{"id":22417,"date":"2026-10-29T15:28:39","date_gmt":"2026-10-29T08:28:39","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=22417"},"modified":"2026-10-29T15:48:33","modified_gmt":"2026-10-29T08:48:33","slug":"fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/","title":{"rendered":"FKG UGM-Nissin Jepang Siapkan Ekosistem Pendidikan Kedokteran Gigi, Proyeksikan Kebutuhan FKG Baru di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><em>Pertumbuhan pendidikan kedokteran gigi di Indonesia memasuki fase baru. Di satu sisi, bertambahnya fakultas kedokteran gigi (FKG) membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan profesi dokter gigi. Namun, di sisi lain, ekspansi tersebut menyisakan pertanyaan mendasar, apakah pertumbuhan jumlah institusi akan berjalan seiring dengan pemerataan mutu pendidikan?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan itulah yang mengemuka dalam diskusi strategis antara Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) dan Nissin Japan, produsen peralatan dan suplai pendidikan kedokteran gigi asal Jepang. Pertemuan tersebut membahas rancangan kemitraan jangka panjang, mulai dari rencana pendirian Nissin Center di UGM, pengembangan teknologi simulasi digital, hingga skema pembinaan FKG-FKG baru di berbagai wilayah Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gagasan tersebut menjadi penting ketika Indonesia diproyeksikan mengalami pertumbuhan jumlah FKG secara signifikan. Dalam materi diskusi disebutkan, jumlah FKG baru bahkan berpotensi mencapai sekitar 100 institusi. Ekspansi ini sekaligus menghadirkan tantangan besar karena setiap institusi baru membutuhkan dosen, laboratorium, fasilitas simulasi, kurikulum, sistem penjaminan mutu, serta jejaring klinis yang memadai. Tanpa sistem pembinaan yang kuat, pertumbuhan institusi pendidikan berisiko tidak otomatis menghasilkan pemerataan kualitas dokter gigi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertumbuhan FKG dan Persoalan Pemerataan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertambahan FKG pada dasarnya merupakan respons terhadap kebutuhan pendidikan tenaga kesehatan. Namun, pendidikan dokter gigi bukan sekadar membuka program studi dan menyediakan ruang kuliah. Profesi dokter gigi membutuhkan pembelajaran berbasis keterampilan yang sangat bergantung pada laboratorium, phantom, dental unit, teknologi radiologi, simulasi klinis, hingga pengalaman menangani pasien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, kesenjangan fasilitas pendidikan dapat berujung pada kesenjangan kompetensi lulusan. Dalam konteks tersebut, kerja sama FKG UGM dan Nissin Japan dirancang bukan hanya sebagai hubungan antara perguruan tinggi dan industri. Kemitraan diarahkan menjadi bagian dari pembangunan ekosistem pendidikan kedokteran gigi yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Posisi UGM menjadi strategis karena Dekan FKG UGM juga menjalankan peran sebagai Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI). Posisi tersebut memungkinkan hasil pengembangan fasilitas, teknologi, serta standar pembelajaran untuk didorong agar tidak berhenti di satu kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep yang ditawarkan adalah <em>hub and spoke<\/em>. Perguruan tinggi dengan kapasitas lebih kuat menjadi pusat pembinaan bagi perguruan tinggi lain di wilayahnya. Dengan demikian, investasi teknologi tidak semata-mata dipandang sebagai pengadaan alat, tetapi sebagai instrumen untuk membangun kapasitas institusi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02738-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-22419\" srcset=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02738-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02738-300x200.jpg 300w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02738-768x512.jpg 768w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02738-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02738-18x12.jpg 18w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02738.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Membagi Peran Berdasarkan Wilayah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rancangan pembinaan tersebut kemudian dikaitkan dengan jaringan <em>Academic Health System<\/em> (AHS) dan kolaborasi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH). UGM dirancang menjadi pusat pelatihan utama untuk wilayah Jawa sekaligus koordinator pembinaan kawasan Kalimantan. Pendampingan diarahkan antara lain kepada Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Mulawarman.Di sisi lain, Universitas Indonesia diarahkan untuk mengampu pembinaan pendidikan kedokteran gigi di Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Universitas Hasanuddin mengambil peran di kawasan Sulawesi dan sekitarnya, Universitas Airlangga untuk Bali dan Nusa Tenggara Timur, sedangkan Universitas Sumatera Utara mengampu kawasan Sumatera bagian tengah hingga utara. Skema tersebut memperlihatkan upaya membangun jaringan pembinaan berbasis kewilayahan, sehingga penguatan pendidikan kedokteran gigi tidak terpusat di Pulau Jawa. Persoalan geografis Indonesia memang membuat pemerataan pendidikan kedokteran menjadi jauh lebih kompleks. Kampus yang berada di kawasan timur, kepulauan, atau wilayah dengan keterbatasan infrastruktur menghadapi tantangan berbeda dibandingkan institusi di pusat-pusat pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, pendekatan pembinaan regional menjadi penting. Perguruan tinggi pembina tidak hanya berbagi kurikulum, tetapi juga pengetahuan, sumber daya manusia, sistem laboratorium, teknologi simulasi, dan mekanisme penjaminan mutu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Dari Phantom hingga Simulasi Digital<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu bagian penting dari kerja sama tersebut adalah pengembangan laboratorium pendidikan dengan teknologi simulasi mutakhir. FKG UGM telah memetakan kebutuhan ruang untuk fasilitas simulasi pada gedung baru. Lantai pertama memiliki luas sekitar 685 meter persegi, dengan sekitar 300 meter persegi dialokasikan untuk empat unit phantom tingkat lanjut serta kapasitas sekitar 200\u2013300 dental unit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, lantai kedua seluas sekitar 200 meter persegi disiapkan untuk ruang simulasi pendukung dan fasilitas pembelajaran terintegrasi. Teknologi yang dibahas mencakup Simodont, sebuah sistem simulasi digital untuk pembelajaran kedokteran gigi, serta phantom gigi berbasis radiologi yang mampu memberikan pencitraan periapikal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam pendidikan kedokteran gigi. Mahasiswa tidak lagi hanya belajar melalui metode demonstrasi konvensional. Teknologi simulasi memungkinkan mahasiswa berlatih keterampilan klinis dalam lingkungan yang terkendali sebelum berhadapan langsung dengan pasien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi tersebut juga berpotensi memberikan pengalaman belajar yang lebih terukur. Kesalahan dapat diidentifikasi, keterampilan dapat diulang, dan proses pembelajaran dapat dievaluasi secara lebih sistematis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, teknologi bukanlah tujuan akhir. Alat yang mahal tidak otomatis menghasilkan lulusan berkualitas apabila tidak diikuti dosen yang kompeten, kurikulum yang tepat, sistem evaluasi yang kuat, serta pemanfaatan teknologi yang benar-benar terintegrasi dengan proses pendidikan. Di sinilah kerja sama dengan industri menjadi relevan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02786-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-22420\" srcset=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02786-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02786-300x200.jpg 300w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02786-768x512.jpg 768w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02786-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02786-18x12.jpg 18w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02786.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ketika Industri Tidak Sekadar Menjual Alat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nissin Japan memiliki pengalaman selama puluhan tahun di bidang suplai dan teknologi pendidikan kedokteran gigi. Dalam materi diskusi disebutkan, perusahaan tersebut telah beroperasi selama 38 tahun dan memiliki pasar di Amerika Serikat, Thailand, serta sejumlah negara Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membawa perspektif global ke dalam pendidikan kedokteran gigi Indonesia. Namun, tantangan kerja sama perguruan tinggi dan industri terletak pada bagaimana hubungan tersebut tidak berhenti pada transaksi pengadaan peralatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang dibutuhkan perguruan tinggi adalah transfer pengetahuan, pelatihan, pengembangan kapasitas dosen, pemeliharaan teknologi, serta dukungan terhadap sistem pembelajaran. Karena itu, rencana pendirian Nissin Center di UGM memiliki arti strategis. Pusat tersebut dapat dikembangkan bukan hanya sebagai ruang demonstrasi produk, tetapi sebagai pusat pelatihan, inovasi pembelajaran, dan pengembangan kompetensi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika dirancang dengan tepat, fasilitas tersebut dapat menjadi titik temu antara kebutuhan akademik, perkembangan teknologi industri, dan kebutuhan pendidikan kedokteran gigi nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menghindari Perangkap Pengadaan Teknologi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menariknya, dalam diskusi tersebut juga muncul perhatian terhadap tata kelola pengadaan fasilitas. Tim ahli mengingatkan bahwa proposal kebutuhan fasilitas sebaiknya disusun berdasarkan fungsi akademik, bukan langsung berdasarkan merek alat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\"<\/strong><em>Penggunaan penyampaian berbasis kebutuhan sangat penting. Jika pengajuan belum spesifik ke alat tetapi fungsi yang kita butuhkan, buat rincian kebutuhan tanpa menyebutkan nama alat beserta spesifikasinya terlebih dahulu,\u201d<\/em> ujar drg. Dedy.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan tersebut penting untuk menjaga agar investasi pendidikan tetap berangkat dari kebutuhan akademik. Dengan pendekatan berbasis fungsi, perguruan tinggi terlebih dahulu menentukan kompetensi apa yang harus dicapai mahasiswa, jenis simulasi apa yang diperlukan, berapa kapasitas pengguna, serta standar keselamatan dan pembelajaran yang harus dipenuhi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baru setelah itu teknologi dipilih. Prinsip tersebut menjadi semakin relevan ketika institusi pendidikan memasuki era digital. Jangan sampai transformasi digital justru menghasilkan laboratorium mahal yang tidak optimal digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tantangan Akreditasi Internasional<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengembangan fasilitas juga berkaitan dengan tuntutan akreditasi internasional. Dalam diskusi disebutkan bahwa standar akreditasi ASIIN membutuhkan variasi phantom dan peralatan pembelajaran yang cukup beragam. Kebutuhan tersebut membutuhkan investasi yang tidak kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini menunjukkan bahwa persaingan pendidikan kedokteran gigi ke depan bukan semata-mata mengenai jumlah mahasiswa atau jumlah FKG. Perguruan tinggi akan semakin dituntut menunjukkan kualitas proses pendidikan, keterukuran kompetensi lulusan, kesiapan fasilitas, serta pengakuan terhadap standar internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, internasionalisasi pendidikan kedokteran gigi tidak cukup dilakukan melalui kerja sama akademik atau pertukaran mahasiswa. Infrastruktur pembelajaran juga harus mampu memenuhi standar global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>APBN dan Prinsip Tidak Membebani Kerja Sama<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut, FKG UGM dan mitra membahas berbagai alternatif sumber pembiayaan. UGM menyepakati prinsip agar kerja sama tersebut tidak menimbulkan biaya masuk yang membebani institusi. Pendanaan diarahkan untuk dioptimalkan melalui APBN murni maupun skema proposal pendampingan perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pembahasan juga ditekankan pentingnya penyelesaian spesifikasi teknis tepat waktu agar dapat dipertimbangkan dalam mata anggaran perubahan APBN tahun berjalan. Pilihan pembiayaan ini menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan kedokteran gigi membutuhkan investasi jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laboratorium simulasi bukan sekadar pembangunan ruang. Di dalamnya terdapat biaya pengadaan, instalasi, pemeliharaan, pembaruan perangkat lunak, pelatihan pengguna, serta peningkatan kompetensi dosen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jangan Sampai Ekspansi Menghasilkan Ketimpangan Baru<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, persoalan terbesar pendidikan kedokteran gigi Indonesia bukan berapa banyak FKG yang dapat berdiri. Pertanyaan yang lebih penting adalah berapa banyak institusi yang mampu bertahan dan menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang setara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertumbuhan hingga puluhan bahkan sekitar seratus FKG baru dapat menjadi peluang besar apabila disertai sistem pembinaan nasional yang kuat. Sebaliknya, pertumbuhan tanpa standardisasi dan pendampingan dapat menciptakan fragmentasi mutu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, rencana kerja sama FKG UGM dan Nissin Japan dapat dibaca sebagai bagian dari upaya membangun sistem yang lebih terintegrasi. UGM tidak hanya menyiapkan laboratorium untuk dirinya sendiri. Kampus tersebut diproyeksikan menjadi salah satu simpul pembinaan pendidikan kedokteran gigi regional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nissin Japan pun tidak ditempatkan semata sebagai penyedia teknologi, tetapi sebagai mitra dalam pengembangan kapasitas pendidikan. Tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan tersebut benar-benar bergerak dari ruang diskusi menjadi sistem yang dapat digunakan dan direplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab, dalam pendidikan kedokteran, teknologi hanyalah alat. Yang menentukan kualitas akhirnya tetap manusia, dosen yang menguasai ilmu dan teknologi, mahasiswa yang memperoleh pengalaman belajar memadai, serta institusi yang memiliki komitmen menjaga mutu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah rencana ekspansi besar-besaran pendidikan kedokteran gigi Indonesia, pembangunan ekosistem pembinaan menjadi semakin penting. Indonesia tidak hanya membutuhkan lebih banyak dokter gigi. Indonesia membutuhkan dokter gigi yang kompeten, merata persebarannya, dan mendapatkan pendidikan dengan standar yang tidak ditentukan oleh lokasi kampusnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di situlah letak kerja sama pendidikan, industri, dan pemerintah diuji: apakah pertumbuhan pendidikan kedokteran gigi benar-benar menjadi jalan menuju pemerataan layanan kesehatan, atau justru melahirkan kesenjangan mutu baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Reporter: Andri Wicaksono, Photo: Fajar Budi Harsakti)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertumbuhan pendidikan kedokteran gigi di Indonesia memasuki fase baru. Di satu sisi, bertambahnya fakultas kedokteran gigi (FKG) membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan profesi dokter gigi. Namun, di sisi lain, ekspansi tersebut menyisakan pertanyaan mendasar, apakah pertumbuhan jumlah institusi akan berjalan seiring dengan pemerataan mutu pendidikan? Pertanyaan itulah yang mengemuka dalam diskusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":295,"featured_media":22418,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[136],"tags":[298,307,297],"class_list":["post-22417","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>FKG UGM-Nissin Jepang Siapkan Ekosistem Pendidikan Kedokteran Gigi, Proyeksikan Kebutuhan FKG Baru di Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"FKG UGM-Nissin Jepang Siapkan Ekosistem Pendidikan Kedokteran Gigi, Proyeksikan Kebutuhan FKG Baru di Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pertumbuhan pendidikan kedokteran gigi di Indonesia memasuki fase baru. Di satu sisi, bertambahnya fakultas kedokteran gigi (FKG) membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan profesi dokter gigi. Namun, di sisi lain, ekspansi tersebut menyisakan pertanyaan mendasar, apakah pertumbuhan jumlah institusi akan berjalan seiring dengan pemerataan mutu pendidikan? Pertanyaan itulah yang mengemuka dalam diskusi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-29T08:28:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-29T08:48:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02820.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6\"},\"headline\":\"FKG UGM-Nissin Jepang Siapkan Ekosistem Pendidikan Kedokteran Gigi, Proyeksikan Kebutuhan FKG Baru di Indonesia\",\"datePublished\":\"2026-10-29T08:28:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-29T08:48:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":1457,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/10\\\/SON02820.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\\\/\",\"name\":\"FKG UGM-Nissin Jepang Siapkan Ekosistem Pendidikan Kedokteran Gigi, Proyeksikan Kebutuhan FKG Baru di Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/10\\\/SON02820.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-29T08:28:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-29T08:48:33+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/10\\\/SON02820.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/10\\\/SON02820.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1365},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"FKG UGM-Nissin Jepang Siapkan Ekosistem Pendidikan Kedokteran Gigi, Proyeksikan Kebutuhan FKG Baru di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6\",\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"adi_nugh_fkg\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/adi_nugh_fkg\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"FKG UGM-Nissin Jepang Siapkan Ekosistem Pendidikan Kedokteran Gigi, Proyeksikan Kebutuhan FKG Baru di Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"FKG UGM-Nissin Jepang Siapkan Ekosistem Pendidikan Kedokteran Gigi, Proyeksikan Kebutuhan FKG Baru di Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Pertumbuhan pendidikan kedokteran gigi di Indonesia memasuki fase baru. Di satu sisi, bertambahnya fakultas kedokteran gigi (FKG) membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan profesi dokter gigi. Namun, di sisi lain, ekspansi tersebut menyisakan pertanyaan mendasar, apakah pertumbuhan jumlah institusi akan berjalan seiring dengan pemerataan mutu pendidikan? Pertanyaan itulah yang mengemuka dalam diskusi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-10-29T08:28:39+00:00","article_modified_time":"2026-10-29T08:48:33+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1365,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02820.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"adi_nugh_fkg","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"adi_nugh_fkg","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/"},"author":{"name":"adi_nugh_fkg","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6"},"headline":"FKG UGM-Nissin Jepang Siapkan Ekosistem Pendidikan Kedokteran Gigi, Proyeksikan Kebutuhan FKG Baru di Indonesia","datePublished":"2026-10-29T08:28:39+00:00","dateModified":"2026-10-29T08:48:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/"},"wordCount":1457,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02820.jpg","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/","name":"FKG UGM-Nissin Jepang Siapkan Ekosistem Pendidikan Kedokteran Gigi, Proyeksikan Kebutuhan FKG Baru di Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02820.jpg","datePublished":"2026-10-29T08:28:39+00:00","dateModified":"2026-10-29T08:48:33+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02820.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/SON02820.jpg","width":2048,"height":1365},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/fkg-ugm-nissin-jepang-siapkan-ekosistem-pendidikan-kedokteran-gigi-di-tengah-proyeksi-kebutuhan-fkg-baru-di-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"FKG UGM-Nissin Jepang Siapkan Ekosistem Pendidikan Kedokteran Gigi, Proyeksikan Kebutuhan FKG Baru di Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6","name":"adi_nugh_fkg","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","caption":"adi_nugh_fkg"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/adi_nugh_fkg\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/295"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22417"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22427,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22417\/revisions\/22427"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}