Pagi belum terlalu tinggi ketika rombongan bus berhenti di kawasan FKG UGM. Wajah mereka menyimpan rasa ingin tahu, harap, dan mimpi yang belum seluruhnya terucap. Hari itu, FKG UGM menjadi ruang belajar yang berbeda: bukan sekadar kelas, melainkan cermin masa depan.
Sebanyak 247 siswa kelas XI bersama para guru mengikuti kunjungan edukatif ke FKG UGM. Bagi sebagian siswa, ini adalah kali pertama menginjakkan kaki di kampus perguruan tinggi negeri tertua dan terbesar di Indonesia. Bagi yang lain, diam-diam Bulaksumur adalah tujuan yang diam-diam sudah lama disematkan dalam doa.
“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman langsung, mengenal kampus, mengenal pilihan hidupnya sejak dini,” ujar Kepala Sekolah SMA IT Umul, Qubro Hildawati, S.T dalam sambutan pembuka. Kunjungan ini, kata dia, bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ikhtiar pendidikan agar siswa memilih jurusan secara matang, bukan karena ikut-ikutan, melainkan karena kesadaran akan minat dan panggilan diri.

Belajar dari yang Pernah Melangkah
Di hadapan para siswa, kisah itu menjadi lebih nyata ketika disebutkan nama Ayu Asmi Putri Hariri, alumni SMA IT Umul Buro yang kini tengah menjalani pendidikan koas di Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Sosok kakak kelas yang “sudah sampai” itu menjadi bukti konkret bahwa mimpi bukan sekadar slogan motivasi.
“Bagaimana kalian bisa mengikuti jejak kakak-kakak yang sudah lebih dulu ada di UGM?” tanya salah satu guru, disambut anggukan dan senyum para siswa. Beberapa tangan terangkat ketika ditanya siapa yang bercita-cita melanjutkan studi ke UGM.
Di titik inilah suasana menjadi personal. Kampus tidak lagi terasa sebagai bangunan besar yang jauh, tetapi sebagai ruang yang mungkin diraih, asal ada usaha, konsistensi, dan kesiapan mental.

Pendidikan sebagai Proses Menjadi
Bagi SMA IT Umul Qubro, kunjungan ini bukan tujuan akhir. Sekolah berharap kerja sama dengan UGM dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang, membuka lebih banyak akses pengenalan kampus dan inspirasi bagi generasi berikutnya.
“Kami ingin anak-anak kami kelak tidak hanya menjadi mahasiswa, tetapi juga memberi sumbangsih terbaik bagi negeri,” pungkas Hildawati, ST
(Redaksi: Andri Wicaksono, Fotografi: Fajar Budi Harsakti)