Pagi itu, suasana terasa berbeda. Bukan sekadar hari biasa di ruang ujian, tetapi momen yang diam-diam menyimpan satu pertanyaan yang sama di benak setiap peserta: apakah saya sudah cukup siap menghadapi CBT UKOMNAS?
Diikuti Ratusan Peserta dan Jadi Ajang Refleksi

Sejumlah 140 peserta Program Pendidikan Dokter Gigi (PPDG) dari berbagai angkatan koas Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM mengikuti try out Nasional CBT UKOMNAS, Sabtu, 2 Mei 2026. Ajang ini sebagai bagian dari persiapan menuju ujian kompetensi. Kegiatan ini bukan hanya simulasi, tetapi menjadi ruang refleksi untuk mengukur kesiapan akademik sekaligus mental sebelum menghadapi tantangan sesungguhnya.
Kegiatan diawali dengan pengarahan oleh Panitia Lokal (Panlok) serta Pengawas Pusat (PP). Dalam ujian ini hadir sebagai pengawas pusat yaitu drg. Nia Wijayanti, Sp.KG.
Sejak dimulai, atmosfer langsung terasa serius. Layar komputer menampilkan soal demi soal yang tidak hanya menguji pengetahuan klinis, tetapi juga ketelitian, kecepatan berpikir, dan kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan. Waktu berjalan cepat, sementara setiap jawaban terasa krusial.
Namun di balik ketegangan itu, try out ini justru menjadi ruang belajar yang paling jujur.
Sebagai Sarana Menyusun Strategi
Peserta mulai mengenali kekuatan dan kelemahan mereka. Tidak sekadar menjawab soal, tetapi juga menyusun strategi bagaimana mengelola waktu, menentukan prioritas, dan menjaga fokus dalam kondisi terbatas.
“Ternyata cukup menegangkan meski sudah merasa melakukan persiapan matang. Selain itu beberapa soal juga fresh, belum pernah ditemui susunannya.” ungkap Adam Eka Dharmawan, SKG, salah satu peserta try out.
Dia juga menyampaikan apresiasinya kepada fakultas yang telah memfasilitasi try out ini bagi mahasiswa koas.
Hal ini sejalan dengan tujuan penyelenggaraan try out sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan tenaga kesehatan, yang berkontribusi langsung pada peningkatan mutu layanan kesehatan gigi dan mulut di masyarakat.

Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi FKG UGM, drg. Pramudya Aditama, MDSc., Sp.Pros mengatakan:
“Kesiapan peserta tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga kesiapan mental menghadapi ujian berbasis kompetensi.”
Lebih jauh beliau menjelaskan Penguasaan ilmu yang baik perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola kecemasan, menjaga ketenangan, dan tetap percaya diri saat mengerjakan soal. Kesiapan mental membantu peserta berpikir jernih, mengambil keputusan dengan tepat, serta tidak mudah panik ketika menemui kesulitan. Oleh karena itu, persiapan Ukomnas harus dilakukan secara seimbang antara belajar yang konsisten, menjaga kesehatan fisik, serta membangun pola pikir positif.
Penting Dilakukan Sebelum Ujian yang Sesungguhnya
Dari perspektif institusi, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembelajaran berkelanjutan yang mendukung kualitas pendidikan, dengan menghadirkan sistem evaluasi yang adaptif, terstruktur, dan relevan dengan kebutuhan dunia profesional.
Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKG UGM, Prof. drg. Rosa Amalia, M.Kes.,Ph.D., FISDPH., FISPD, turut menegaskan pentingnya try out sebagai bentuk komitmen institusi dalam menjaga standar lulusan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengukur kesiapan diri, mengenali kelemahan, dan memperkuat penguasaan materi sebelum menghadapi UKOMNAS yang sesungguhnya. Bagi FKG UGM, pelaksanaan TON adalah instrumen penting untuk memastikan intervensi akademik tepat waktu dan tepat sasaran.
“Kami berkomitmen bahwa setiap mahasiswa melangkah menuju UKOMNAS dengan bekal terbaik, karena kelulusan mereka adalah kebanggaan bersama.” pungkas beliau.
Lebih jauh, upaya kolaboratif dalam penyelenggaraan try out nasional ini juga mencerminkan semangat sinergi untuk mencapai tujuan, di mana institusi pendidikan, tenaga pengajar, dan peserta bersinergi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkualitas.
Langkah Awal untuk Tujuan Besar
Di penghujung kegiatan, ekspresi peserta pun beragam. Ada yang terlihat lega, ada yang masih merenung, dan tidak sedikit yang langsung membuka kembali catatan mereka, seolah belum ingin berhenti di titik itu.
Karena pada akhirnya, try out ini bukan garis akhir.
Ia adalah cermin.
Ia adalah latihan.
Dan yang paling penting, ia adalah langkah kecil menuju satu tujuan besar: menjadi dokter gigi yang kompeten, profesional, dan berkontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat.
Tim Humas FKG UGM
Baca juga: ‘SIM’ Baru Lulusan Pascasarjana FKG UGM