Program Studi Spesialis Periodonsia FKG UGM kembali menegaskan reputasinya sebagai salah satu pusat pendidikan dokter gigi spesialis terbaik di Indonesia. Sejumlah 7 residen yang mengikuti Ujian Kompetensi Nasional Spesialis Periodonsia di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya, pada 10–12 Juni 2026, dinyatakan lulus 100 persen, bahkan berhasil menyabet Juara 2, Juara 3, dan Juara 4 tingkat nasional. Kontingen Periodonsia FKG UGM dipimpin oleh: drg. Kwartarini Murdiastuti, Sp.Perio., Subsp. R.P.I.D (K)., Ph.D & Dr. drg. Rezmelia Sari, M.Sc., Sp.Perio., Subsp.RPID (K).
Lebih dari sekadar capaian akademik, hasil tersebut menjadi indikator penting mengenai kualitas sistem pendidikan spesialis yang dibangun FKG UGM. Di tengah semakin ketatnya standar kompetensi nasional tenaga kesehatan, keberhasilan menyapu bersih kelulusan sekaligus mendominasi peringkat nasional menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan dokter gigi spesialis tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran, pembimbingan klinis, dan evaluasi yang terintegrasi.
Pendidikan Berkualitas Teruji di Panggung Nasional

Keberhasilan seluruh residen tidak hanya tercermin dari angka kelulusan. Empat residen lainnya juga mencatatkan rerata nilai di atas 95 sehingga memperlihatkan konsistensi mutu lulusan, bukan sekadar keberhasilan individu tertentu. Juara 2 Nasional dan Nilai Tertinggi Prodi Periodonsia UGM diraih oleh drg. Bellia Sukma Rengganis. Juara 3 Nasional diraih oleh drg. Christian Oliver Wijaya, sedangkan Juara 4 Nasional diraih oleh drg. Ratih Sukmana Putri.
Data laporan menunjukkan nilai rata-rata Computer Based Test (CBT) mencapai 94,86, sedangkan nilai Objective Structured Clinical Examination (OSCE) mencapai 95,90. Angka tersebut memperlihatkan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis, dua aspek yang menjadi fondasi utama pelayanan periodonsia modern.
Ketua Program Studi Spesialis Periodonsia FKG UGM, Dr. drg. Rezmelia Sari, M.Sc., Sp.Perio., Subsp. R.P.I.D.(K), dalam laporannya menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan bukti keberhasilan implementasi pendidikan berbasis kompetensi yang selama ini dikembangkan di FKG UGM.
“Seluruh tujuh residen Periodonsia FKG UGM yang mengikuti ujian dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan 100 persen. Residen Periodonsia FKG UGM berhasil meraih Juara 2, Juara 3, dan Juara 4 tingkat nasional,” paparnya.
Kompetisi yang Mengukur Mutu Pendidikan
Berbeda dengan ujian akademik biasa, Ujian Kompetensi Nasional Periodonsia merupakan instrumen evaluasi nasional yang diselenggarakan oleh Kolegium Periodonsia bersama Konsil Kesehatan Indonesia. Seluruh peserta berasal dari berbagai institusi penyelenggara Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Periodonsia di Indonesia.
Tujuan utama penyelenggaraan ujian bukan hanya menentukan kelulusan peserta, tetapi memastikan setiap lulusan dokter gigi spesialis memiliki kompetensi sesuai standar nasional serta siap memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas kepada masyarakat.
Bagi FKG UGM, hasil ujian juga menjadi parameter pencapaian Target Capaian Kinerja(TCK) program studi, khususnya pada aspek mutu lulusan, prestasi akademik, serta daya saing nasional.
Prestasi yang Dibangun oleh Sistem
Keberhasilan tujuh residen menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa prestasi bukan sekadar hasil kemampuan individu, melainkan buah dari sistem pendidikan yang berjalan efektif.
Dalam laporan disebutkan bahwa capaian tersebut memperkuat posisi Program Studi Periodonsia FKG UGM sebagai institusi pendidikan spesialis yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dan memiliki daya saing nasional.
“Hasil yang diperoleh memperkuat posisi Program Studi Periodonsia FKG UGM sebagai institusi pendidikan spesialis yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dan berdaya saing nasional. Tercapainya hasil tersebut menjadi bukti efektivitas sistem pembelajaran, pembinaan akademik, serta pendidikan klinik yang diterapkan,”, papar drg. Rezmelia.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan spesialis sangat dipengaruhi oleh kualitas kurikulum, pembimbing klinik, budaya akademik, serta sistem evaluasi yang berkesinambungan.
Prestasi Tidak Boleh Membuat Berpuas Diri
Di balik prestasi membanggakan tersebut, laporan kegiatan juga memperlihatkan sikap reflektif. Program studi tidak berhenti pada keberhasilan saat ini, tetapi telah merumuskan langkah evaluasi sebagai tindak lanjut.
Beberapa agenda yang akan dilakukan meliputi: Evaluasi sistem pembimbingan residen; Penyempurnaan sistem persiapan ujian kompetensi melalui try out; Peningkatan strategi pembinaan akademik untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi nasional.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat standar kompetensi tenaga kesehatan terus berkembang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi kedokteran gigi, serta tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Investasi Jangka Panjang bagi Mutu Pelayanan Kesehatan
Ke depan, tantangan FKG UGM bukan hanya mempertahankan angka kelulusan 100 persen atau mendominasi peringkat nasional, tetapi memastikan bahwa lulusan-lulusan terbaik tersebut mampu menghadirkan inovasi yang adaptif dengan dinamika zaman. Kepemimpinan akademik, dan pelayanan kesehatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
(Kontributor: Dr. drg. Rezmelia Sari, M.Sc., Sp.Perio., Subsp.RPID (K), Redaksi: Andri Wicaksono)