Berita

/

Berita Terbaru, SDG 17, SDG 3, SDG 4, SDG 9

Kolaborasi Mampu ‘Cairkan’ LIQUIVERN UA-6

“Sebuah ide bisa diwujudkan menjadi sebuah produk, dengan kata kunci kolaborasi”, drg. Heribertus Dedy Kusuma Yulianto., M.Biotech., Ph.D

LIQUIVERN UA-6 adalah alat untuk mengukur salah satu parameter di laboratorium yang biasa digunakan untuk pengukuran hidrofobisitas pada sebuah permukaan material.  Ketika seorang peneliti akan melakukan suatu modifikasi terhadap permukaan, maka ada dua sifat yang bisa diharapkan dari permukaan itu dapat muncul, yakni: hidrofobik (sifat zat atau permukaan yang menolak air atau tidak suka air, tidak dapat larut dalam air, dan membentuk tetesan air yang membulat saat bersentuhan), dan hidrofilik (sifat zat, molekul, atau permukaan yang memiliki afinitas atau ketertarikan kuat terhadap air, sehingga dapat bercampur, larut, atau mudah menarik air) . Selanjutnya untuk melakukan evaluasi apakah teknik modifikasi yang dilakukan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh peneliti maka dibutuhkan sebuah alat. Alat yang dikembangkan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Surakarta dan PT. ATMI IGI ini bernama LIQUIVERN UA-6.

Berawal dari sebuah kebutuhan di laboratorium FKG UGM untuk melakukan pengukuran sifat hidrofobisitas, FKG UGM belum mempunyai alat tersebut di laboratorium, jika membeli yang sudah existing atau yang sudah difabrikasi di pabrik harganya cukup mahal dan harus 100% impor. “Nah, padahal kan ada instruksi presiden untuk bisa meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Proses penjajakan, diskusi, kolaborasi dengan kolega dari ATMI Surakarta kemudian dibuatlah satu protokol dalam forum diskusi dan disambut baik oleh ATMI Surakarta karena mempunyai fasilitasi di ATMI untuk bisa memfabrikasi”, papar drg. Heribertus Dedy Kusuma Yulianto., M.Biotech., Ph.D yang akrab disapa drg. Dedy.

FKG UGM berkolaborasi dengan ATMI karena ATMI merupakan salah satu kampus terapan teknik mesin industri ternama di Indonesia yang berlokasi di Solo, tidak begitu jauh dari Jogja dan dimulailah kerjasama. Dengan adanya kerja sama ini kemudian dicoba untuk kolaborasi membuat proyek yang lebih baru, sehingga terealisasi produk LIQUIVERN UA-6 “ATMI ini merupakan sebuah sekolah vokasi yang memang mempunyai suatu basis industry-based, model pendidikannya itu menggunakan model pendekatan berbasis industri, sehingga saya rasa mereka mempunyai suatu model yang sangat bagus untuk terkait dengan produk-produk manufacturing”, terang drg. Dedy. Sehingga hal tersebut yang menjadi suatu motivasi bagi FKG UGM untuk berkolaborasi lebih lanjut.

Awalnya dari prototipe yang secara internal digunakan untuk kebutuhan di FKG UGM, tapi tidak menutup kemungkinan kedepannya ini bisa fabrikasi untuk kemudian dikomersialisasikan atau bisa ditawarkan untuk digunakan oleh instansi lain. Hanya memang masih ada beberapa hal yang perlu ditindak lanjuti sebelum masuk ke dalam pasar komersialisasi ada beberapa tahapan-tahapan yang memang harus dilakukan dan mencoba untuk menjanjaki untuk bisa melewati tahapan-tahapan untuk bisa menuju ke pabrikasi yang lebih luas.

Operasionalisasi LIQUIVERN UA-6 tergolong cukup cepat, tidak sampai 5 menit hasil dari uji hidrofobisitas sudah keluar. Mulai dari penetesan air sebanyak 6 mikroliter diatas media sample, kemudian peristiwa penetesan tersebut direkam dengan kamera beresolusi tinggi. Kemudian data video masuk ke komputer pertama sebagai data dasar, dan diolah secara numerik pada komputer kedua menggunakan perangkat lunak khusus. Setelah itu akan dihasilkan hidrofobik atau hidrolisik.

Tampilan hidrofobisitas, yang akan diolah menjadi data numerik hidrofobik ataupun hidrofilik

Untuk diproduksi massal memang belum bisa dipastikan, yang harus dilakukan adalah melakukan satu studi cost analysis, menghitung biaya produksinya, kalkulasi, kemudian akan muncul nilai jualnya. Setelah melalui tahapan ini, baru kemudian melangkah ke persiapan produksi industri.

Adanya alat ini dapat menambah alat yang ada di lab riset, juga bisa memfasilitasi para peneliti yang akan melakukan pengukuran uji hidrofobisitas, memberikan suatu motivasi bagi para kreator yang lain untuk kemudian bisa melakukan inovasi dan membuka satu wawasan bahwa ketika kita bekerjasama itu menjadi impian yang  bisa direalisasikan. Sebuah ide bisa diwujudkan menjadi sebuah produk, dengan kata kunci kolaborasi.

Penulis: Andri Wicaksono | Foto: Fajar Budi Harsakti

Tags

Bagikan Berita

Berita Terkait
13 Januari 2026

FKG UGM Menerima Kunjungan Studi Banding FKG UNISULA, Bahas Rencana Pendirian Prodi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

12 Januari 2026

Dies Natalis ke-78 FKG UGM: Dari Jalan Sehat hingga Transformasi Kesehatan Gigi Berbasis Sociopreneurship

12 Januari 2026

78 Tahun FKG UGM ‘Meretas’ Air Hujan Menjadi Air Minum, Dorong Kampus Hijau Ramah Lingkungan

id_ID