Berita

/

Berita Terbaru

Dukung Pemerataan Kesehatan, FKG UGM Rencana Kirim Tenaga Kesehatan ke Daerah melalui Skema AHS

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mengambil langkah strategis dalam merespons ketimpangan distribusi tenaga kesehatan gigi di Indonesia. Pada Selasa (20/1), FKG UGM menggelar diskusi bersama Dekan beserta jajaran pimpinan dan seluruh Ketua Program Studi Spesialis sebagai tindak lanjut upaya pemenuhan kebutuhan dokter gigi dan dokter gigi spesialis di berbagai daerah.

Diskusi digelar bertujuan untuk mematangkan arah kebijakan dan strategi akselerasi pemenuhan tenaga dokter gigi melalui pengembangan program pendidikan spesialis. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Dr. dr. Sudadi, SpAn-TI, Subsp. N.An(K), Subsp. An.R(K) selaku Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat FKKMK UGM, yang memaparkan perspektif kebijakan dan peluang percepatan pembukaan Program Studi Dokter Gigi Spesialis.

Selain itu, Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes., Kepala Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu UGM, menyampaikan pandangan strategis dari sisi universitas dalam menyikapi kebijakan pemerintah terkait pemerataan tenaga kesehatan.

Isu pemerataan layanan kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut, masih menjadi tantangan nasional. Karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan berdampak pada belum meratanya akses pelayanan kesehatan. Hingga kini, sebaran dokter gigi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara wilayah di luar Jawa menghadapi keterbatasan rasio tenaga kesehatan gigi yang signifikan.

Prof. drg. Suryono selaku Dekan FKG UGM mengatakan bahwa masih banyak daerah di Indonesia yang kekurangan tenaga Kesehatan khususnya dokter gigi spesialis. Suryono mencontohkan salah satu daerah bernama Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Lamandau dipandang sebagai daerah dengan sekaligus kebutuhan mendesak akan tenaga dokter gigi dan dokter gigi spesialis karena hanya ada satu dokter spesialis di kota tersebut. 

Guna dapat menempatkan tenaga kesehatan ke daerah-daerah tertinggal, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggagas skema Academic Health System (AHS) sebagai pendekatan untuk memenuhi kebutuhan dokter dan dokter gigi di daerah.

FKG UGM berkaca pada keberhasilan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM yang bisa menempatkan Residen Senior ke Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DPTK). 

Pada tahun 2025, FKG UGM telah melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah AHS di Kalimantan, di antaranya Kabupaten Lamandau dan Tabalong. Kunjungan ini menjadi perhatian khusus pimpinan fakultas mengingat tingginya kebutuhan tenaga kesehatan dokter gigi dan dokter gigi spesialis di wilayah tersebut.

Sebagai tindak lanjut, FKG UGM merencanakan pengiriman residen senior dokter gigi serta dokter gigi spesialis ke RSUD Gusti Abdul Gani Lamandau. Saat ini rencana tersebut masih dalam tahap diskusi antara FKG UGM dengan Rumah Sakit Gigi dan Mulut UGM Prof. Soedomo. 

Melalui pertemuan ini, FKG UGM berharap dapat mengadopsi model serupa dari FK-KMK sebagai kontribusi dalam pemerataan layanan kesehatan gigi dan mulut, sekaligus mendukung penguatan sistem kesehatan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Kontributor: Unit Kerja Sama FKG UGM
Editor: Fajar Budi Harsakti

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
26 Januari 2026

FKG UGM & FKG UNEJ Perkuat Fondasi Biomedika, Siapkan Kolaborasi Riset Sebagai Core Science Berkelanjutan

26 Januari 2026

Pelatihan Cone Beam Computed Tomography (CBCT) Batch 2 Resmi Digelar

26 Januari 2026

Masyarakat Indonesia Menua Lebih Cepat, Kesehatan Gigi Lansia Jadi ‘Alarm’ Sistem Kesehatan Nasional

id_ID