Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada melepas 14 lulusan program pascasarjana pada Rabu (21/1/2026). Namun, pelepasan ini tidak sekadar menandai selesainya studi akademik. Di tengah tantangan ketimpangan layanan kesehatan gigi nasional, lulusan didorong menjadi penghubung antara riset, praktik klinis, dan kebutuhan masyarakat.
Lulusan yang dilepas berasal dari program studi spesialis, magister, dan doktor. 11 diantaranya merupakan lulusan dokter gigi spesialis Kedokteran Gigi Anak (KGA), bidang yang kian strategis seiring meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan gigi anak dan stunting.
Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, SH., MM., Ph.D., menegaskan bahwa gelar akademik membawa konsekuensi etis dan sosial. “Pelepasan ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ilmu harus kembali ke masyarakat,” ujarnya.

RISET YANG MENYENTUH PERSOALAN PUBLIK
Tema tesis dan disertasi lulusan mencerminkan orientasi tersebut. Penelitian tesis tentang karies anak usia dini, kebiasaan mengunyah satu sisi, bruxism, hingga pemanfaatan nanopartikel dan bahan biologis menunjukkan kecenderungan riset terapan yang langsung bersinggungan dengan persoalan klinis dan preventif.
Sejumlah penelitian spesialis Kedokteran Gigi Anak mengaitkan kesehatan gigi dengan status gizi dan stunting, terutama di wilayah pedesaan. Pendekatan ini menempatkan kesehatan gigi sebagai bagian integral dari pembangunan kesehatan anak, bukan sekadar persoalan estetika atau keluhan individual.
Pada tingkat doktoral, riset yang mengkaji xerostomia pada lansia dengan penyakit kronis memperlihatkan perluasan perspektif kedokteran gigi ke ranah interdisipliner yang menghubungkan kesehatan mulut, penyakit sistemik, dan kualitas hidup.

SEBARAN LULUSAN DAN PETA KEILMUAN
Secara akumulatif, FKG UGM telah meluluskan 1.545 alumni pascasarjana dari delapan program studi. Program spesialis klinis masih mendominasi, mencerminkan peminatan & kebutuhan nasional terhadap dokter gigi spesialis.
Sebaran Alumni Pascasarjana FKG UGM (Akumulatif):
| Program Studi | Jumlah Alumni |
| Spesialis Konservasi Gigi | 350 |
| Spesialis Ortodonsia | 267 |
| Spesialis Kedokteran Gigi Anak | 164 |
| Spesialis Bedah Mulut & Maksilofasial | 170 |
| Spesialis Prostodonsia | 149 |
| Spesialis Periodonsia | 136 |
| Magister Ilmu Kedokteran Gigi | 231 |
| Doktor Ilmu Kedokteran Gigi | 78 |
Sumber: Unit Akademik FKG UGM
Adapun pada periode wisuda Januari 2026, lulusan terbanyak berasal dari Spesialis Kedokteran Gigi Anak (11 orang), disusul masing-masing satu lulusan dari Spesialis Bedah Mulut, Magister, dan Doktor Ilmu Kedokteran Gigi.
MENJAWAB TANTANGAN NASIONAL

Kepala Program Studi Magister FKG UGM Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., PBO, menilai arah riset dan pendidikan pascasarjana saat ini tidak dapat dilepaskan dari tantangan nasional. Ketimpangan distribusi dokter gigi spesialis, tingginya angka karies anak, serta keterkaitan kesehatan gigi dengan penyakit sistemik menuntut pendekatan yang lebih komprehensif.
“Ilmu kedokteran gigi berkembang cepat. Namun, integritas ilmiah dan keberpihakan pada pasien harus tetap menjadi fondasi,” ujarnya.
Sebagian lulusan berasal dari instansi pemerintah daerah dan rumah sakit pendidikan. Setelah menyelesaikan studi, mereka diproyeksikan kembali ke daerah asal untuk memperkuat layanan kesehatan gigi dan mulut, sekaligus membawa budaya riset ke layanan primer dan rujukan.

MENJAGA REPUTASI DAN PENGABDIAN
Dalam berbagai sambutan, pimpinan fakultas mengingatkan bahwa identitas sebagai alumni UGM melekat sepanjang hayat. Profesionalisme, integritas, dan kepedulian sosial menjadi ukuran utama keberhasilan lulusan, bukan semata capaian akademik.
Pelepasan ini menegaskan kembali posisi FKG UGM bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai simpul pengetahuan yang diharapkan mampu menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Dari laboratorium dan ruang kuliah, para lulusan kini melangkah ke ruang publik untuk membawa ilmu, etika, dan tanggung jawab sosial.
(Reporter: Andri Wicaksono, Fotografi: Fajar Budi Harsakti)