan pandangan klinisnya mengenai tantangan perawatan saluran akar dan kelainan periodontal. Beliau menggarisbawahi pentingnya pergeseran paradigma dari pencitraan dua dimensi menuju modalitas tiga dimensi dalam penanganan kasus kompleks.

“Pemanfaatan CBCT bukan lagi sekadar pilihan pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar pada kasus-kasus endodontik sulit seperti lesi kombinasi endo-perio, saluran akar kalsifikasi, hingga perforasi. Akurasi citra 3D memberikan gambaran riil anatomi yang tidak terlihat pada radiograf konvensional, sehingga kita dapat merencanakan perawatan yang jauh lebih terprediksi dan meminimalkan risiko kegagalan,” ungkap drg. Ike.

Selain fokus pada penanganan kasus lesi endo-perio, kurikulum pelatihan ini secara mendalam membekali spesialis radiologi kedokteran gigi dengan kemampuan analisis pra-implan. Melalui perangkat lunak CBCT, peserta dilatih mengukur densitas dan volume tulang rahang, memetakan batas anatomi kritis seperti kanalis mandibularis dan sinus maksilaris, hingga merancang digital surgical guide.

Teknologi panduan bedah digital (surgical guide) berbasis data voxel CBCT memungkinkan dokter bedah menempatkan implant fixture dengan keakuratan angulasi hingga hitungan milimeter. Pendekatan multidisiplin ini mengubah peran spesialis radiologi kedokteran gigi dari sekadar pembaca hasil citra radiografis menjadi mitra strategis dalam perencanaan perawatan digital yang holistik.

Penyelenggaraan pelatihan berkala ini menjadi bukti nyata komitmen FKG UGM dalam memperkecil kesenjangan penerapan teknologi kesehatan di Indonesia. Target yang  ditetapkan agar seluruh peserta mencapai tingkat kelulusan standar kompetensi minimal 80% pada aspek akuisisi citra, interpretasi volume 3D, serta penyusunan laporan radiologi interdisipliner.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan berdampak langsung pada penurunan tingkat kegagalan perawatan implan dan endodontik di fasilitas pelayanan kesehatan, sekaligus memperkuat kedudukan Indonesia dalam mengadopsi standar digital dentistry secara global.

(Reporter & Foto: Maria Shinta, Redaksi: Andri Wicaksono)

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
7 September 2026

Fakultas Kedokteran Gigi UGM Dampingi Dokter Gigi Muda Lewat Pembekalan Kerumahsakitan

7 September 2026

Pembekalan Bagian IKGM FKG UGM: Bekali Mahasiswa Koas Strategi Stase, Etika Profesi, dan Melek Regulasi Kesehatan

7 September 2026

Transformasi Digital Pendidikan Profesi, FKG UGM Gelar Pembekalan dan Pengenalan SIMASPRO bagi Mahasiswa Koas