{"id":21134,"date":"2026-07-23T09:39:28","date_gmt":"2026-07-23T02:39:28","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=21134"},"modified":"2026-07-23T09:39:30","modified_gmt":"2026-07-23T02:39:30","slug":"baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/","title":{"rendered":"Baterai Masa Depan dari Laboratorium UI: Ketika Titanat Litium Menantang Grafit"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Kabar dari laboratorium Departemen Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia ini bisa jadi kabar baik bagi industri kendaraan listrik nasional. Dr. drg. Bambang Priyono, S.U. bersama tim penelitinya berhasil menyintesis material anoda baterai lithium-ion berbasis lithium titanat (Li\u2084Ti\u2085O\u2081\u2082) menggunakan proses gabungan hidrotermal dan mekanokimia, sebuah pendekatan yang diklaim mampu menghasilkan partikel berukuran nano dengan distribusi lebih merata. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam <em>Journal of Physics: Conference Series<\/em> pada 2017, setelah dipresentasikan dalam International Conference on Energy Sciences (ICES 2016) di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan yang mendorong riset ini sederhana tapi penting: bisakah lithium titanat menggantikan grafit sebagai elektrode negatif (anoda) baterai lithium-ion, dan berapa banyak aditif konduktif yang diperlukan agar performanya optimal?<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Grafit Mulai Ditinggalkan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Grafit selama ini menjadi bahan anoda pilihan di hampir semua baterai lithium-ion komersial. Murah, kapasitas pengisian sekitar 375 mAh\/g, dan proses masuk-keluarnya ion litium terbilang stabil. Tapi grafit punya kelemahan yang sulit diabaikan: pada siklus pengisian pertama, terbentuk lapisan SEI (<em>solid electrolyte interphase<\/em>) yang mengurangi efisiensi, dan kemampuannya merespons arus tinggi terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lithium titanat menawarkan jalan lain. Struktur kristal spinelnya hampir tidak mengalami perubahan volume saat ion litium keluar-masuk, sifat yang disebut <em>zero-strain<\/em>. Artinya, baterai berbasis LTO bisa menanggung ribuan siklus pengisian tanpa kehilangan kapasitas yang berarti. Untuk aplikasi kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian cepat berulang, ini bukan keunggulan kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalahnya, LTO punya konduktivitas listrik yang rendah, hanya sekitar 10\u207b\u2079 S\/cm. Angka ini jauh dari ideal untuk aplikasi arus tinggi. Di sinilah penelitian Bambang Priyono dan tim masuk: menambahkan <em>acetylene black<\/em> (AB), serbuk karbon konduktif, sebagai aditif untuk mendongkrak konduktivitas elektrode.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Proses Sintesis dan Uji Kinerja<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim peneliti menyiapkan serbuk LTO melalui serangkaian proses: sol-gel untuk membentuk xerogel TiO\u2082, kalsinasi pada 300\u00b0C, hidrotermal pada 120\u00b0C selama 15 jam, pencampuran mekanis dengan Li\u2082CO\u2083 menggunakan <em>high energy ball mill<\/em>, lalu sintering pada 750\u00b0C selama satu jam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasilnya dikarakterisasi menggunakan tiga metode: <em>scanning electron microscope<\/em> (SEM) untuk melihat morfologi partikel, <em>X-ray diffraction<\/em> (XRD) untuk identifikasi fase kristal, dan BET untuk mengukur luas permukaan. SEM menunjukkan distribusi partikel yang cukup homogen dengan ukuran rata-rata 0,34 mikrometer. XRD mengonfirmasi terbentuknya fase spinel LTO, meski dengan sedikit fase pengotor TiO\u2082 rutil sekitar 15%. Luas permukaan yang diukur dengan BET adalah 2,26 m\u00b2\/g.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah serbuk LTO jadi, tim merakitnya menjadi <em>half cell<\/em> berbentuk koin dengan variasi kandungan AB: 10%, 12%, dan 15% berat. Pengujian dilakukan menggunakan tiga metode elektrokimia, yaitu <em>electrochemical impedance spectroscopy<\/em> (EIS) untuk mengukur hambatan, <em>cyclic voltammetry<\/em> (CV) untuk melihat karakteristik oksidasi-reduksi, dan uji <em>charge-discharge<\/em> untuk mengevaluasi kapasitas nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Quite high capacity at the high current-rate 10C is reached at 10wt% AB, i.e: 40.91 mAh\/g&#8230; this LTO compound which could withstand under the high current rate of 10C is certainly well above the anode requirement for Indonesia electric car program which is set to be 4C.&#8221; \u2014 B. Priyono et al., Journal of Physics: Conference Series, 2017<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Lebih Banyak Aditif Bukan Berarti Lebih Baik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Temuan paling menarik dari riset ini justru bersifat kontraintuitif. Secara logika, lebih banyak AB berarti konduktivitas lebih tinggi, dan konduktivitas lebih tinggi seharusnya meningkatkan performa baterai. Kenyataannya tidak sesederhana itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memang benar bahwa konduktivitas meningkat seiring penambahan AB, dan hambatan transfer muatan (Rct) turun dari 113,09 \u03a9 pada 10% AB menjadi 27,56 \u03a9 pada 15% AB. Tapi kapasitas spesifik baterai justru menurun. Pada laju arus 10C, sampel dengan 10% AB mencatat kapasitas tertinggi: 40,91 mAh\/g. Sampel dengan 12% AB hanya 26,88 mAh\/g, dan 15% AB turun lagi ke 17,23 mAh\/g.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penjelasannya masuk akal: semakin banyak AB ditambahkan, proporsi LTO sebagai material aktif dalam elektrode justru semakin kecil. Akibatnya, meski arus lebih mudah mengalir, ada lebih sedikit &#8220;tempat&#8221; bagi ion litium untuk berinterkasi. Kapasitas pun tergerus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu hal yang konsisten di semua sampel: efisiensi Coulombik hampir mencapai 100%. Ini mengonfirmasi bahwa sifat <em>zero-strain<\/em> LTO bekerja dengan baik, tidak ada kapasitas yang &#8220;bocor&#8221; sia-sia dalam setiap siklus pengisian dan pengosongan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Relevansi untuk Program Kendaraan Listrik Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka 10C dalam pengujian baterai berarti baterai mampu dikosongkan dalam sepersepuluh jam, atau sekitar enam menit. Program kendaraan listrik Indonesia menetapkan standar minimal 4C untuk anoda. LTO dengan 10% AB dalam riset ini melampaui standar itu dengan cukup leluasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini bukan sekadar angka di atas kertas. Kendaraan listrik yang bisa diisi ulang dalam hitungan menit, bukan jam, adalah salah satu kunci adopsi massal. Dan jika material anodanya bisa dibuat dari proses yang relatif sederhana seperti yang ditunjukkan tim UI ini, ada harapan bahwa biaya produksi bisa ditekan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu, kapasitas 40,91 mAh\/g pada laju 10C masih jauh di bawah nilai teoritis LTO sebesar 175 mAh\/g. Masih ada ruang besar untuk perbaikan, baik dari sisi kemurnian sintesis, ukuran partikel, maupun komposisi elektrode. Tapi arah risetnya sudah terbuka: lithium titanat bukan lagi sekadar alternatif di atas kertas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: Drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes, Hazra Alifia Muharam <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Photo: Freepik<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber DOI: <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1088\/1742-6596\/877\/1\/012052\">https:\/\/doi.org\/10.1088\/1742-6596\/877\/1\/012052<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabar dari laboratorium Departemen Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia ini bisa jadi kabar baik bagi industri kendaraan listrik nasional. Dr. drg. Bambang Priyono, S.U. bersama tim penelitinya berhasil menyintesis material anoda baterai lithium-ion berbasis lithium titanat (Li\u2084Ti\u2085O\u2081\u2082) menggunakan proses gabungan hidrotermal dan mekanokimia, sebuah pendekatan yang diklaim mampu menghasilkan partikel berukuran nano dengan distribusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":21141,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[303,307,289,295,297],"class_list":["post-21134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-13-aksi-iklim","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-7-energi-yang-terjangkau-dan-bersih","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Baterai Masa Depan dari Laboratorium UI: Ketika Titanat Litium Menantang Grafit - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Baterai Masa Depan dari Laboratorium UI: Ketika Titanat Litium Menantang Grafit - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kabar dari laboratorium Departemen Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia ini bisa jadi kabar baik bagi industri kendaraan listrik nasional. Dr. drg. Bambang Priyono, S.U. bersama tim penelitinya berhasil menyintesis material anoda baterai lithium-ion berbasis lithium titanat (Li\u2084Ti\u2085O\u2081\u2082) menggunakan proses gabungan hidrotermal dan mekanokimia, sebuah pendekatan yang diklaim mampu menghasilkan partikel berukuran nano dengan distribusi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-23T02:39:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-23T02:39:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/close-up-view-flour-grey-kitchen-top-scaled-e1784774263689.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1070\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Baterai Masa Depan dari Laboratorium UI: Ketika Titanat Litium Menantang Grafit\",\"datePublished\":\"2026-07-23T02:39:28+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-23T02:39:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\\\/\"},\"wordCount\":785,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/close-up-view-flour-grey-kitchen-top-scaled-e1784774263689.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 13: Aksi Iklim\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 7: Energi yang Terjangkau dan Bersih\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\\\/\",\"name\":\"Baterai Masa Depan dari Laboratorium UI: Ketika Titanat Litium Menantang Grafit - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/close-up-view-flour-grey-kitchen-top-scaled-e1784774263689.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-23T02:39:28+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-23T02:39:30+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/close-up-view-flour-grey-kitchen-top-scaled-e1784774263689.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/close-up-view-flour-grey-kitchen-top-scaled-e1784774263689.jpg\",\"width\":1900,\"height\":1070},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Baterai Masa Depan dari Laboratorium UI: Ketika Titanat Litium Menantang Grafit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Baterai Masa Depan dari Laboratorium UI: Ketika Titanat Litium Menantang Grafit - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Baterai Masa Depan dari Laboratorium UI: Ketika Titanat Litium Menantang Grafit - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Kabar dari laboratorium Departemen Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia ini bisa jadi kabar baik bagi industri kendaraan listrik nasional. Dr. drg. Bambang Priyono, S.U. bersama tim penelitinya berhasil menyintesis material anoda baterai lithium-ion berbasis lithium titanat (Li\u2084Ti\u2085O\u2081\u2082) menggunakan proses gabungan hidrotermal dan mekanokimia, sebuah pendekatan yang diklaim mampu menghasilkan partikel berukuran nano dengan distribusi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-23T02:39:28+00:00","article_modified_time":"2026-07-23T02:39:30+00:00","og_image":[{"width":1900,"height":1070,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/close-up-view-flour-grey-kitchen-top-scaled-e1784774263689.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Baterai Masa Depan dari Laboratorium UI: Ketika Titanat Litium Menantang Grafit","datePublished":"2026-07-23T02:39:28+00:00","dateModified":"2026-07-23T02:39:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/"},"wordCount":785,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/close-up-view-flour-grey-kitchen-top-scaled-e1784774263689.jpg","keywords":["SDG 13: Aksi Iklim","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 7: Energi yang Terjangkau dan Bersih","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/","name":"Baterai Masa Depan dari Laboratorium UI: Ketika Titanat Litium Menantang Grafit - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/close-up-view-flour-grey-kitchen-top-scaled-e1784774263689.jpg","datePublished":"2026-07-23T02:39:28+00:00","dateModified":"2026-07-23T02:39:30+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/close-up-view-flour-grey-kitchen-top-scaled-e1784774263689.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/close-up-view-flour-grey-kitchen-top-scaled-e1784774263689.jpg","width":1900,"height":1070},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/baterai-masa-depan-dari-laboratorium-ui-ketika-titanat-litium-menantang-grafit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Baterai Masa Depan dari Laboratorium UI: Ketika Titanat Litium Menantang Grafit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21134"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21134\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21142,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21134\/revisions\/21142"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}