{"id":21210,"date":"2026-07-23T15:08:23","date_gmt":"2026-07-23T08:08:23","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=21210"},"modified":"2026-07-23T15:08:26","modified_gmt":"2026-07-23T08:08:26","slug":"kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/","title":{"rendered":"Kenapa Ya Gigi Jadi Sentian Habis Ditambal? Yuk Simak Faktanya."},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasa ngilu yang muncul setelah gigi ditambal bukan sekadar efek samping biasa yang bisa diabaikan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal <em>Dental Materials<\/em>\u00a0(2007) mengungkap mekanisme di balik keluhan yang kerap dialami pasien ini. Prof. drg. Diatri Nari Ratih, M.Kes., Ph.D., Sp.KG(K) bersama koleganya dari Department of Restorative Dentistry, School of Dental Science, University of Melbourne, Australia, meneliti apa yang sebenarnya terjadi di dalam gigi selama proses penambalan dengan resin komposit, material tambal berbasis plastik yang paling banyak digunakan saat ini. Mereka menemukan bahwa setiap tahap prosedur penambalan memicu pergerakan cairan di dalam dentin dan pergeseran fisik pada tonjol gigi (cusp), dan pergerakan ini berlanjut bahkan setelah tambal selesai dipasang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dentin, lapisan keras di bawah email yang membungkus gigi. Di dalamnya terdapat jutaan saluran kecil yang disebut tubulus dentin, dan saluran-saluran itu berisi cairan. Cairan inilah yang menjadi kunci dari rasa ngilu: setiap kali cairan itu bergerak, ujung saraf di dalam gigi ikut terangsang. Fenomena ini dikenal sebagai teori hidrodinamik, dan menjadi landasan dari penelitian yang dilakukan tim ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam studi tersebut, sepuluh gigi premolar atas manusia yang sudah dicabut disiapkan dengan kavitas (lubang tambalan) MOD, lubang yang melewati permukaan mesial, oklusal, dan distal gigi, termasuk salah satu bentuk kavitas paling luas dalam praktik klinis. Setiap gigi disambungkan ke alat pengukur aliran cairan bernama Flodec, sementara sensor khusus (DCDT) ditempelkan di kedua sisi tonjol gigi untuk mendeteksi pergeseran fisik sekecil satu mikrometer. Kedua alat ini bekerja secara bersamaan, mencatat apa yang terjadi di dalam gigi saat setiap langkah penambalan dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prosedur penambalan resin komposit melibatkan beberapa langkah berurutan: pengetsaan (etching) dengan asam fosfat untuk membersihkan permukaan dentin, pembilasan dan pengeringan, pengolesan bahan bonding (perekat), lalu penyinaran untuk mengeraskan material tambal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat pengeringan dengan semburan udara, terjadi kontraksi tonjol gigi yang cepat dan cukup besar \u2014 rata-rata 4,3 mikrometer. Cairan dalam tubulus dentin bergerak ke arah luar (keluar dari gigi) dengan laju yang jauh lebih tinggi dibanding kondisi normal. Ini terjadi karena udara menguapkan cairan di permukaan tubulus, menarik cairan dari dalam ke luar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap yang menghasilkan respons paling besar adalah penyinaran untuk mengeraskan resin komposit. Saat resin mengeras, material ini menyusut \u2014 dan penyusutan ini menciptakan tegangan mekanik yang menarik tonjol gigi ke arah dalam. Kontraksi tonjol gigi rata-rata mencapai 8 mikrometer selama penyinaran, dan cairan dentin bergerak ke arah dalam (menuju pulpa atau ruang saraf gigi) dengan laju tertinggi sepanjang prosedur, yakni sekitar 22,9 nL\/detik per cm\u00b2.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Pergerakan cairan yang besar dan cepat selama restorasi, serta aliran cairan keluar yang berkepanjangan setelah penyinaran, memiliki implikasi terhadap sensitivitas pasca-operatif.&#8221; \u2014 Ratih, Palamara, dan Messer, Dental Materials\u00a0(2007)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah temuan yang paling relevan secara klinis. Sekitar satu hingga dua menit setelah penyinaran selesai, aliran cairan dentin berbalik arah, bergerak ke luar secara perlahan namun terus-menerus, dan berlangsung selama minimal 15 menit (sepanjang waktu pengamatan penelitian). Cairan ini mengalir keluar melalui celah kecil antara material tambal dan permukaan dentin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengamatan dengan Scanning Electron Microscope (SEM) mengonfirmasi keberadaan celah tersebut. Pada replika epoksi, celah antara dentin dan resin komposit terukur antara 3 hingga 20 mikrometer. Celah ini terbentuk karena penyusutan resin saat mengeras melepaskan ikatan antara material tambal dan dinding kavitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Celah itu menjadi jalur terbuka antara rongga mulut dan kompleks pulpa-dentin. Aliran cairan yang terus keluar melalui celah ini, menurut peneliti, kemungkinan besar menjadi salah satu penyebab utama kerusakan pulpa dan rasa ngilu yang dialami pasien setelah penambalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini juga menemukan bahwa hubungan antara tegangan mekanik dan pergerakan cairan dentin tidak sesederhana yang diperkirakan. Hanya pada tahap penyinaran, arah pergerakan cairan dan arah kontraksi tonjol gigi sejalan, keduanya bergerak ke dalam. Pada tahap lain, seperti pengeringan dan pasca-penyinaran, cairan dan tonjol gigi justru bergerak ke arah berlawanan. Ini menunjukkan bahwa tekanan mekanik hanyalah salah satu dari banyak faktor yang memengaruhi pergerakan cairan dentin; faktor termal, penguapan, dan osmotik turut berperan secara bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk memahami mengapa rasa ngilu pasca-penambalan terjadi, sekaligus membuka arah bagi pengembangan material tambal dan teknik restorasi yang lebih baik. Material dengan penyusutan polimerisasi lebih rendah, teknik pengeringan yang lebih lembut, dan sistem perekat yang lebih kuat secara teori dapat mengurangi pergerakan cairan yang berlebihan selama dan setelah prosedur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi pasien, pemahaman ini menegaskan bahwa rasa ngilu setelah penambalan bukan tanda kegagalan prosedur, melainkan respons biologis yang dapat diprediksi dan yang kini dapat dijelaskan secara ilmiah hingga ke tingkat mikrometer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis : drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes., Annisa Dwi Noviyanti<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Foto : FreePik<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber DOI : <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.dental.2006.11.029\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.dental.2006.11.029<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rasa ngilu yang muncul setelah gigi ditambal bukan sekadar efek samping biasa yang bisa diabaikan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Dental Materials\u00a0(2007) mengungkap mekanisme di balik keluhan yang kerap dialami pasien ini. Prof. drg. Diatri Nari Ratih, M.Kes., Ph.D., Sp.KG(K) bersama koleganya dari Department of Restorative Dentistry, School of Dental Science, University of Melbourne, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":21235,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[298,307,289,291,297],"class_list":["post-21210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kenapa Ya Gigi Jadi Sentian Habis Ditambal? Yuk Simak Faktanya. - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenapa Ya Gigi Jadi Sentian Habis Ditambal? Yuk Simak Faktanya. - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rasa ngilu yang muncul setelah gigi ditambal bukan sekadar efek samping biasa yang bisa diabaikan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Dental Materials\u00a0(2007) mengungkap mekanisme di balik keluhan yang kerap dialami pasien ini. Prof. drg. Diatri Nari Ratih, M.Kes., Ph.D., Sp.KG(K) bersama koleganya dari Department of Restorative Dentistry, School of Dental Science, University of Melbourne, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-23T08:08:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-23T08:08:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/2-e1784794022586.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"645\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Kenapa Ya Gigi Jadi Sentian Habis Ditambal? Yuk Simak Faktanya.\",\"datePublished\":\"2026-07-23T08:08:23+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-23T08:08:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\\\/\"},\"wordCount\":742,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/2-e1784794022586.png\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\\\/\",\"name\":\"Kenapa Ya Gigi Jadi Sentian Habis Ditambal? Yuk Simak Faktanya. - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/2-e1784794022586.png\",\"datePublished\":\"2026-07-23T08:08:23+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-23T08:08:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/2-e1784794022586.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/2-e1784794022586.png\",\"width\":1200,\"height\":645},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenapa Ya Gigi Jadi Sentian Habis Ditambal? Yuk Simak Faktanya.\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenapa Ya Gigi Jadi Sentian Habis Ditambal? Yuk Simak Faktanya. - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenapa Ya Gigi Jadi Sentian Habis Ditambal? Yuk Simak Faktanya. - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Rasa ngilu yang muncul setelah gigi ditambal bukan sekadar efek samping biasa yang bisa diabaikan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Dental Materials\u00a0(2007) mengungkap mekanisme di balik keluhan yang kerap dialami pasien ini. Prof. drg. Diatri Nari Ratih, M.Kes., Ph.D., Sp.KG(K) bersama koleganya dari Department of Restorative Dentistry, School of Dental Science, University of Melbourne, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-23T08:08:23+00:00","article_modified_time":"2026-07-23T08:08:26+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":645,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/2-e1784794022586.png","type":"image\/png"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Kenapa Ya Gigi Jadi Sentian Habis Ditambal? Yuk Simak Faktanya.","datePublished":"2026-07-23T08:08:23+00:00","dateModified":"2026-07-23T08:08:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/"},"wordCount":742,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/2-e1784794022586.png","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/","name":"Kenapa Ya Gigi Jadi Sentian Habis Ditambal? Yuk Simak Faktanya. - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/2-e1784794022586.png","datePublished":"2026-07-23T08:08:23+00:00","dateModified":"2026-07-23T08:08:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/2-e1784794022586.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/2-e1784794022586.png","width":1200,"height":645},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kenapa-ya-gigi-jadi-sentian-habis-ditambal-yuk-simak-faktanya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenapa Ya Gigi Jadi Sentian Habis Ditambal? Yuk Simak Faktanya."}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21210"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21237,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21210\/revisions\/21237"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}