{"id":21579,"date":"2026-08-12T12:53:20","date_gmt":"2026-08-12T05:53:20","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=21579"},"modified":"2026-08-12T14:00:25","modified_gmt":"2026-08-12T07:00:25","slug":"menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/","title":{"rendered":"Menembus Batas Pembedahan Kanker Mulut: Antara Presisi Bedah, Tantangan Sosiokultural, &amp; Humanisme Rekonstruksi Wajah"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mengadakan kuliah pakar bidang bedah mulut &amp; maksilofasial. Di hadapan para klinisi, akademisi, dan residen bedah mulut dan maksilofasial, Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. pakar bedah mulut dan maksilofasial terkemuka dari Yonsei University, Korea Selatan menyampaikan kuliah pakar bertajuk <em>\u201cPrinciples of Surgical Resection in Oral Cancer: Clear Margins and Choosing the Right Flap for the Right Defect\u201d<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pemaparannya, Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. tidak hanya membedah teknis pembedahan onkologi modern, tetapi juga menyuarakan otokritik terhadap tantangan epidemiologi di Asia Tenggara, batas-batas teknologi modern, serta tanggung jawab etis dokter gigi dalam mengembalikan identitas kemanusiaan pasien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembedahan Onkologi: Lebih dari Sekadar Memotong Tumor<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. mengawali presentasinya dengan menegaskan kompleksitas anatomi rongga mulut yang terdiri dari gabungan jaringan keras dan lunak mulai dari gigi, tulang, mukosa, otot, hingga saraf dan pembuluh darah. Tidak seperti organ tubuh lainnya, kanker di area maksilofasial membawa dampak psikosomatik yang mendalam karena memapar langsung wajah simbol identitas pribadi seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cPembedahan dan rekonstruksi wajah bukan sekadar mengembalikan fungsi masticatory atau estetik belaka, melainkan mengembalikan identitas dan personalitas individu. Ketika kita melakukan reseksi pada jaringan pipi atau rahang, pemulihan psikologis dan kemampuan pasien untuk kembali diterima di masyarakat menjadi taruhan utamanya,\u201d<\/em> tegas Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara klinis, Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. menguraikan bahwa bedah primary tumor merupakan pilar utama penanganan kanker mulut. Mengingat jaringan tulang tidak terlalu sensitif terhadap radioterapi atau kemoterapi, eksisi bedah dengan <em>clear margins<\/em> (batas sayatan bebas tumor) menjadi kunci determinan survival pasien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kanker Pipi (<em>Buccal Cancer<\/em>) dan Tradisi Mengunyah Pinang di Asia Tenggara<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu sorotan kritis dalam pemaparan Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. adalah perbedaan epidemiologis antara Asia Timur dan Asia Tenggara. Di Korea Selatan dan Jepang, insidensi <em>buccal cancer<\/em> relatif rendah. Sebaliknya, negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, India, Sri Lanka, dan Taiwan menghadapi lonjakan kasus akibat kebiasaan lokal menyirih atau mengunyah biji pinang (<em>betel nut<\/em>) yang mengandung zat karsinogenik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cDi Indonesia, angka insidensi kanker mulut diperkirakan mencapai hampir 6.000 kasus baru per tahun lebih dari tiga kali lipat dibanding Korea Selatan yang berada di bawah 2.000 kasus,\u201d<\/em> ungkap Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. <em>\u201cHal ini menuntut para klinisi di Indonesia untuk memiliki penguasaan teknik rekonstruksi flap jaringan lunak yang sangat matang karena defek akibat reseksi buccal cancer sangat memengaruhi fungsionalitas dan kualitas hidup pasien.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Evolusi Bedah Rekonstruksi: Dari <em>Template<\/em> Manual hingga Robotik &amp; <em>Jaw in a Day<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbagi perjalanan karirnya selama lebih dari tiga dekade, Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. memperlihatkan bagaimana sains bedah berkembang pesat. Ia mengenang masa-masa awal pembedahan pada tahun 1990an saat rekonstruksi defek rahang masih menggunakan bahan cetak <em>putty<\/em> or <em>template<\/em> manual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini, integrasi teknologi <em>Virtual Surgical Planning<\/em> (VSP), pencetakan implan kustom 3D (<em>Patient-Specific Implants<\/em>), hingga teknik <em>jaw-in-a-Day<\/em> memungkinkan tim bedah melakukan reseksi tumor, transfer flap tulang (<em>vascularized fibula<\/em> or <em>iliac crest flap<\/em>), serta pemasangan implan gigi secara bersamaan dalam satu sesi operasi maraton berdurasi 10 jam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, departemen yang dipimpinnya di Yonsei University menjadi pelopor tunggal di Korea Selatan untuk prosedur <em>robotic neck dissection<\/em> di bidang bedah mulut dan maksilofasial. Teknologi robotik ini mampu meminimalisir bekas luka operasi di area leher (<em>hiding the scar<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. secara kritis memberikan catatan batasan teknologi:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cRobotik dan VSP adalah alat bantu yang luar biasa, tetapi teknologi tidak pernah bisa menggantikan intuisi serta kejelian indera klinisi. Di tengah keterbatasan evaluasi penunjang rutin seperti MRI atau CT scan bulanan akibat regulasi asuransi kesehatan, mata dan jari jemari dokter dikombinasikan dengan edukasi pasien yang disiplin tetap menjadi instrumen deteksi dini rekurensi yang paling utama.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Edukasi Pasien dan Pasca-Operasi: Penyelamatan Kualitas Hidup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Poin penting lain yang disampaikan adalah pentingnya tata laksana pasca-pembedahan (<em>adjuvant therapy<\/em>) dan pemantauan ketat pada tahun pertama pasca-operasi, di mana mayoritas kasus rekurensi terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. mengingatkan bahwa tugas dokter bedah tidak selesai saat pasien keluar dari ruang operasi. Efek samping seperti xerostomia (mulut kering), odinofagia (nyeri menelan), disfagia, trismus (keterbatasan membuka mulut), hingga lymphedema leher harus dikelola melalui latihan rehabilitasi mandiri demi memastikan pasien dapat kembali berintegrasi secara sosial.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/JELAS-1-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-21583\" srcset=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/JELAS-1-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/JELAS-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/JELAS-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/JELAS-1-18x12.jpg 18w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/JELAS-1.jpg 1264w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pesan Inspiratif: Kolaborasi Interdisiplin dan Dedikasi Tanpa Henti<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengakhiri kuliahnya, Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. menekankan bahwa penanganan kanker mulut modern memerlukan kolaborasi erat (<em>multidisciplinary approach<\/em>) antara ahli bedah mulut, ENT (THT), radionkologi, medik onkologi, hingga spesialis prostodonsia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPembedahan kanker mulut adalah pekerjaan yang berat dan melelahkan. Kami melakukan pembedahan kompleks dari jam 8 pagi hingga 8 malam hampir setiap hari. Ada kalanya kita dihampiri rasa cemas akan komplikasi. Namun, saat melihat pasien bahkan anak usia 10 tahun yang pernah mengalami osteosarcoma dapat kembali bersekolah, bertahan hidup, dan tersenyum dengan rekonstruksi yang baik, di situlah seluruh rasa lelah itu terbayar tuntas,\u201d tutup Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. dengan haru.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"752\" height=\"501\" src=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/image-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21580\" srcset=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/image-3.png 752w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/image-3-300x200.png 300w, https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/image-3-18x12.png 18w\" sizes=\"(max-width: 752px) 100vw, 752px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kuliah pakar ini, UGM dan Yonsei University mempertegas komitmen akademik mereka dalam mempererat kolaborasi riset dan pelayanan medis, demi menjawab tantangan penanganan kanker mulut yang kian kompleks di kawasan Asia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Reporter: Andri Wicaksono, Foto: Azahra)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mengadakan kuliah pakar bidang bedah mulut &amp; maksilofasial. Di hadapan para klinisi, akademisi, dan residen bedah mulut dan maksilofasial, Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. pakar bedah mulut dan maksilofasial terkemuka dari Yonsei University, Korea Selatan menyampaikan kuliah pakar bertajuk \u201cPrinciples of Surgical Resection in Oral Cancer: Clear Margins [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":295,"featured_media":21582,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[136],"tags":[351,518,57,298,300,306,307,289,291,296,297],"class_list":["post-21579","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terbaru","tag-bedah-mulut-dan-maksilofasial","tag-esgs","tag-program-studi-bedah-mulut-dan-maksilofasial-fkg-ugm","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-11-kota-dan-masyarakat-yang-berkelanjutan","tag-sdg-16-perdamaian-dan-keadilan-institusi-yang-kuat","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-8-pekerjaan-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menembus Batas Pembedahan Kanker Mulut: Antara Presisi Bedah, Tantangan Sosiokultural, &amp; Humanisme Rekonstruksi Wajah - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menembus Batas Pembedahan Kanker Mulut: Antara Presisi Bedah, Tantangan Sosiokultural, &amp; Humanisme Rekonstruksi Wajah - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mengadakan kuliah pakar bidang bedah mulut &amp; maksilofasial. Di hadapan para klinisi, akademisi, dan residen bedah mulut dan maksilofasial, Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. pakar bedah mulut dan maksilofasial terkemuka dari Yonsei University, Korea Selatan menyampaikan kuliah pakar bertajuk \u201cPrinciples of Surgical Resection in Oral Cancer: Clear Margins [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-12T05:53:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-12T07:00:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/JELAS-4.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1264\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"842\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"adi_nugh_fkg\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6\"},\"headline\":\"Menembus Batas Pembedahan Kanker Mulut: Antara Presisi Bedah, Tantangan Sosiokultural, &amp; Humanisme Rekonstruksi Wajah\",\"datePublished\":\"2026-08-12T05:53:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-12T07:00:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\\\/\"},\"wordCount\":824,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/08\\\/JELAS-4.jpg\",\"keywords\":[\"Bedah Mulut dan Maksilofasial\",\"ESGs\",\"program studi bedah mulut dan maksilofasial fkg ugm\",\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 11: Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan\",\"SDG 16: Perdamaian dan Keadilan Institusi yang Kuat\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\\\/\",\"name\":\"Menembus Batas Pembedahan Kanker Mulut: Antara Presisi Bedah, Tantangan Sosiokultural, &amp; Humanisme Rekonstruksi Wajah - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/08\\\/JELAS-4.jpg\",\"datePublished\":\"2026-08-12T05:53:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-12T07:00:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/08\\\/JELAS-4.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/08\\\/JELAS-4.jpg\",\"width\":1264,\"height\":842},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menembus Batas Pembedahan Kanker Mulut: Antara Presisi Bedah, Tantangan Sosiokultural, &amp; Humanisme Rekonstruksi Wajah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6\",\"name\":\"adi_nugh_fkg\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"adi_nugh_fkg\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/adi_nugh_fkg\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menembus Batas Pembedahan Kanker Mulut: Antara Presisi Bedah, Tantangan Sosiokultural, &amp; Humanisme Rekonstruksi Wajah - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menembus Batas Pembedahan Kanker Mulut: Antara Presisi Bedah, Tantangan Sosiokultural, &amp; Humanisme Rekonstruksi Wajah - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mengadakan kuliah pakar bidang bedah mulut &amp; maksilofasial. Di hadapan para klinisi, akademisi, dan residen bedah mulut dan maksilofasial, Prof. Kim Hyung-Jun, Ph.D. pakar bedah mulut dan maksilofasial terkemuka dari Yonsei University, Korea Selatan menyampaikan kuliah pakar bertajuk \u201cPrinciples of Surgical Resection in Oral Cancer: Clear Margins [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-08-12T05:53:20+00:00","article_modified_time":"2026-08-12T07:00:25+00:00","og_image":[{"width":1264,"height":842,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/JELAS-4.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"adi_nugh_fkg","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"adi_nugh_fkg","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/"},"author":{"name":"adi_nugh_fkg","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6"},"headline":"Menembus Batas Pembedahan Kanker Mulut: Antara Presisi Bedah, Tantangan Sosiokultural, &amp; Humanisme Rekonstruksi Wajah","datePublished":"2026-08-12T05:53:20+00:00","dateModified":"2026-08-12T07:00:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/"},"wordCount":824,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/JELAS-4.jpg","keywords":["Bedah Mulut dan Maksilofasial","ESGs","program studi bedah mulut dan maksilofasial fkg ugm","SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 11: Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan","SDG 16: Perdamaian dan Keadilan Institusi yang Kuat","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/","name":"Menembus Batas Pembedahan Kanker Mulut: Antara Presisi Bedah, Tantangan Sosiokultural, &amp; Humanisme Rekonstruksi Wajah - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/JELAS-4.jpg","datePublished":"2026-08-12T05:53:20+00:00","dateModified":"2026-08-12T07:00:25+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/JELAS-4.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/08\/JELAS-4.jpg","width":1264,"height":842},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/menembus-batas-pembedahan-kanker-mulut-antara-presisi-bedah-tantangan-sosiokultural-humanisme-rekonstruksi-wajah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menembus Batas Pembedahan Kanker Mulut: Antara Presisi Bedah, Tantangan Sosiokultural, &amp; Humanisme Rekonstruksi Wajah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/cef097e57231ba71a1562901cff1feb6","name":"adi_nugh_fkg","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f833450cddd5e3f78884a251bd8d15ab37e81bd969d5e5549e4f2876adf3a35?s=96&d=mm&r=g","caption":"adi_nugh_fkg"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/adi_nugh_fkg\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/295"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21579"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21579\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21586,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21579\/revisions\/21586"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}