Berita

/

Artikel, Berita Terbaru

Teknik Ortodonsia yang Efektif untuk Gigi yang Tumpang Tindih

Gigi tumpang tindih (berjejal) adalah kondisi di mana ruang dalam lengkung gigi tidak mencukupi untuk susunan gigi, sehingga gigi saling menyimpang, tumpang tindih, atau berrotasi. Kondisi ini sering menyulitkan kebersihan dan dapat berdampak estetis dan fungsional. Dalam kasus gigi tumpang tindih berat, teknik ortodonsia yang efektif harus mampu membuka ruang, meluruskan gigi, dan menjaga keseimbangan oklusal.

Salah satu metode yang telah diteliti adalah penggunaan vertical loop dalam rangka teknik Begg, sebagaimana dijelaskan dalam penelitian “Penggunaan Vertical Loop pada Perawatan Gigi Berjejal Parah dan Crossbite Anterior dengan Teknik Begg” pada salah satu artikel Jurnal Majalah Kedokteran Gigi Indonesia UGM yang ditulis oleh Herna Juliana Nainggolan, drg. Wayan Ardhana, MS, Sp.Ort(K), dan drg. Christnawati, M.Kes, Sp.Ort(K)  menjelaskan bahwa vertical loop dapat meningkatkan kelentingan kawat dan memfasilitasi leveling dan unravelling pada gigi anterior even di kasus berjejal berat.

Dasar Teknik: Begg & Vertical Loop

Teknik Begg adalah teknik ortodontik cekat klasik yang menggunakan kawat berpenampang bulat, bracket yang longgar (ribbon slot), dan gaya ringan dengan sedikit gesekan. Pada tahapan awal, sering digunakan kawat tipis (contoh: 0,014”) agar dapat meluruskan dan membuka ruang.

Vertical loop adalah lengkungan kecil tambahan yang dibuat pada kawat (biasanya di segmen anterior/interproksimal) untuk:

  • Menambah panjang efektif kawat
  • Menambah elastisitas / kelentingan kawat
  • Memberi gaya horizontal (mesial/distal) sekaligus gaya buccal/lingual pada gigi tumpang tindih

Dengan loop vertikal, kawat dapat “menyelinap” lebih mudah ke dalam lengkung ideal, memungkinkan leveling (meratakan elevasi gigi) dan unravelling (meluruskan gigi menyimpang) lebih cepat.

Studi Kasus dan Efektivitas Vertical Loop

Dalam penelitian yang dikutip:

  • Dua kasus gigi tumpang tindih berat + crossbite anterior diobati dengan teknik Begg + vertical loop.
  • Tahap awal menggunakan kawat 0,014” dengan loop vertikal untuk membuka ruang dan memperbaiki posisi gigi.
  • Setelah beberapa fase, hasil menunjukkan:
    • Koreksi inklinasi gigi anterior (gigi depan lebih tegak)
    • Penutupan ruang sisa
    • Perbaikan overjet, overbite, dan interdigitasi agar sesuai oklusi normal
  • Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan vertical loop dalam ortodontik teknik Begg sangat efektif dalam mengoreksi gigi tumpang tindih berat dan crossbite anterior.

Beberapa keuntungan teknik ini menurut laporan termasuk:

  • Kemampuan mengoreksi gigi tumpang tindih bahkan dalam kondisi ekstrim
  • Gaya yang tidak berlebihan sehingga lebih aman dan nyaman
  • Kemampuan loop untuk menghasilkan gerakan horizontal sekaligus reorganisasi posisi gigi

Namun, tantangan yang dicatat antara lain:

  • Pasien perlu kooperatif, terutama dalam perawatan tahap awal
  • Pembersihan gigi bisa sulit ketika loop dan kawat berada
  • Ketidaknyamanan awal akibat loop

Strategi Klinis dan Tips Praktis

Berikut beberapa tip agar penggunaan vertical loop dan teknik Begg optimal:

  1. Desain loop yang sesuai
    Loop harus cukup besar untuk memberi kelentingan, namun tidak terlalu besar agar tidak memperlemah kawat atau menyebabkan iritasi.
  2. Aktivasi berkala dan bertahap
    Untuk menghindari trauma, loop diaktifkan secara bertahap dan berkala (misalnya tiap 2 minggu) agar gaya yang diberikan tetap ringan dan kontrol gerakan akurat.
  3. Manajemen kebersihan
    Karena struktur kawat dan loop bisa memerangkap plak, edukasi kebersihan mulut sangat penting—gunakan sikat interdental atau floss khusus.
  4. Monitoring posisi gigi dan oklusi
    Perlu pemeriksaan rutin untuk memastikan gerakan sesuai rencana dan tidak menimbulkan efek samping (rotasi tak diinginkan, tipping berlebihan, kontak prematur).
  5. Kolaborasi pasien
    Kesabaran dan kerja sama pasien sangat krusial, terutama dalam fase awal yang mungkin terasa lebih tidak nyaman.

***

Gigi tumpang tindih berat merupakan tantangan ortodontik yang signifikan. Penelitian “Penggunaan Vertical Loop pada Perawatan Gigi Berjejal Parah dan Crossbite Anterior dengan Teknik Begg” menunjukkan bahwa vertical loop dapat menjadi solusi efektif dalam koreksi kasus ini. Kombinasi teknik Begg dengan loop vertikal memungkinkan pembukaan ruang, leveling, dan unravelling secara simultan dengan gaya ringan dan kontrol yang lebih baik.

Referensi
MKGI, Herna Juliana Nainggolan, drg. Wayan Ardhana, MS, Sp.Ort(K), dan drg. Christnawati, M.Kes, Sp.Ort(K), Penggunaan Vertical Loop pada Perawatan Gigi Berjejal Parah dan Crossbite Anterior dengan Teknik Begg, https://jurnal.ugm.ac.id/mkgi/article/download/8192/6355

Penulis: Rizky B. Hendrawan | Foto: Freepik

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
13 Januari 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan Studi Banding FKG UNISULA, Bahas Rencana Pendirian Prodi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

12 Januari 2026

Dies Natalis ke-78 FKG UGM: Dari Jalan Sehat hingga Transformasi Kesehatan Gigi Berbasis Sociopreneurship

12 Januari 2026

78 Tahun FKG UGM ‘Meretas’ Air Hujan Menjadi Air Minum, Dorong Kampus Hijau Ramah Lingkungan

id_ID