{"id":22247,"date":"2026-10-15T13:33:33","date_gmt":"2026-10-15T06:33:33","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=22247"},"modified":"2026-10-15T13:35:21","modified_gmt":"2026-10-15T06:35:21","slug":"dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/","title":{"rendered":"Dari Kuratif ke Promotif-Preventif, Meneropong Kedokteran Gigi Pencegahan di Indonesia dari ICAAPD 2026"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><em>Masa depan kedokteran gigi tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa canggih teknologi untuk memperbaiki gigi yang telah rusak. Tantangan yang lebih mendasar justru terletak pada bagaimana kesehatan gigi &amp; mulut masyarakat dapat dicegah, agar tidak sampai mengalami kerusakan gigi sejak awal.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perspektif tersebut dibawakan oleh drg. Lisdrianto Hanindriyo, MPH., Ph.D.pada <em>International Conference of Asian Academy of Preventive Dentistry<\/em> (ICAAPD) 2026. Forum internasional tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemerhati kedokteran gigi pencegahan dari berbagai negara. ICAAPD merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Asian Academy of Preventive Dentistry (AAPD). Meskipun berangkat dari organisasi yang berbasis di Asia, forum tersebut memiliki cakupan internasional dengan peserta dan narasumber dari berbagai belahan dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi drg. Drian, keikutsertaan dalam forum semacam ini bukan sekadar agenda akademik semata. Hampir setiap tahun drg. Drian mengikuti kegiatan AAPD, baik sebagai narasumber, presenter maupun bagian dari kepanitiaan. Konsistensi tersebut menjadi salah satu cara untuk mengikuti perkembangan sekaligus membaca tren terbaru dalam bidang kedokteran gigi pencegahan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/dran-2-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-22250\" srcset=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/dran-2-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/dran-2-300x225.jpeg 300w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/dran-2-768x576.jpeg 768w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/dran-2-16x12.jpeg 16w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/dran-2.jpeg 1477w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Membawa Riset dari Indonesia ke Forum Internasional<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada ICAAPD 2026, drg. Drian berpartisipasi sebagai non-competing poster presenter. Ia mempresentasikan hasil penelitian berjudul <em>\u201cCariogenic Diet and Toothbrishing Frequency Influence S. mutans Colonization Despite Fluoride Mouth Rinse Exposure.\u201d<\/em> Riset tersebut merupakan salah satu hasil dari proyek Pinter Tuntas Beres yang dikembangkan Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Masyarakat (IKGM) dan telah berlangsung sejak 2022 hingga 2027. Kehadiran penelitian tersebut di forum internasional memperlihatkan bahwa isu kesehatan gigi masyarakat Indonesia dapat ditempatkan dalam percakapan ilmiah global. Persoalan seperti pola konsumsi makanan kariogenik, frekuensi menyikat gigi, kolonisasi <em>Streptococcus mutans<\/em>, dan efektivitas paparan fluoride bukan hanya persoalan klinis individual, melainkan bagian dari persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan komprehensif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah penelitian preventif memiliki arti strategis. Pendekatan tersebut tidak berhenti pada pertanyaan bagaimana menangani karies, tetapi bergerak lebih jauh: mengapa karies terjadi, faktor apa yang memengaruhinya, dan bagaimana masyarakat dapat diberdayakan untuk mencegahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ketika AI Masuk ke Kedokteran Gigi Pencegahan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ICAAPD 2026 juga menunjukkan bahwa perkembangan kedokteran gigi pencegahan kini tidak dapat dilepaskan dari transformasi teknologi. Salah satu isu yang dibahas dalam konferensi tersebut adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam kedokteran gigi pencegahan. Masuknya AI ke ranah preventif membuka kemungkinan baru. Teknologi tersebut berpotensi membantu pengolahan data, identifikasi faktor risiko, pemetaan kelompok rentan, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persoalan yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi intervensi yang benar-benar dirasakan masyarakat. Data yang semakin besar tidak otomatis menghasilkan masyarakat yang lebih sehat apabila tidak diikuti perubahan perilaku, peningkatan literasi kesehatan, serta kebijakan yang mendukung pencegahan, papar drg. Drian. Karena itu, masa depan <em>preventive dentistry<\/em> bukan sekadar persoalan <em>high technology<\/em>, melainkan bagaimana teknologi mutakhir disinergikan dengan tingkat keterlibatan aktif masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mengubah <em>Mindset<\/em> Masyarakat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran gigi, Indonesia masih menghadapi tantangan fundamental. Tantangan itu bukan semata keterbatasan teknologi, fasilitas kesehatan, atau tenaga profesional, tetapi perubahan cara pandang. Dalam hal ini drg. Drian menilai tantangan terbesar <em>preventive dentistry<\/em> di Indonesia adalah transformasi mindset dari paradigma kuratif menuju promotif-preventif, baik pada masyarakat maupun tenaga kesehatan gigi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama kesehatan gigi masih dipahami sebagai persoalan yang harus ditangani ketika sakit, maka layanan kedokteran gigi akan cenderung bergerak setelah masalah muncul. Pasien datang ketika gigi berlubang, ketika nyeri, ketika terjadi infeksi, atau ketika kerusakan telah mengganggu kualitas hidup. Padahal, pendekatan preventif menuntut intervensi lebih jauh sebelum fase tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paradigma promotif-preventif mengajak masyarakat melihat kesehatan gigi bukan sebagai kondisi yang baru diperhatikan ketika muncul keluhan, tetapi sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari. Menyikat gigi dengan benar, mengendalikan konsumsi makanan kariogenik, menjaga kebersihan rongga mulut, melakukan pemeriksaan berkala, serta memahami faktor risiko menjadi bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/DRIAN-3-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-22251\" srcset=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/DRIAN-3-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/DRIAN-3-300x169.jpeg 300w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/DRIAN-3-768x432.jpeg 768w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/DRIAN-3-18x10.jpeg 18w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/DRIAN-3.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Preventive Dentistry<\/em> Harus Berangkat dari Komunitas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tema ICAAPD 2026, <em>\u201cEmpowering Communities Through Preventive Dentistry\u201d<\/em>, menjadi relevan dengan tantangan tersebut. Kata <em>empowering<\/em> atau pemberdayaan menjadi penting karena masyarakat tidak seharusnya ditempatkan hanya sebagai penerima layanan kesehatan. Masyarakat perlu menjadi aktor yang memiliki pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan untuk mengambil keputusan mengenai kesehatan giginya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan semacam ini sekaligus menggeser posisi tenaga kesehatan gigi. Dokter gigi tidak hanya berperan sebagai pihak yang melakukan tindakan klinis, tetapi juga sebagai edukator, penggerak komunitas, peneliti, dan mitra masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan <em>preventive dentistry<\/em> tidak hanya diukur dari jumlah tindakan medis yang dilakukan. Ukuran keberhasilannya justru dapat dilihat dari berapa banyak masalah kesehatan yang berhasil dicegah sebelum menjadi penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Kontributor: drg. Lisdrianto Hanindriyo, MPH., Ph.D, Redaksi: Andri Wicaksono)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masa depan kedokteran gigi tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa canggih teknologi untuk memperbaiki gigi yang telah rusak. Tantangan yang lebih mendasar justru terletak pada bagaimana kesehatan gigi &amp; mulut masyarakat dapat dicegah, agar tidak sampai mengalami kerusakan gigi sejak awal. Perspektif tersebut dibawakan oleh drg. Lisdrianto Hanindriyo, MPH., Ph.D.pada International Conference of Asian Academy of [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":295,"featured_media":22249,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[136],"tags":[361,298,300,307,289,291,296,297],"class_list":["post-22247","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terbaru","tag-dept-ikgm-ikgp","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-11-kota-dan-masyarakat-yang-berkelanjutan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-8-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dari Kuratif ke Promotif-Preventif, Meneropong Kedokteran Gigi Pencegahan di Indonesia dari ICAAPD 2026 - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Kuratif ke Promotif-Preventif, Meneropong Kedokteran Gigi Pencegahan di Indonesia dari ICAAPD 2026 - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masa depan kedokteran gigi tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa canggih teknologi untuk memperbaiki gigi yang telah rusak. Tantangan yang lebih mendasar justru terletak pada bagaimana kesehatan gigi &amp; mulut masyarakat dapat dicegah, agar tidak sampai mengalami kerusakan gigi sejak awal. Perspektif tersebut dibawakan oleh drg. Lisdrianto Hanindriyo, MPH., Ph.D.pada International Conference of Asian Academy of [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-15T06:33:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-15T06:35:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/DRIAN-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6\"},\"headline\":\"Dari Kuratif ke Promotif-Preventif, Meneropong Kedokteran Gigi Pencegahan di Indonesia dari ICAAPD 2026\",\"datePublished\":\"2026-10-15T06:33:33+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-15T06:35:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\\\/\"},\"wordCount\":716,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/10\\\/DRIAN-1.jpeg\",\"keywords\":[\"Dept. IKGM &amp; IKGP\",\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 11: Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\\\/\",\"name\":\"Dari Kuratif ke Promotif-Preventif, Meneropong Kedokteran Gigi Pencegahan di Indonesia dari ICAAPD 2026 - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/10\\\/DRIAN-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-10-15T06:33:33+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-15T06:35:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/10\\\/DRIAN-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/10\\\/DRIAN-1.jpeg\",\"width\":960,\"height\":1280},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Kuratif ke Promotif-Preventif, Meneropong Kedokteran Gigi Pencegahan di Indonesia dari ICAAPD 2026\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6\",\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"adi_nugh_fkg\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/adi_nugh_fkg\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Kuratif ke Promotif-Preventif, Meneropong Kedokteran Gigi Pencegahan di Indonesia dari ICAAPD 2026 - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Kuratif ke Promotif-Preventif, Meneropong Kedokteran Gigi Pencegahan di Indonesia dari ICAAPD 2026 - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Masa depan kedokteran gigi tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa canggih teknologi untuk memperbaiki gigi yang telah rusak. Tantangan yang lebih mendasar justru terletak pada bagaimana kesehatan gigi &amp; mulut masyarakat dapat dicegah, agar tidak sampai mengalami kerusakan gigi sejak awal. Perspektif tersebut dibawakan oleh drg. Lisdrianto Hanindriyo, MPH., Ph.D.pada International Conference of Asian Academy of [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-10-15T06:33:33+00:00","article_modified_time":"2026-10-15T06:35:21+00:00","og_image":[{"width":960,"height":1280,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/DRIAN-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"adi_nugh_fkg","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"adi_nugh_fkg","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/"},"author":{"name":"adi_nugh_fkg","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6"},"headline":"Dari Kuratif ke Promotif-Preventif, Meneropong Kedokteran Gigi Pencegahan di Indonesia dari ICAAPD 2026","datePublished":"2026-10-15T06:33:33+00:00","dateModified":"2026-10-15T06:35:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/"},"wordCount":716,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/DRIAN-1.jpeg","keywords":["Dept. IKGM &amp; IKGP","SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 11: Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/","name":"Dari Kuratif ke Promotif-Preventif, Meneropong Kedokteran Gigi Pencegahan di Indonesia dari ICAAPD 2026 - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/DRIAN-1.jpeg","datePublished":"2026-10-15T06:33:33+00:00","dateModified":"2026-10-15T06:35:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/DRIAN-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/10\/DRIAN-1.jpeg","width":960,"height":1280},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/dari-kuratif-ke-promotif-preventif-meneropong-kedokteran-gigi-pencegahan-di-indonesia-dari-icaapd-2026\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Kuratif ke Promotif-Preventif, Meneropong Kedokteran Gigi Pencegahan di Indonesia dari ICAAPD 2026"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6","name":"adi_nugh_fkg","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","caption":"adi_nugh_fkg"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/adi_nugh_fkg\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/295"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22247"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22247\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22252,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22247\/revisions\/22252"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}