Suasana penuh keterbukaan dan semangat kolaborasi mewarnai kegiatan Hearing Dekanat bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) Tahun Akademik 2025/2026. Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan evaluasi secara komprehensif mengenai layanan akademik, sarana prasarana, sistem pembelajaran, hingga isu-isu strategis di lingkungan fakultas. Di sisi lain, jajaran dekanat memberikan tanggapan terbuka serta komitmen nyata untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan.
Hearing berlangsung dinamis. Berbagai masukan yang lahir dari survei mahasiswa dipaparkan secara sistematis, mulai dari persoalan fasilitas ruang kuliah, kualitas jaringan internet, transparansi layanan akademik, kenyamanan co-working space, hingga penjadwalan perkuliahan dan praktikum.
Meski kritik disampaikan secara lugas, forum berlangsung dalam suasana yang konstruktif. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap berbagai perbaikan yang telah dilakukan fakultas, seperti peningkatan layanan kesehatan, pengembangan co-working space, sistem pengaduan, hingga komitmen fakultas dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus.

Mahasiswa Apresiasi Perbaikan, Namun Berharap Fasilitas Terus Ditingkatkan
Perwakilan mahasiswa angkatan 2024 menyampaikan bahwa keberadaan co-working space yang baru sangat membantu aktivitas belajar mahasiswa. Namun, mereka berharap fasilitas tersebut dapat dioptimalkan agar benar-benar mudah diakses seluruh mahasiswa.
“Kami mengapresiasi sebesar-besarnya atas hadirnya co-working space yang kini sangat membantu mahasiswa belajar maupun menunggu jadwal kuliah. Namun saat ini ruangan tersebut lebih sering tertutup sehingga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ungkap perwakilan mahasiswa angkatan 2024.

Dekanat Tegaskan Komitmen Perbaikan Bertahap
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, jajaran dekanat menegaskan bahwa seluruh masukan mahasiswa menjadi bahan evaluasi penting dalam proses pengembangan fakultas.
Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, SH, MM, Ph.D menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru tengah dipersiapkan dan nantinya akan dilengkapi fasilitas co-working space yang lebih luas untuk menjawab kebutuhan mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi masukan yang sangat detail dari mahasiswa. Saat ini kami memang memiliki keterbatasan ruang, tetapi sedang merencanakan pembangunan gedung baru. Di gedung tersebut nantinya akan kami sediakan tambahan co-working space agar kualitas kenyamanan belajar mahasiswa semakin baik”, tegasnya.
Budaya Saling Menjaga Fasilitas
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang SDM, Keuangan & Aset. drg. Heribertus Dedy Kusuma Yulianto, M.Biotech., Ph.D juga mengajak mahasiswa untuk bersama-sama merawat fasilitas kampus. Menurut pihak fakultas, kualitas sarana prasarana tidak hanya bergantung pada proses pemeliharaan, tetapi juga budaya menjaga fasilitas oleh seluruh sivitas akademika.
“Kami memohon bantuan adik-adik mahasiswa untuk ikut merawat fasilitas bersama. Pointer, kursi, meja, hingga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Kalau kita saling menjaga, fasilitas akan bertahan lebih lama dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa.”
Ajakan tersebut mendapat respons positif dari peserta hearing yang menilai kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
Transparansi Akademik Menjadi Sorotan
Selain fasilitas, mahasiswa juga menyoroti layanan administrasi akademik, terutama terkait transparansi proses surat-menyurat, pencairan dana kegiatan, serta kejelasan informasi mengenai pengajuan banding UKT.
Mahasiswa berharap seluruh proses administrasi dapat dipantau secara digital sehingga lebih transparan dan efisien. Mereka juga mengusulkan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mudah dipahami seluruh mahasiswa.
Menanggapi hal tersebut, pihak fakultas menjelaskan bahwa komunikasi mengenai hasil banding maupun layanan administrasi sebenarnya telah disampaikan melalui surat elektronik resmi. Apabila masih terdapat informasi yang kurang jelas, mahasiswa dipersilakan menghubungi kanal resmi fakultas agar penjelasan dapat diberikan secara rinci.
Penjadwalan Kuliah Juga Dievaluasi
Forum juga membahas berbagai persoalan akademik, mulai dari perubahan jadwal kuliah, jadwal praktikum yang padat, hingga pelaksanaan ujian perbaikan.
Mahasiswa berharap penyusunan jadwal lebih merata sehingga tidak membebani mahasiswa dalam satu hari pembelajaran. Mereka juga mengusulkan adanya “hari tenang” sebelum ujian sebagai ruang untuk mempersiapkan diri secara optimal.
Menanggapi hal tersebut, pihak program studi menjelaskan bahwa penyusunan jadwal harus mengikuti kalender akademik universitas serta mempertimbangkan efektivitas proses belajar, beban dosen, dan keterbatasan waktu akademik.

Dialog yang Melahirkan Solusi Cerah
Di penghujung hearing, suasana berubah menjadi lebih hangat. Mahasiswa menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dekanat selama memimpin fakultas serta berharap forum serupa terus dilaksanakan secara berkala sebagai sarana membangun komunikasi dua arah.
Pihak dekanat pun memastikan bahwa berbagai masukan yang diterima akan segera diprioritaskan untuk ditindaklanjuti, bahkan beberapa perbaikan teknis ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 1 hingga 2 minggu.
Hearing ini menunjukkan bahwa pembangunan lingkungan akademik tidak hanya bergantung pada kebijakan pimpinan fakultas, tetapi juga partisipasi aktif mahasiswa. Ketika kritik disampaikan secara santun dan ditanggapi dengan keterbukaan, dialog bukan sekadar menjadi forum evaluasi, melainkan menjadi titik temu untuk menghadirkan kampus yang lebih inklusif, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh sivitas akademika FKG UGM.
(Reporter: Andri Wicaksono, Fotografer: Fajar Budi Harsakti)