Pembangunan gedung baru Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), yakni Gedung Harkati Dewanto dan Soebagyo HW, segera memasuki tahap konstruksi fisik. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Pre-Construction Meeting (PCM) pada Selasa 12, Oktober 2026 untuk menyepakati metodologi kerja, rekayasa lalu lintas proyek, serta koordinasi teknis lintas pihak sebelum dilakukan groundbreaking.
Perwakilan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UGM, Budi, menegaskan pelaksanaan konstruksi ini memiliki tenggat waktu penyelesaian selama 300 hari kalender atau hingga Agustus 2027. Ia mewanti-wanti kontraktor pelaksana, PT Cipta Perkasa Prima, agar disiplin memenuhi empat target utama yang telah tertuang di dalam kontrak kerja.
“Harapan kami selaku PPK mengharap pekerjaan ini tepat mutunya, tepat waktu, tepat biaya, dan terutama tepat K3-nya untuk mencapai target zero accident,” tegas Budi.
Mewakili pihak fakultas, Kepala Kantor FKG UGM Wulansari menyambut baik konsolidasi awal ini. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara perencana, pengawas, kontraktor, dan fakultas tetangga yang berpotensi terdampak proyek pembangunan.
“Harapan kami selaku user sudah terlihat bagaimana koordinasi nanti pelaksanaan di lapangan, terutama untuk pengangkatan alat berat yang berdampak di sekitar area pembangunan seperti RSGM UGM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, serta Fakultas Farmasi,” ujar Wulansari.





Pengelolaan lalu lintas alat berat menjadi perhatian paling krusial karena lokasi proyek berada di area padat. Hendricus Sujatmiko, S.T., selaku perwakilan dari Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (K5L UGM) menyebut mobilitas pengangkutan material tidak boleh merusak arus kendaraan eksisting, termasuk laju bus Trans UGM.
Sujatmiko menyebut akses Jalan Medika tetap dipertahankan satu arah dari timur ke barat. Khusus untuk manuver armada panjang seperti trailer, pihak pelaksana wajib menerapkan sistem contra flow dengan penjagaan ketat petugas lapangan.
Senada dengan hal tersebut, Konsultan pengawas dari PT Gunung Giri Engineering Konsultan turut menyoroti kebersihan lingkungan kampus. Pihak pelaksana dilarang keras mengotori area jalan raya dengan ceceran tanah galian maupun debu proyek yang berisiko membahayakan pengguna jalan.
Perwakilan pengawas juga menginstruksikan agar kegiatan pengecoran hanya dilaksanakan pada rentang waktu pagi hingga sore hari untuk menghindari gangguan operasional kampus pada malam hari. Selain itu, pengerjaan tersebut wajib ditunda apabila turun hujan demi memastikan mutu hasil pengecoran tetap terjaga.
Sebagai langkah awal dimulainya pekerjaan fisik, proyek pembangunan gedung ini akan ditandai dengan groundbreaking yang akan dilaksanakan pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Penulis dan Juru Foto: Fajar Budi