{"id":20914,"date":"2026-07-21T12:07:01","date_gmt":"2026-07-21T05:07:01","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20914"},"modified":"2026-07-21T12:07:03","modified_gmt":"2026-07-21T05:07:03","slug":"kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/","title":{"rendered":"Kulit Manggis Melawan Pemutih Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bayangkan ini: seorang pasien baru saja menyelesaikan perawatan bleaching untuk memutihkan giginya, lalu datang ke klinik ortodonsia dengan semangat ingin memasang kawat gigi. Namun dokternya harus memberikan kabar yang kurang menyenangkan \u2014 bracket kawat gigi kemungkinan tidak akan merekat sempurna jika dipasang segera setelah pemutihan. Pasien itu pun harus menunggu berminggu-minggu, bahkan hingga tiga minggu, sebelum perawatan ortodonti bisa dimulai.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persoalan ini bukan hal sepele. Jumlah pasien yang datang dengan riwayat bleaching sebelum menjalani perawatan ortodonti terus meningkat. Dan selama ini, solusi yang tersedia terbatas: menunggu, atau menggunakan antioksidan sintetis seperti sodium ascorbate. Kini, sebuah penelitian dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada menawarkan alternatif yang tidak terduga \u2014 ekstrak kulit manggis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ketika Pemutih Gigi Menjadi Penghalang Bracket<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses bleaching bekerja dengan melepaskan hidrogen peroksida ke permukaan enamel. Senyawa ini memang ampuh mengangkat noda, tetapi meninggalkan residu oksigen reaktif yang menjadi masalah bagi prosedur bonding. Oksigen sisa itu menghambat polimerisasi resin perekat bracket, sehingga kekuatan rekat atau <em>shear bond strength<\/em> (SBS) menurun drastis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam penelitian yang dipublikasikan di <em>Dental Press Journal of Orthodontics<\/em> (2018), tim peneliti yang terdiri dari drg. Ananto Ali Alhasyimi, Prof. Dr. drg. Pinandi Sri Pudyani, SU., Sp.Ort(K), dan drg. Ikmal Hafizi mencoba membuktikan apakah ekstrak kulit manggis bisa membalikkan kondisi tersebut. Sebanyak 150 gigi premolar pertama rahang atas yang baru dicabut untuk keperluan ortodonti digunakan sebagai spesimen. Gigi-gigi ini dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan secara acak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu kelompok dibiarkan tanpa bleaching sebagai kontrol negatif. Satu kelompok lain dibleaching tanpa perlakuan apapun setelahnya. Empat kelompok sisanya dibleaching menggunakan hidrogen peroksida 40%, kemudian diberi perlakuan antioksidan yang berbeda: sodium ascorbate 10%, serta gel ekstrak kulit manggis dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 40%. Setelah perlakuan, bracket stainless steel direkatkan menggunakan resin-modified glass ionomer cement (RMGIC), lalu diuji kekuatan rekatnya menggunakan mesin uji universal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Angka yang Bicara Lebih Keras dari Dugaan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasilnya mengejutkan. Kelompok tanpa bleaching mencatat SBS tertinggi, yakni 8,19 \u00b1 2,26 MPa. Sementara kelompok yang dibleaching tanpa perlakuan apapun hanya mencapai 4,57 \u00b1 1,49 MPa \u2014 jauh di bawah ambang klinis yang direkomendasikan, yaitu 6 hingga 8 MPa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang menarik: kelompok yang diberi gel ekstrak kulit manggis 40% mencatat SBS sebesar 7,93 \u00b1 1,92 MPa. Angka ini tidak hanya melampaui kelompok sodium ascorbate (6,19 \u00b1 1,82 MPa), tetapi secara statistik tidak berbeda bermakna dibandingkan kelompok gigi yang tidak pernah dibleaching sama sekali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik antara kelompok tanpa bleaching dan kelompok yang diberi perlakuan ekstrak kulit manggis 10%, 20%, maupun 40%,&#8221; tulis para peneliti dalam laporannya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, ekstrak kulit manggis pada konsentrasi yang cukup mampu memulihkan kekuatan rekat bracket hingga mendekati kondisi gigi yang belum pernah diputihkan sama sekali.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Senyawa Xanthone di Balik Kulit yang Sering Dibuang<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa kulit manggis bekerja demikian efektif? Jawabannya terletak pada kandungan senyawa bioaktifnya. Kulit buah <em>Garcinia mangostana<\/em> L. kaya akan xanthone, terutama alpha-mangostin yang dikenal sebagai antioksidan kuat. Senyawa ini bekerja dengan cara menetralisasi radikal bebas oksigen reaktif yang tersisa setelah bleaching, termasuk hydroxyl, superoxide, dan peroxyl, dengan cara mendonasikan atom hidrogen atau elektron.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, kulit manggis mengandung epicatechin, senyawa polifenol yang dikenal sebagai penangkap radikal bebas yang lebih baik dibandingkan banyak antioksidan komersial. Kombinasi inilah yang membuat efektivitasnya melampaui sodium ascorbate sintetis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi klinis, penelitian ini juga menganalisis <em>Adhesive Remnant Index<\/em> (ARI) \u2014 indeks yang mengukur berapa banyak sisa perekat yang tertinggal di permukaan gigi setelah bracket dilepas. Pada kelompok manggis 20% dan 40%, kegagalan ikatan lebih banyak terjadi di antarmuka enamel-adhesif, bukan di antarmuka bracket-adhesif. Ini menguntungkan secara klinis karena sisa perekat yang lebih sedikit berarti proses pembersihan gigi setelah pelepasan bracket menjadi lebih mudah dan cepat, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan enamel.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menunggu Tiga Minggu Mungkin Bukan Satu-satunya Pilihan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini membuka percakapan baru dalam praktik ortodonti modern. Selama ini, dokter gigi harus meminta pasien menunggu satu hingga tiga minggu setelah bleaching sebelum bracket bisa dipasang, waktu yang terasa lama bagi pasien yang sudah antusias memulai perawatan. Penggunaan antioksidan alami seperti ekstrak kulit manggis berpotensi mempersingkat atau bahkan meniadakan masa tunggu itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu saja, para peneliti menegaskan bahwa diperlukan studi klinis lanjutan sebelum ekstrak kulit manggis bisa diterapkan secara rutin dalam praktik sehari-hari. Namun temuan ini memberi sinyal yang cukup kuat: buah tropis yang selama ini lebih dikenal kulitnya sebagai limbah ternyata menyimpan potensi yang belum sepenuhnya dijelajahi oleh dunia kedokteran gigi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kulit yang sering dibuang itu, rupanya, sedang menunggu giliran untuk diakui.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber DOI : <a href=\"http:\/\/: https:\/\/doi.org\/10.1590\/2177-6709.23.5.058-064.oar\">http:\/\/: https:\/\/doi.org\/10.1590\/2177-6709.23.5.058-064.oar<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis : Nanda Ayu , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Foto : Freepik <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan ini: seorang pasien baru saja menyelesaikan perawatan bleaching untuk memutihkan giginya, lalu datang ke klinik ortodonsia dengan semangat ingin memasang kawat gigi. Namun dokternya harus memberikan kabar yang kurang menyenangkan \u2014 bracket kawat gigi kemungkinan tidak akan merekat sempurna jika dipasang segera setelah pemutihan. Pasien itu pun harus menunggu berminggu-minggu, bahkan hingga tiga minggu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20916,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136,322,329,318,316,321],"tags":[302,305,307,289,297],"class_list":["post-20914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","category-sdg-12","category-sdg-15","category-sdg-17","category-sdg-3","category-sdg-9","tag-sdg-12-konsumsi-dan-produksi-yang-bertanggung-jawab","tag-sdg-15-kehidupan-di-darat","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kulit Manggis Melawan Pemutih Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kulit Manggis Melawan Pemutih Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bayangkan ini: seorang pasien baru saja menyelesaikan perawatan bleaching untuk memutihkan giginya, lalu datang ke klinik ortodonsia dengan semangat ingin memasang kawat gigi. Namun dokternya harus memberikan kabar yang kurang menyenangkan \u2014 bracket kawat gigi kemungkinan tidak akan merekat sempurna jika dipasang segera setelah pemutihan. Pasien itu pun harus menunggu berminggu-minggu, bahkan hingga tiga minggu, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-21T05:07:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-21T05:07:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/fresh-mangosteen-white-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1708\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Kulit Manggis Melawan Pemutih Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM\",\"datePublished\":\"2026-07-21T05:07:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-21T05:07:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/\"},\"wordCount\":722,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/fresh-mangosteen-white-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab\",\"SDG 15: Kehidupan di Darat\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\",\"SDG 12\",\"SDG 15\",\"SDG 17\",\"SDG 3\",\"SDG 9\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/\",\"name\":\"Kulit Manggis Melawan Pemutih Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/fresh-mangosteen-white-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-21T05:07:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-21T05:07:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/fresh-mangosteen-white-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/fresh-mangosteen-white-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1708,\"caption\":\"fresh mangosteen on white background\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kulit Manggis Melawan Pemutih Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kulit Manggis Melawan Pemutih Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kulit Manggis Melawan Pemutih Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Bayangkan ini: seorang pasien baru saja menyelesaikan perawatan bleaching untuk memutihkan giginya, lalu datang ke klinik ortodonsia dengan semangat ingin memasang kawat gigi. Namun dokternya harus memberikan kabar yang kurang menyenangkan \u2014 bracket kawat gigi kemungkinan tidak akan merekat sempurna jika dipasang segera setelah pemutihan. Pasien itu pun harus menunggu berminggu-minggu, bahkan hingga tiga minggu, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-21T05:07:01+00:00","article_modified_time":"2026-07-21T05:07:03+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1708,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/fresh-mangosteen-white-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Kulit Manggis Melawan Pemutih Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM","datePublished":"2026-07-21T05:07:01+00:00","dateModified":"2026-07-21T05:07:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/"},"wordCount":722,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/fresh-mangosteen-white-scaled.jpg","keywords":["SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab","SDG 15: Kehidupan di Darat","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru","SDG 12","SDG 15","SDG 17","SDG 3","SDG 9"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/","name":"Kulit Manggis Melawan Pemutih Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/fresh-mangosteen-white-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-21T05:07:01+00:00","dateModified":"2026-07-21T05:07:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/fresh-mangosteen-white-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/fresh-mangosteen-white-scaled.jpg","width":2560,"height":1708,"caption":"fresh mangosteen on white background"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/kulit-manggis-melawan-pemutih-gigi-temuan-mengejutkan-dari-laboratorium-fkg-ugm\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kulit Manggis Melawan Pemutih Gigi: Temuan Mengejutkan dari Laboratorium FKG UGM"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20914"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20918,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20914\/revisions\/20918"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}