{"id":22291,"date":"2026-10-20T13:54:49","date_gmt":"2026-10-20T06:54:49","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=22291"},"modified":"2026-10-20T13:54:53","modified_gmt":"2026-10-20T06:54:53","slug":"kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/","title":{"rendered":"Kedaulatan Alat Kardiovaskular Nasional: Kolaborasi Riset UGM dan INA-Stent Buka Jalan bagi Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><em>Pengembangan alat kesehatan dalam negeri menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas riset, meningkatkan daya saing industri nasional, dan membangun kemandirian teknologi medis. Kolaborasi antara peneliti, perguruan tinggi, dan industri menjadi motor untuk mewujudkannya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemandirian teknologi kesehatan bukan sekadar persoalan memproduksi alat medis di dalam negeri. Lebih dari itu, kedaulatan teknologi kesehatan menyangkut kemampuan suatu bangsa untuk mengembangkan pengetahuan, menguasai teknologi, menghasilkan inovasi, serta memastikan bahwa hasil penelitian dapat menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat tersebut tercermin dalam agenda <em>Call for Collaboration: Mewujudkan Kedaulatan Alat Kardiovaskular Nasional<\/em>, yang mencantumkan Universitas Gadjah Mada (UGM), INA-Stent, serta Prof. Dr. Widowati Sismowihardjo, M.S. dari Sekolah Pascasarjana UGM sebagai ketua tim peneliti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inisiatif ini mengangkat isu penting di tengah perkembangan teknologi kedokteran: bagaimana Indonesia dapat memperkuat kemampuan nasional dalam pengembangan alat kesehatan kardiovaskular, bidang yang menuntut presisi teknologi, ketelitian penelitian, serta standar keselamatan yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi presentasi tersebut juga mencantumkan <em>Optical Coherence Tomography<\/em> (OCT), sebuah teknologi pencitraan yang relevan dalam pemeriksaan struktur jaringan, termasuk pada aplikasi kardiovaskular. Namun, rincian tahapan pengembangan, hasil penelitian, status produk, dan capaian kolaborasi belum dijelaskan secara lengkap dalam materi yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kolaborasi sebagai Fondasi Kemandirian<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengembangan alat kesehatan merupakan proses yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu disiplin ilmu. Penelitian akademik membutuhkan dukungan rekayasa teknologi, pengujian, pengembangan produk, sistem produksi, serta mekanisme evaluasi mutu dan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri mempunyai makna strategis. Perguruan tinggi berperan dalam pengembangan pengetahuan dan riset, sedangkan mitra industri dapat berkontribusi pada pengembangan produk, proses manufaktur, dan kesiapan teknologi untuk digunakan secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kemandirian alat kesehatan tidak cukup diukur dari kemampuan membuat produk.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ukuran yang lebih substantif mencakup penguasaan teknologi inti, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, kemampuan menjaga mutu produksi, keberlanjutan pembiayaan riset, serta kapasitas untuk melakukan inovasi secara mandiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan perspektif tersebut, kedaulatan alat kardiovaskular nasional perlu dipahami sebagai agenda jangka panjang yang menghubungkan penelitian, industri, regulasi, dan kebutuhan pasien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>OCT dan Tantangan Penguasaan Teknologi Medis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu istilah teknologi yang muncul dalam materi adalah <em>Optical Coherence Tomography<\/em> atau OCT. Teknologi pencitraan ini yang memanfaatkan cahaya untuk menghasilkan gambaran detail struktur jaringan. Dalam bidang kardiovaskular, OCT intravaskular dapat digunakan untuk membantu dokter menilai karakteristik bagian dalam pembuluh darah, termasuk struktur dinding pembuluh dan kondisi lesi tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi seperti ini memperlihatkan bahwa pengembangan alat medis modern membutuhkan penguasaan berbagai komponen sekaligus, mulai dari sistem optik, sensor, pemrosesan sinyal, perangkat lunak, integrasi perangkat keras, hingga prosedur pengujian keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penguasaan teknologi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi ekosistem riset Indonesia. Jika dikembangkan melalui kerja sama yang terarah, kapasitas penelitian nasional berpotensi meningkat dan membuka ruang bagi tumbuhnya kompetensi rekayasa alat kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, pencantuman OCT dalam presentasi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tim peneliti telah menghasilkan perangkat OCT buatan Indonesia, telah menyelesaikan pengembangan prototipe, atau telah memperoleh izin penggunaan klinis. Status tersebut memerlukan penjelasan dan bukti tambahan dari pihak terkait.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembedaan ini penting agar pemberitaan mengenai inovasi kesehatan tetap akurat, sekaligus memberikan penghargaan yang proporsional terhadap kerja penelitian yang sedang berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menghubungkan Laboratorium dengan Kebutuhan Pasien<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah inovasi kesehatan baru memiliki dampak luas ketika hasil penelitian dapat menjawab kebutuhan nyata dalam pelayanan medis. Karena itu, pengembangan alat kardiovaskular nasional perlu disertai pemetaan kebutuhan dokter dan fasilitas kesehatan, pengujian kinerja, evaluasi keselamatan, serta perencanaan penerapan teknologi yang sesuai dengan standar yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemandirian juga tidak otomatis berarti setiap perangkat harus dibuat sepenuhnya dari bahan lokal. Hal yang lebih mendasar adalah sejauh mana Indonesia menguasai teknologi kritis, memiliki kapasitas untuk melakukan perbaikan, mengembangkan generasi produk berikutnya, dan menjaga keberlanjutan pasokan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sudut pandang kebijakan kesehatan, penguatan kapasitas nasional dapat membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi tertentu dari luar negeri. Namun, besarnya pengaruh terhadap biaya layanan, ketersediaan perangkat, dan akses pasien harus dibuktikan melalui data pengadaan, evaluasi ekonomi, serta hasil penerapan di fasilitas kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, keberhasilan suatu program pengembangan alat kesehatan seharusnya tidak berhenti pada publikasi atau pengenalan konsep. Keberhasilan perlu ditelusuri melalui indikator yang terukur, seperti kemajuan riset, hasil pengujian, kesiapan manufaktur, pemenuhan persyaratan regulasi, dan manfaat klinis.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"834\" src=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/BUNDI-SEMARANG-2-1024x834.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-22293\" srcset=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/BUNDI-SEMARANG-2-1024x834.jpeg 1024w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/BUNDI-SEMARANG-2-300x244.jpeg 300w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/BUNDI-SEMARANG-2-768x626.jpeg 768w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/BUNDI-SEMARANG-2-15x12.jpeg 15w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/BUNDI-SEMARANG-2.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kepemimpinan Riset dan Pentingnya Ekosistem Inovasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi kolaborasi tersebut mencantumkan Prof. Dr. Widowati Sismowihardjo, M.S., dari Sekolah Pascasarjana UGM sebagai ketua tim peneliti. Pencantuman tersebut menempatkan kepemimpinan penelitian sebagai salah satu unsur dalam agenda pengembangan teknologi kardiovaskular nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam penelitian teknologi medis, kepemimpinan ilmiah berperan mengarahkan agenda riset, menjaga integritas metodologi, mengoordinasikan kompetensi lintas bidang, dan memastikan bahwa target pengembangan disusun berdasarkan kebutuhan serta bukti ilmiah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, keberhasilan inovasi tidak ditentukan oleh satu tokoh atau satu institusi semata. Diperlukan ekosistem yang mampu menghubungkan peneliti, insinyur, klinisi, industri, regulator, dan pengguna teknologi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolaborasi yang efektif juga membutuhkan pembagian tanggung jawab yang jelas, perlindungan kekayaan intelektual, pendanaan yang berkelanjutan, serta mekanisme evaluasi yang transparan. Tanpa unsur-unsur tersebut, hasil penelitian berisiko berhenti pada tahap akademik dan sulit berkembang menjadi produk yang dapat digunakan secara luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, agenda kedaulatan alat kardiovaskular nasional layak ditempatkan dalam pembahasan yang lebih luas tentang penguatan riset dan inovasi Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Suara Peneliti: Mengapa Kolaborasi Menjadi Penting?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai ketua tim peneliti yang tercantum dalam materi, Prof. Dr. Widowati Sismowihardjo, M.S., merupakan narasumber utama yang perlu dimintai penjelasan mengenai arah dan sasaran program tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejumlah pertanyaan penting patut diajukan: teknologi apa yang sedang dikembangkan, masalah klinis apa yang hendak dijawab, sejauh mana kemajuan penelitian, dan bagaimana kolaborasi dengan mitra industri akan diterjemahkan menjadi hasil yang terukur?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memperkaya pemberitaan, tim peneliti juga perlu menjelaskan tantangan yang dihadapi, mulai dari penguasaan komponen teknologi hingga proses pengujian dan kesiapan produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kutipan yang perlu dikonfirmasi kepada Prof. Widowati:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBagi kami, kedaulatan alat kardiovaskular nasional harus dibangun melalui penguatan riset, kolaborasi lintas disiplin, dan kemampuan mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan Indonesia.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Catatan redaksi: Kalimat di atas merupakan usulan pertanyaan atau bahan kutipan untuk dikonfirmasi, bukan pernyataan langsung yang telah terverifikasi dari Prof. Widowati. Jangan memublikasikannya sebagai kutipan langsung sebelum narasumber menyampaikan atau menyetujuinya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterangan dari pihak INA-Stent juga diperlukan untuk memperjelas bentuk dukungan industri, kontribusi teknis, rencana pengembangan, serta kemungkinan tahapan hilirisasi hasil penelitian. Dengan demikian, publik dapat memahami bukan hanya gagasan besar kolaborasi, melainkan juga langkah konkret yang sedang ditempuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mengukur Keberhasilan, Bukan Sekadar Membangun Optimisme<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat membangun kemandirian teknologi kesehatan patut diapresiasi. Namun, optimisme perlu berjalan beriringan dengan ukuran keberhasilan yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, capaian penelitian perlu dijelaskan secara transparan, termasuk apakah kegiatan masih berada pada tahap konseptual, pengembangan prototipe, pengujian laboratorium, atau evaluasi klinis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, aspek keselamatan dan mutu harus menjadi prioritas. Perangkat medis yang digunakan untuk pemeriksaan atau tindakan kardiovaskular harus melalui proses pengujian dan pemenuhan persyaratan yang relevan sebelum digunakan sesuai peruntukannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga, pengembangan teknologi perlu disertai strategi keberlanjutan. Kemampuan memproduksi perangkat, menyediakan suku cadang, melakukan pemeliharaan, serta meningkatkan teknologi akan menentukan apakah sebuah inovasi dapat bertahan dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keempat, dampak bagi masyarakat harus menjadi orientasi akhir. Inovasi yang berhasil bukan hanya yang membuktikan kemampuan teknis, tetapi juga yang memberikan manfaat nyata bagi pasien dan tenaga kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan indikator tersebut, publik dapat menilai perkembangan program secara objektif, sementara peneliti dan mitra industri memperoleh arah yang lebih jelas untuk menentukan prioritas pengembangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menjadikan Kedaulatan Teknologi sebagai Agenda Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inisiatif kolaborasi yang mengangkat kedaulatan alat kardiovaskular nasional membuka ruang diskusi mengenai masa depan riset medis Indonesia. Kehadiran perguruan tinggi dan mitra industri dalam satu agenda memberikan dasar untuk membicarakan bagaimana kemampuan ilmiah dapat dikembangkan menjadi kapasitas teknologi yang lebih mandiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, perjalanan menuju kemandirian membutuhkan konsistensi. Riset harus didukung pendanaan dan sumber daya manusia yang memadai; pengembangan produk harus berpijak pada kebutuhan klinis; dan penerapan teknologi harus mengikuti standar mutu, keselamatan, serta regulasi yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, kedaulatan teknologi kesehatan bukan sekadar kebanggaan karena mampu menghasilkan produk sendiri. Kedaulatan berarti memiliki pengetahuan, kapasitas, dan keleluasaan untuk menentukan arah pengembangan teknologi yang dibutuhkan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolaborasi UGM, INA-Stent, dan tim peneliti yang dipimpin Prof. Widowati menjadi agenda yang patut ditelusuri lebih lanjut. Tahap berikutnya adalah memastikan bahwa visi tersebut diikuti target yang terukur, kemajuan yang dapat diverifikasi, serta hasil yang memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan kesehatan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab, masa depan teknologi medis nasional tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi cita-cita yang dicanangkan, tetapi juga oleh seberapa konsisten cita-cita itu diterjemahkan menjadi penelitian yang bermutu, produk yang aman, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengembangan alat kesehatan dalam negeri menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas riset, meningkatkan daya saing industri nasional, dan membangun kemandirian teknologi medis. Kolaborasi antara peneliti, perguruan tinggi, dan industri menjadi motor untuk mewujudkannya. Kemandirian teknologi kesehatan bukan sekadar persoalan memproduksi alat medis di dalam negeri. Lebih dari itu, kedaulatan teknologi kesehatan menyangkut kemampuan suatu bangsa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":295,"featured_media":22292,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[136],"tags":[45,298,300,306,307,289,291,296,297],"class_list":["post-22291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terbaru","tag-fkg-ugm","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-11-kota-dan-masyarakat-yang-berkelanjutan","tag-sdg-16-perdamaian-dan-keadilan-institusi-yang-kuat","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-8-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kedaulatan Alat Kardiovaskular Nasional: Kolaborasi Riset UGM dan INA-Stent Buka Jalan bagi Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kedaulatan Alat Kardiovaskular Nasional: Kolaborasi Riset UGM dan INA-Stent Buka Jalan bagi Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengembangan alat kesehatan dalam negeri menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas riset, meningkatkan daya saing industri nasional, dan membangun kemandirian teknologi medis. Kolaborasi antara peneliti, perguruan tinggi, dan industri menjadi motor untuk mewujudkannya. Kemandirian teknologi kesehatan bukan sekadar persoalan memproduksi alat medis di dalam negeri. Lebih dari itu, kedaulatan teknologi kesehatan menyangkut kemampuan suatu bangsa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-20T06:54:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-20T06:54:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/BUNDI-SEMARANG-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6\"},\"headline\":\"Kedaulatan Alat Kardiovaskular Nasional: Kolaborasi Riset UGM dan INA-Stent Buka Jalan bagi Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia\",\"datePublished\":\"2026-10-20T06:54:49+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-20T06:54:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":1357,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/10\\\/BUNDI-SEMARANG-1.jpeg\",\"keywords\":[\"fkg ugm\",\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 11: Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan\",\"SDG 16: Perdamaian dan Keadilan Institusi yang Kuat\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\\\/\",\"name\":\"Kedaulatan Alat Kardiovaskular Nasional: Kolaborasi Riset UGM dan INA-Stent Buka Jalan bagi Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/10\\\/BUNDI-SEMARANG-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-10-20T06:54:49+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-20T06:54:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/10\\\/BUNDI-SEMARANG-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/10\\\/BUNDI-SEMARANG-1.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":1048},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kedaulatan Alat Kardiovaskular Nasional: Kolaborasi Riset UGM dan INA-Stent Buka Jalan bagi Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6\",\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"adi_nugh_fkg\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/adi_nugh_fkg\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kedaulatan Alat Kardiovaskular Nasional: Kolaborasi Riset UGM dan INA-Stent Buka Jalan bagi Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kedaulatan Alat Kardiovaskular Nasional: Kolaborasi Riset UGM dan INA-Stent Buka Jalan bagi Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Pengembangan alat kesehatan dalam negeri menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas riset, meningkatkan daya saing industri nasional, dan membangun kemandirian teknologi medis. Kolaborasi antara peneliti, perguruan tinggi, dan industri menjadi motor untuk mewujudkannya. Kemandirian teknologi kesehatan bukan sekadar persoalan memproduksi alat medis di dalam negeri. Lebih dari itu, kedaulatan teknologi kesehatan menyangkut kemampuan suatu bangsa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-10-20T06:54:49+00:00","article_modified_time":"2026-10-20T06:54:53+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":1048,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/BUNDI-SEMARANG-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"adi_nugh_fkg","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"adi_nugh_fkg","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/"},"author":{"name":"adi_nugh_fkg","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6"},"headline":"Kedaulatan Alat Kardiovaskular Nasional: Kolaborasi Riset UGM dan INA-Stent Buka Jalan bagi Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia","datePublished":"2026-10-20T06:54:49+00:00","dateModified":"2026-10-20T06:54:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/"},"wordCount":1357,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/BUNDI-SEMARANG-1.jpeg","keywords":["fkg ugm","SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 11: Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan","SDG 16: Perdamaian dan Keadilan Institusi yang Kuat","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/","name":"Kedaulatan Alat Kardiovaskular Nasional: Kolaborasi Riset UGM dan INA-Stent Buka Jalan bagi Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/BUNDI-SEMARANG-1.jpeg","datePublished":"2026-10-20T06:54:49+00:00","dateModified":"2026-10-20T06:54:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/BUNDI-SEMARANG-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/BUNDI-SEMARANG-1.jpeg","width":1280,"height":1048},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kedaulatan-alat-kardiovaskular-nasional-kolaborasi-riset-ugm-dan-ina-stent-buka-jalan-bagi-kemandirian-teknologi-kesehatan-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kedaulatan Alat Kardiovaskular Nasional: Kolaborasi Riset UGM dan INA-Stent Buka Jalan bagi Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6","name":"adi_nugh_fkg","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","caption":"adi_nugh_fkg"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/adi_nugh_fkg\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/295"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22291"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22294,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22291\/revisions\/22294"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}