Berita

/

Berita Terbaru

Akselerasi Teknologi Restorasi Gigi: FKG UGM Integrasikan Pendekatan Biomimetik dengan Protokol Terkini

Perkembangan teknologi material dan teknik adhesif dalam dunia kedokteran gigi terus mengalami lompatan signifikan. Menjawab kebutuhan perawatan klinis yang tidak hanya mementingkan aspek estetika tetapi juga ketahanan fungsi jangka panjang, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mengupas tuntas penerapan Biomimetic Restorative Dentistry dalam rangkaian workshop dan hands-on Dentistry Collaborative Update (DCU) 2026 yang mengangkat tema “From Composite Failure to Prosthetic Success : Rethinking Your Clinical Decisions” di Dental Learning Center FKG UGM, Minggu (18/10/2026).

Pendekatan biomimetik kini menjadi standar baru dalam kedokteran gigi konservatif karena berfokus pada konservasi jaringan biologis asli gigi serta pengembalian kekuatan mekanis alami melalui teknologi adhesi modern.

Konservasi Jaringan dan Filosofi Biomimetik

Pakar Konservasi Gigi FKG UGM, drg. Fajar Satrio, Sp.KG, menjelaskan bahwa filosofi biomimetik mengubah paradigma restorasi konvensional dari sekadar menambal menjadi upaya mereplikasi struktur dan sifat fisik gigi asli. Melalui protokol pengurangan stres (stress-reducing protocols) dan memaksimalkan kekutan ikatan (bond-maximizing protocols), perawatan restoratif mampu memberikan perlindungan jangka panjang terhadap vitalitas pulpa serta integritas struktur gigi.

Drg. Fajar menegaskan pentingnya pemahaman mendalam terkait protokol kerja yang tepat di tengah pesatnya perkembangan material kedokteran gigi saat ini.

“Restorasi yang baik bukan hanya tentang hasil akhir yang estetik, tetapi juga tentang protokol restorasi yang tepat. Seiring perkembangan teknologi adhesif, pendekatan biomimetic restorative dentistry menjadi semakin relevan karena memungkinkan kita mengembalikan estetika gigi serta kekuatan dan fungsi seperti kondisi alaminya,” ujar drg. Fajar. Sesuai dengan judul workshop dan hands-on Dentistry DCU 2026 pada sesi pertama yaitu “Looks Good, but is it strong?”.

Ketepatan Diagnosis dan Keberhasilan Perawatan Jangka Panjang

Dalam praktik klinis sehari-hari, keberhasilan sebuah tindakan restorasi sangat ditentukan oleh kedisiplinan dokter gigi dalam menjalankan setiap tahapan prosedur, mulai dari ekskavasi karies, isolasi, penggunaan bahan adhesif yang baik, hingga pemilihan material pengganti dentin yang memiliki modulus elastisitas setara jaringan alami.

Pendekatan medis yang presisi ini berorientasi pada pencegahan kegagalan perawatan berulang, meminimalkan tindakan invasif yang tidak perlu, serta memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan gigi dan mulut yang berkualitas tinggi, aman, dan berkelanjutan.

Mengakhiri pemaparannya pada sesi hands-on, drg. Fajar berpesan kepada para praktisi dan peserta untuk terus mengasah keilmuan dan tidak mengabaikan detil tahapan sekecil apa pun dalam setiap kasus klinis.

“Teruslah memperbarui ilmu dan keterampilan restorasi seiring pesatnya perkembangan teknologi dan material kedokteran gigi. Jangan pernah meremehkan kasus yang terlihat sederhana, karena keberhasilan jangka panjang ditentukan oleh ketepatan diagnosis, perencanaan, dan teknik restorasi yang tepat. Do it right, do it once,” tegasnya.

Melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan penerapan inovasi ilmu pengetahuan berbasis bukti ini, FKG UGM terus berkomitmen mendukung peningkatan standar pelayanan kedokteran gigi di Indonesia.

Foto: Panitia Dental Collaborative Update

Penulis: Dody Hendro W

Baca juga: Transformasi Digital Kedokteran Gigi: FKG UGM Dorong Penerapan CAD/CAM dan Intraoral Scanner

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
23 Oktober 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan Benchmarking, Rencana Pendirian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Esa Unggul

22 Oktober 2026

Dorong Teknologi Digital Kedokteran Gigi: FKG UGM Gelar “Dentistry Collaborative Update 2026”

22 Oktober 2026

Transformasi Digital Kedokteran Gigi: FKG UGM Dorong Penerapan CAD/CAM dan Intraoral Scanner