Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) dalam ajang Lomba Cerdas Cermat IMUNITY 2026, kompetisi akademik skala nasional yang diselenggarakan oleh BEM KM FKG Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 7 Februari 2026.
Dalam kompetisi yang mempertemukan 10 tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi nasional tersebut, mahasiswa FKG UGM berhasil meraih Juara 2 dan Juara 3, sekaligus menunjukkan konsistensi kualitas akademik di tengah padatnya aktivitas klinik dan perkuliahan.
UJIAN INDIVIDU DALAM BALUTAN KERJA TIM
Berbeda dari lomba cerdas cermat pada umumnya, IMUNITY 2026 mengusung format kompetisi yang menuntut kekuatan individu sekaligus soliditas tim. Pada babak seleksi dan semifinal, setiap anggota tim diuji secara individual, sebelum akhirnya nilai mereka diakumulasi untuk menentukan langkah ke babak final.
Format ini menjadikan kompetisi bukan hanya ajang adu kekompakan, tetapi juga pengujian pemahaman personal yang mendalam.
“Tantangan terbesarnya ada pada manajemen waktu. Jadwal kami sering bertabrakan, sehingga lebih banyak belajar mandiri dibandingkan diskusi bersama,” ungkap Yahya Adinugraha Mumtaz (Koas 82).
Ia menambahkan, ketatnya persaingan dari tim-tim perguruan tinggi lain mendorong mereka untuk tampil maksimal di setiap babak. Berikut mahasiswa FKG UGM yang berhasil mengukir prestasi:
Juara 2: Kiane Plano Jayatara (Koas 86), Heseikel M.C. Tarihoran (PDG 24), Daniys Aqela Shaleha (PDG 24).
Juara 3: Kayla Ramadhani Sandy (PDG 23), Daffa Muhafiz Rizky Rachmawan (PDG 23), Yahya Adinugraha Mumtaz (Koas 82).
Atas capaian tersebut, para pemenang memperoleh apresiasi berupa hadiah uang pembinaan masing-masing sebesar Rp1,5 juta dan Rp1,25 juta.
PERSIAPAN SINGKAT, SEMANGAT TAK SURUT
Persiapan menuju kompetisi terbilang singkat. Padatnya jadwal klinik dan kegiatan akademik menjadi tantangan tersendiri. Namun, keterbatasan waktu tidak menyurutkan semangat mereka untuk berdiskusi, berlatih soal, serta memperdalam materi secara mandiri.
Keikutsertaan dalam ajang ini bukan sekadar berburu gelar. Bagi para peserta, IMUNITY 2026 menjadi ruang untuk: Menguji kemampuan akademik. Menambah pengalaman kompetitif. Memperluas jejaring dengan mahasiswa dari berbagai daerah. Membawa nama baik institusi
Pendampingan akademik dalam kompetisi ini dibimbing oleh drg. Heriati Sitosari, M.D.Sc., Ph.D., yang turut memberikan arahan strategis selama proses persiapan.
Bagi para mahasiswa, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam.
“Kompetisi ini memberi pengalaman yang sangat berharga, baik dari segi ilmu maupun kerja sama tim,” ujar Yahya.
Ia pun menyampaikan pesan kepada rekan-rekan mahasiswa FKG UGM agar tidak ragu mencoba kesempatan di luar zona nyaman.
“Manfaatkan setiap peluang untuk berkembang. Pengalaman seperti ini bukan hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga membentuk mental dan kepercayaan diri.”
Prestasi ini sekali lagi menegaskan bahwa di balik padatnya aktivitas akademik dan klinik, mahasiswa FKG UGM tetap mampu menunjukkan daya saing di tingkat nasional. IMUNITY 2026 bukan sekadar arena lomba, melainkan ruang pembentukan karakter, ketangguhan, dan kolaborasi nilai-nilai yang kelak akan menjadi fondasi profesionalisme dokter gigi masa depan.
(Reporter: Andri Wicaksono, Foto: Arsip Mumtaz FKG UGM)