{"id":21248,"date":"2026-07-23T15:45:03","date_gmt":"2026-07-23T08:45:03","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=21248"},"modified":"2026-07-23T15:45:05","modified_gmt":"2026-07-23T08:45:05","slug":"konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/","title":{"rendered":"Konsumsi Karbohidrat Berlebih Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang 62 Kali Lipat pada Anak Usia Dini"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari 74 anak usia 3\u20136 tahun yang diperiksa di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, sebanyak 96 persen ditemukan mengalami karies gigi \u2014 atau yang awam kenal sebagai gigi berlubang. Angka ini jauh melampaui target WHO yang menargetkan 90 persen anak usia lima tahun bebas karies. Penelitian yang dipublikasikan di <em>Journal of International Oral Health<\/em> (2020) ini dilakukan oleh Leny Pratiwi Arie Sandy, S.Kp.G., MDSc., bersama Prayudha Benni Setiawan, S.Kp.G., M.P.H. dari Program Studi Higiene Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Hasilnya membuka mata: konsumsi karbohidrat yang melebihi 10 persen dari total energi harian meningkatkan risiko gigi berlubang hingga 62 kali lipat dibandingkan faktor usia maupun jenis kelamin.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Camilan Setelah Sarapan: Kebiasaan Kecil, Dampak Besar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini dilaksanakan pada 2016 dengan metode potong lintang (<em>cross-sectional<\/em>). Sampel dipilih secara <em>purposive sampling<\/em> dari 100 anak, lalu disaring hingga 74 anak yang memenuhi kriteria inklusi. Ibu dari masing-masing anak juga dilibatkan untuk mengisi kuesioner <em>recall<\/em> diet selama 24 jam \u2014 mencatat semua yang dimakan anak dalam sehari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data asupan gizi kemudian diolah menggunakan perangkat lunak NutriSurvey 2007, sementara status karies diperiksa dengan indeks DMF-T (Decay, Missing, Filling Teeth) \u2014 standar WHO untuk mengukur jumlah gigi yang rusak, tanggal, atau sudah ditambal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari pengamatan langsung di lapangan, peneliti menemukan pola yang konsisten: anak-anak yang sudah sarapan di rumah tetap membeli jajanan tinggi sukrosa seperti biskuit, permen, dan cokelat saat berada di sekolah. Kebiasaan ini yang mendorong total asupan karbohidrat harian mereka melampaui batas aman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasilnya memperlihatkan bahwa 89 persen dari seluruh subjek mengonsumsi karbohidrat lebih dari 10 persen dari total energi per hari. Dari kelompok ini, 92 persen mengalami karies gigi. Sebaliknya, dari anak-anak yang asupan karbohidratnya di bawah 10 persen, sebanyak 67 persen bebas karies.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Karbohidrat Menjadi &#8220;Bahan Bakar&#8221; Gigi Berlubang<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karies gigi bukan sekadar soal malas sikat gigi. Ini adalah penyakit multifaktorial \u2014 melibatkan bakteri, gigi, dan makanan secara bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karbohidrat, terutama sukrosa, adalah &#8220;bahan bakar&#8221; favorit bakteri <em>Streptococcus mutans<\/em> yang hidup di plak gigi. Bakteri ini mampu mengubah sukrosa menjadi glukan \u2014 zat yang membantu pembentukan plak gigi \u2014 sekaligus menghasilkan asam laktat melalui proses glikolisis. Asam inilah yang perlahan melarutkan lapisan email gigi hingga terbentuk lubang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi ini semakin diperparah oleh sifat gigi sulung yang secara morfologi lebih tipis dan lebih rentan dibanding gigi permanen. Ketika karies sudah menyerang satu gigi sulung, penyebarannya ke gigi lain pun lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Carbohydrate intake caused risk in dental caries in preschool children. The majority of subjects who experienced dental caries had a habit of consuming carbohydrates more than 10% of total energy in one day.&#8221; \u2014 <\/em><em>Leny Pratiwi Arie Sandy, S.Kp.G., MDSc.,<\/em> <em>&nbsp;dalam simpulan penelitian<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Monosaccharida dan disakarida \u2014 seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa \u2014 terbukti lebih bersifat kariogenik dibanding polisakarida. Ini berarti camilan manis yang terasa &#8220;kecil&#8221; justru punya potensi merusak yang lebih besar dibanding nasi yang dimakan dalam porsi besar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Angka 62 Kali: Peringatan yang Sulit Diabaikan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil uji regresi logistik dalam penelitian ini menghasilkan temuan yang cukup mengejutkan. Risiko konsumsi karbohidrat terhadap kejadian karies gigi tercatat 62 kali lebih besar dibandingkan faktor jenis kelamin maupun usia anak. Artinya, apakah anak laki-laki atau perempuan, berusia 3 atau 6 tahun, tidak terlalu menentukan \u2014 yang jauh lebih menentukan adalah apa yang mereka makan setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian sebelumnya oleh Palacios dan kolega di Puerto Rico menyebutkan angka empat kali lebih berisiko bagi anak yang mengonsumsi karbohidrat berlebih. Temuan dari Bantul ini menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi \u2014 kemungkinan mencerminkan pola konsumsi jajanan kariogenik yang lebih intens di lingkungan sekolah yang diteliti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WHO sendiri sejak 2015 telah merekomendasikan agar asupan gula bebas dibatasi di bawah 10 persen dari total energi harian. Rekomendasi ini bukan tanpa alasan \u2014 dan data dari Bantul mempertegas urgensinya, khususnya untuk anak usia prasekolah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dari Bantul untuk Seluruh Anak Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka karies 96 persen pada sampel penelitian ini bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka ada anak yang mungkin merasakan sakit gigi, sulit makan, atau terganggu tidurnya \u2014 kondisi yang pada akhirnya berdampak pada tumbuh kembang mereka secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini menegaskan bahwa intervensi paling realistis dan paling efektif dimulai dari hal sederhana: membatasi camilan manis di sekolah, mengedukasi orang tua soal bahaya karbohidrat berlebih, dan membiasakan anak makan makanan dengan kandungan gula yang terkontrol.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia mencatat lebih dari 29 juta anak dalam rentang usia 1\u20136 tahun. Jika pola konsumsi karbohidrat mereka tidak diperhatikan sejak dini, angka karies anak yang sudah tinggi ini akan terus bertumbuh seiring bertambahnya usia \u2014 dan masalah kesehatan gigi yang seharusnya bisa dicegah akan terus meninggalkan bekas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes, Hazra Alifia Muharam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Photo: Freepik<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> <\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari 74 anak usia 3\u20136 tahun yang diperiksa di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, sebanyak 96 persen ditemukan mengalami karies gigi \u2014 atau yang awam kenal sebagai gigi berlubang. Angka ini jauh melampaui target WHO yang menargetkan 90 persen anak usia lima tahun bebas karies. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of International Oral [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":21249,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[298,288,289,291,297],"class_list":["post-21248","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-2-tanpa-kelaparan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Konsumsi Karbohidrat Berlebih Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang 62 Kali Lipat pada Anak Usia Dini - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konsumsi Karbohidrat Berlebih Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang 62 Kali Lipat pada Anak Usia Dini - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dari 74 anak usia 3\u20136 tahun yang diperiksa di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, sebanyak 96 persen ditemukan mengalami karies gigi \u2014 atau yang awam kenal sebagai gigi berlubang. Angka ini jauh melampaui target WHO yang menargetkan 90 persen anak usia lima tahun bebas karies. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of International Oral [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-23T08:45:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-23T08:45:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Cuplikan-layar-2026-07-23-154117-1024x632.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"632\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Konsumsi Karbohidrat Berlebih Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang 62 Kali Lipat pada Anak Usia Dini\",\"datePublished\":\"2026-07-23T08:45:03+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-23T08:45:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\\\/\"},\"wordCount\":740,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Cuplikan-layar-2026-07-23-154117.png\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 2: Tanpa Kelaparan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\\\/\",\"name\":\"Konsumsi Karbohidrat Berlebih Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang 62 Kali Lipat pada Anak Usia Dini - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Cuplikan-layar-2026-07-23-154117.png\",\"datePublished\":\"2026-07-23T08:45:03+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-23T08:45:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Cuplikan-layar-2026-07-23-154117.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/Cuplikan-layar-2026-07-23-154117.png\",\"width\":1438,\"height\":888},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Konsumsi Karbohidrat Berlebih Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang 62 Kali Lipat pada Anak Usia Dini\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Konsumsi Karbohidrat Berlebih Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang 62 Kali Lipat pada Anak Usia Dini - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Konsumsi Karbohidrat Berlebih Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang 62 Kali Lipat pada Anak Usia Dini - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Dari 74 anak usia 3\u20136 tahun yang diperiksa di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, sebanyak 96 persen ditemukan mengalami karies gigi \u2014 atau yang awam kenal sebagai gigi berlubang. Angka ini jauh melampaui target WHO yang menargetkan 90 persen anak usia lima tahun bebas karies. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of International Oral [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-23T08:45:03+00:00","article_modified_time":"2026-07-23T08:45:05+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":632,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Cuplikan-layar-2026-07-23-154117-1024x632.png","type":"image\/png"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Konsumsi Karbohidrat Berlebih Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang 62 Kali Lipat pada Anak Usia Dini","datePublished":"2026-07-23T08:45:03+00:00","dateModified":"2026-07-23T08:45:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/"},"wordCount":740,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Cuplikan-layar-2026-07-23-154117.png","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 2: Tanpa Kelaparan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/","name":"Konsumsi Karbohidrat Berlebih Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang 62 Kali Lipat pada Anak Usia Dini - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Cuplikan-layar-2026-07-23-154117.png","datePublished":"2026-07-23T08:45:03+00:00","dateModified":"2026-07-23T08:45:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Cuplikan-layar-2026-07-23-154117.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/Cuplikan-layar-2026-07-23-154117.png","width":1438,"height":888},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/konsumsi-karbohidrat-berlebih-tingkatkan-risiko-gigi-berlubang-62-kali-lipat-pada-anak-usia-dini\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Konsumsi Karbohidrat Berlebih Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang 62 Kali Lipat pada Anak Usia Dini"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21248"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21248\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21250,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21248\/revisions\/21250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}