{"id":21239,"date":"2026-07-23T15:27:48","date_gmt":"2026-07-23T08:27:48","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=21239"},"modified":"2026-07-23T15:27:50","modified_gmt":"2026-07-23T08:27:50","slug":"sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/","title":{"rendered":"Sisi Gelap Kalsium Hidroksida dalam Perawatan Gigi"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasta kalsium hidroksida yang selama ini diandalkan dokter gigi untuk membunuh bakteri di dalam saluran akar ternyata menyimpan risiko yang selama ini luput dari perhatian klinis: semakin lama pasta itu dibiarkan di dalam saluran akar, semakin rapuh pula dinding gigi yang ditinggalkannya. Itulah inti dari penelitian <em>in vitro<\/em>\u00a0yang dilakukan Prof. drg. Diatri Nari Ratih, M.Kes., Ph.D., Sp.KG(K), dari Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian yang dipublikasikan di <em>The Indonesian Journal of Dental Research<\/em>\u00a0ini menggunakan 72 gigi premolar rahang bawah manusia yang telah dicabut, dan hasilnya cukup mengejutkan: paparan kalsium hidroksida selama 14 hingga 30 hari terbukti menurunkan kekuatan lentur dentin saluran akar secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalsium hidroksida, atau Ca(OH)\u2082, bukan bahan baru. Sudah puluhan tahun bahan ini menjadi andalan dalam perawatan endodontik, khususnya sebagai medikamen intrakanal, yaitu bahan yang ditempatkan di dalam saluran akar di antara dua kunjungan perawatan. Cara kerjanya sederhana namun efektif: ion hidroksil yang dilepaskan bahan ini menciptakan suasana basa kuat yang membunuh bakteri, sekaligus merangsang pembentukan jaringan mineral.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun justru sifat kimiawi yang membuatnya kuat melawan bakteri inilah yang kemudian menjadi soal. Dentin, lapisan keras di dalam akar gigi, tersusun dari sekitar 22 persen bahan organik, yang sebagian besar adalah kolagen tipe I. Kolagen inilah yang memberi dentin kemampuan menahan tekanan dan lenturan. Ketika kalsium hidroksida berkontak lama dengan dentin, ion hidroksil yang berdifusi melalui tubulus dentin diduga merusak matriks organik ini, memutus interaksi antara fibril kolagen dan kristal mineral yang menyusun dentin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan yang ingin dijawab Diatri Nari Ratih sederhana tapi punya implikasi klinis besar: seberapa lama kalsium hidroksida boleh dibiarkan di dalam saluran akar tanpa merusak struktur gigi secara bermakna? Untuk menjawab pertanyaan itu, 72 gigi premolar mandibula berakar tunggal yang telah dicabut dan bebas dari karies maupun retakan digunakan sebagai sampel. Setiap gigi dipotong untuk mendapatkan akar sepanjang 18 mm, lalu saluran akarnya dibersihkan dan dibentuk menggunakan teknik <em>crown-down<\/em>\u00a0dengan instrumen ProTaper.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah preparasi, gigi dibagi ke dalam tiga kelompok. Kelompok pertama diisi kalsium hidroksida yang dicampur larutan salin steril. Kelompok kedua diisi produk kalsium hidroksida komersial, UltraCal. Kelompok ketiga, sebagai kontrol, hanya diisi larutan salin. Semua gigi ditutup di bagian apeks dan mahkota menggunakan resin komposit, lalu direndam dalam saliva buatan dan disimpan dalam inkubator pada suhu 37\u00b0C, mendekati kondisi rongga mulut manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada hari ke-7, ke-14, dan ke-30, delapan gigi dari masing-masing kelompok dikeluarkan. Dentin bagian dalam saluran akar dipotong membentuk batang kecil berukuran 1&#215;1 mm dengan panjang 7 mm. Batang dentin ini kemudian diuji menggunakan <em>three-point bending test<\/em>\u00a0dengan mesin uji universal MTS untuk mengukur kekuatan lenturnya, yaitu seberapa besar gaya yang dibutuhkan untuk mematahkannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasilnya berbicara tegas. Pada hari ke-7, perbedaan kekuatan lentur antara ketiga kelompok belum cukup bermakna secara statistik. Tapi pada hari ke-14 dan ke-30, kalsium hidroksida, baik yang dicampur salin maupun produk komersial UltraCal\u00ae, sudah menurunkan kekuatan lentur dentin secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angkanya cukup mencolok. Kekuatan lentur dentin normal berada di kisaran 212,9 MPa. Pada kelompok yang diberi kalsium hidroksida campuran salin selama 30 hari, kekuatan lentur turun menjadi hanya sekitar 145,72 MPa. Artinya, ada penurunan hampir 32 persen hanya dalam satu bulan. Kelompok UltraCal\u00ae menunjukkan penurunan yang lebih moderat, sekitar 156,42 MPa pada hari ke-30, namun tetap jauh di bawah nilai normal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Paparan kalsium hidroksida selama 14 dan 30 hari dapat mengurangi kekuatan lentur dentin saluran akar secara bermakna. Semakin lama paparan, semakin besar efeknya.&#8221;<\/em><em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian simpulan yang ditarik dari data penelitian ini. Analisis statistik dua arah (two-way ANOVA) dilanjutkan dengan uji Tukey mengkonfirmasi bahwa perbedaan antar kelompok dan antar waktu perendaman memang bermakna secara statistik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu temuan menarik lainnya: kalsium hidroksida yang dicampur salin ternyata lebih merusak dibandingkan produk komersial UltraCal. Penjelasannya berkaitan dengan tegangan permukaan. Campuran kalsium hidroksida dengan salin memiliki tegangan permukaan yang lebih rendah, sehingga kemampuan penetrasinya ke dalam tubulus dentin lebih dalam. Akibatnya, efek destruktif terhadap matriks kolagen dentin pun lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini penting untuk diperhatikan dalam praktik klinis. Banyak dokter gigi yang masih mencampur sendiri kalsium hidroksida dengan salin karena lebih ekonomis. Penelitian ini menunjukkan bahwa pilihan tersebut, meskipun secara antimikroba setara, membawa risiko struktural yang lebih tinggi pada dentin akar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mekanisme kerusakan yang terjadi diduga melibatkan dua jalur. Pertama, pH tinggi akibat ion hidroksil melemahkan matriks organik dentin, termasuk mendegradasi kolagen melalui proses denaturasi dan hidrolisis. Kedua, kalsium hidroksida memfasilitasi pelepasan jaringan dari dinding dentin, yang membuat permukaan dentin lebih rentan terhadap inisiasi dan perambatan retakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Implikasi klinis dari penelitian ini cukup jelas. Paparan tujuh hari masih belum menunjukkan perbedaan bermakna dalam kekuatan lentur dentin. Ini sesuai dengan situasi klinis antar kunjungan yang umum, di mana dokter gigi biasanya menempatkan medikamen intrakanal selama satu minggu sebelum kunjungan berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, ketika jeda antar kunjungan memanjang, baik karena alasan logistik, kondisi pasien, atau keputusan klinis, risiko terhadap integritas struktural dentin meningkat nyata. Gigi yang telah menjalani perawatan saluran akar memang sudah kehilangan sebagian strukturnya akibat preparasi kanal dan kavitas akses. Melemahnya dentin akibat paparan kalsium hidroksida berkepanjangan bisa memperburuk predisposisi fraktur akar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini merekomendasikan agar penggunaan kalsium hidroksida sebagai medikamen intrakanal tidak melebihi tujuh hari. Bukan berarti bahan ini harus dihindari, justru sebaliknya. Kalsium hidroksida tetap merupakan medikamen yang efektif dan terpercaya, asal digunakan dalam rentang waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini juga membuka agenda riset lanjutan yang perlu dieksplorasi. Salah satunya adalah efek kombinasi antara kalsium hidroksida dan natrium hipoklorit (NaOCl), cairan irigasi yang kini semakin populer digunakan bersama kalsium hidroksida. Keduanya diketahui punya efek sinergistik dalam melarutkan jaringan, tapi dampak gabungannya terhadap kekuatan mekanis dentin belum sepenuhnya dipetakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan lain menyangkut pilihan kontrol. Penelitian ini menggunakan salin sebagai kontrol, namun data menunjukkan bahwa salin sendiri sudah sedikit menurunkan kekuatan lentur dentin, diduga karena efek pelarutan ion klorida. Untuk studi berikutnya, air suling mungkin merupakan kontrol yang lebih netral.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi pasien, penelitian semacam ini adalah pengingat bahwa perawatan saluran akar bukan sekadar membersihkan gigi, melainkan sebuah prosedur yang melibatkan pertimbangan biomekanikal yang kompleks. Gigi yang dirawat dengan cermat, termasuk memperhatikan durasi medikamen intrakanal, akan memiliki prognosis jangka panjang yang jauh lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis : drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes., Annisa Dwi Noviyanti<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Foto : FreePik<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasta kalsium hidroksida yang selama ini diandalkan dokter gigi untuk membunuh bakteri di dalam saluran akar ternyata menyimpan risiko yang selama ini luput dari perhatian klinis: semakin lama pasta itu dibiarkan di dalam saluran akar, semakin rapuh pula dinding gigi yang ditinggalkannya. Itulah inti dari penelitian in vitro\u00a0yang dilakukan Prof. drg. Diatri Nari Ratih, M.Kes., [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":21245,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[298,307,289,291,297],"class_list":["post-21239","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sisi Gelap Kalsium Hidroksida dalam Perawatan Gigi - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sisi Gelap Kalsium Hidroksida dalam Perawatan Gigi - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pasta kalsium hidroksida yang selama ini diandalkan dokter gigi untuk membunuh bakteri di dalam saluran akar ternyata menyimpan risiko yang selama ini luput dari perhatian klinis: semakin lama pasta itu dibiarkan di dalam saluran akar, semakin rapuh pula dinding gigi yang ditinggalkannya. Itulah inti dari penelitian in vitro\u00a0yang dilakukan Prof. drg. Diatri Nari Ratih, M.Kes., [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-23T08:27:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-23T08:27:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/kalsium-e1784795218516.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1187\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"690\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Sisi Gelap Kalsium Hidroksida dalam Perawatan Gigi\",\"datePublished\":\"2026-07-23T08:27:48+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-23T08:27:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\\\/\"},\"wordCount\":1007,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/kalsium-e1784795218516.png\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\\\/\",\"name\":\"Sisi Gelap Kalsium Hidroksida dalam Perawatan Gigi - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/kalsium-e1784795218516.png\",\"datePublished\":\"2026-07-23T08:27:48+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-23T08:27:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/kalsium-e1784795218516.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/kalsium-e1784795218516.png\",\"width\":1187,\"height\":690},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sisi Gelap Kalsium Hidroksida dalam Perawatan Gigi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sisi Gelap Kalsium Hidroksida dalam Perawatan Gigi - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sisi Gelap Kalsium Hidroksida dalam Perawatan Gigi - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Pasta kalsium hidroksida yang selama ini diandalkan dokter gigi untuk membunuh bakteri di dalam saluran akar ternyata menyimpan risiko yang selama ini luput dari perhatian klinis: semakin lama pasta itu dibiarkan di dalam saluran akar, semakin rapuh pula dinding gigi yang ditinggalkannya. Itulah inti dari penelitian in vitro\u00a0yang dilakukan Prof. drg. Diatri Nari Ratih, M.Kes., [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-23T08:27:48+00:00","article_modified_time":"2026-07-23T08:27:50+00:00","og_image":[{"width":1187,"height":690,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/kalsium-e1784795218516.png","type":"image\/png"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Sisi Gelap Kalsium Hidroksida dalam Perawatan Gigi","datePublished":"2026-07-23T08:27:48+00:00","dateModified":"2026-07-23T08:27:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/"},"wordCount":1007,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/kalsium-e1784795218516.png","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/","name":"Sisi Gelap Kalsium Hidroksida dalam Perawatan Gigi - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/kalsium-e1784795218516.png","datePublished":"2026-07-23T08:27:48+00:00","dateModified":"2026-07-23T08:27:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/kalsium-e1784795218516.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/kalsium-e1784795218516.png","width":1187,"height":690},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/sisi-gelap-kalsium-hidroksida-dalam-perawatan-gigi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sisi Gelap Kalsium Hidroksida dalam Perawatan Gigi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21239"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21239\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21247,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21239\/revisions\/21247"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}