{"id":20779,"date":"2026-07-20T11:39:08","date_gmt":"2026-07-20T04:39:08","guid":{"rendered":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/?p=20779"},"modified":"2026-07-20T11:39:10","modified_gmt":"2026-07-20T04:39:10","slug":"ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/","title":{"rendered":"Ketika Tikus Transgenik Membuka Jendela Baru Memahami Kanker Mulut"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Dari 54 tikus percobaan yang membawa gen onkogen v-H-<\/strong><strong><em>ras<\/em><\/strong><strong>, sebanyak 47 ekor mengembangkan tumor spontan \u2014 bukan pada bagian yang sedang diteliti, melainkan di tempat-tempat yang tidak terduga: rahang yang membengkak, gigi seri bawah yang patah, papiloma yang tumbuh melingkari mulut dan punggung. Temuan ini muncul dari penelitian Prof. Dr. drg. Dewi Agustina, M.D.Sc., dosen Departemen Ilmu Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, yang dipublikasikan dalam <\/strong><strong><em>Indonesian Journal of Dentistry<\/em><\/strong><strong> pada 2009.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian itu tidak semata-mata soal apa yang direncanakan. Justru yang &#8220;tidak direncanakan&#8221; itulah yang paling bercerita.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Saat Gen Onkogen Berbicara Lebih Keras dari Dugaan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Titik awal penelitian ini sederhana secara konseptual: apakah tikus transgenik yang sudah membawa gen v-H-<em>ras<\/em> akan lebih mudah mengembangkan karsinoma mukosa mulut jika diberi agen promotor seperti 4-nitroquinoline 1-oxide (4NQO) dan phorbol 12,13-didecanoate (PDD) pada langit-langit mulut mereka?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gen H-<em>ras<\/em> dipilih bukan tanpa alasan. Mutasi pada kodon 12 dan 61 gen ini telah terdeteksi pada epitel skuamosa oral mencit dan tikus yang diinduksi dengan 4NQO \u2014 menjadikannya kandidat kuat sebagai gen inisiator dalam karsinogenesis mulut. Logikanya: jika sel-sel yang sudah &#8220;terinisiasi&#8221; oleh transgene diberi agen promotor, seharusnya proses menuju displasia dan karsinoma berjalan lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasilnya mengejutkan. Setelah 24 minggu pemberian 4NQO, hanya terdapat sedikit bukti displasia epitel palatal, dan itu pun derajatnya ringan. Hanya 6 dari 106 tikus yang diberi 4NQO menunjukkan perubahan displastik, dan hanya 2 yang mencapai derajat sedang. Kelompok PDD dan PD sama sekali tidak menunjukkan displasia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Activated v-H-ras did not increase the rate of palatal mucosal carcinogenesis in the model used.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, hipotesis utama tidak terkonfirmasi. Tapi justru di sinilah ilmu pengetahuan menunjukkan wajah aslinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tumor yang Datang Tanpa Diundang<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang justru mencuri perhatian adalah kelainan-kelainan insidental yang muncul di luar area penelitian. Dari 54 tikus transgenik, 47 ekor mengembangkan satu atau lebih kelainan spontan: papiloma kutaneus di sekitar mulut, punggung, hingga daerah anal; pembesaran mandibula yang terlihat jelas secara makroskopis; fraktur gigi seri bawah yang pertama kali terdeteksi saat tikus berusia 13 hingga 17 minggu; hingga pertumbuhan jaringan lunak yang tersebar di berbagai lokasi termasuk kelenjar parotis, rongga dada, dan dasar mulut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemeriksaan histopatologi mengidentifikasi gambaran yang beragam: karsinoma sel skuamosa, limfoma, mesenchymoma maligna, bahkan satu kasus karsinoma sel skuamosa dengan konfigurasi papiler terbalik pada dasar mulut. Pembesaran mandibula memperlihatkan gambaran radiografis berupa ekspansi tulang dengan pola multilokulasi \u2014 gambaran yang mengingatkan pada tumor odontogenik agresif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu temuan yang benar-benar baru: pola fraktur gigi seri bawah yang berulang pada tikus transgenik, sementara tidak satu pun tikus kontrol mengalaminya. Secara histologis, gigi-gigi ini menunjukkan gambaran yang menyerupai dentinal dysplasia Tipe I pada manusia \u2014 suatu kondisi autosomal dominan dengan etiologi yang hingga kini belum sepenuhnya dipahami. Prof. Dewi mencatat bahwa temuan ini berpotensi membuka model hewan untuk mempelajari gangguan perkembangan dentin tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai perbandingan, dari 54 tikus kontrol (strain FVB\/N parental tanpa transgene), hanya 4 yang menunjukkan kelainan insidental \u2014 dan semuanya ringan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Ini Penting bagi Riset Kanker Mulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini dilakukan di School of Dental Science, University of Melbourne dan Ludwig Institute for Cancer Research, Victoria, Australia, dengan dukungan pendanaan dari AIDAB. Persetujuan etik diperoleh dari dua komite etik hewan di Australia. Setelah pengorbanan hewan, seluruh jaringan diproses dengan pewarnaan H&amp;E standar, dan penilaian displasia epitel palatal menggunakan modifikasi metode semikuantitatif Smith dan Pindborg.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari hasil keseluruhan, Prof. Dewi menarik kesimpulan penting: perbedaan hasil antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yang menggunakan tikus transgenik serupa kemungkinan besar disebabkan oleh perbedaan posisi insersi transgene dalam kromosom. Insersi yang berbeda dari transgene yang sama dapat menghasilkan pola kelainan yang dramatis berbeda \u2014 karena ekspresi onkogen sangat bergantung pada konteks genomik di sekitar titik insersi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih jauh, munculnya banyak kelainan spontan pada tikus transgenik dengan satu onkogen tunggal ini memunculkan pertanyaan yang belum terjawab: apakah ada onkogen lain yang aktif selain v-H-<em>ras<\/em> transgene itu sendiri? Pertanyaan ini, tulis Prof. Dewi, perlu dikonfirmasi melalui analisis onkogen pada jaringan tumor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini bukan sekadar laporan negatif tentang hipotesis yang tidak terbukti. Ia adalah pengingat bahwa dalam biologi kanker, &#8220;temuan sampingan&#8221; sering kali menyimpan pertanyaan yang lebih dalam dari pertanyaan awal yang kita bawa masuk ke laboratorium.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber DOI : &#8211;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis : Anny Anggraini , drg. Achmad Zam Zam Aghasy, M.Kes.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Foto : Pexels <\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari 54 tikus percobaan yang membawa gen onkogen v-H-ras, sebanyak 47 ekor mengembangkan tumor spontan \u2014 bukan pada bagian yang sedang diteliti, melainkan di tempat-tempat yang tidak terduga: rahang yang membengkak, gigi seri bawah yang patah, papiloma yang tumbuh melingkari mulut dan punggung. Temuan ini muncul dari penelitian Prof. Dr. drg. Dewi Agustina, M.D.Sc., dosen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":615,"featured_media":20780,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[359,136],"tags":[298,307,289,291,297],"class_list":["post-20779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita-terbaru","tag-sdg-10-mengurangi-ketidaksetaraan","tag-sdg-17-kemitraan-untuk-mencapai-tujuan","tag-sdg-3-kesehatan-dan-kesejahteraan-yang-baik","tag-sdg-4-pendidikan-berkualitas","tag-sdg-9-industri-inovasi-dan-infrastruktur"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Tikus Transgenik Membuka Jendela Baru Memahami Kanker Mulut - Fakultas Kedokteran Gigi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Tikus Transgenik Membuka Jendela Baru Memahami Kanker Mulut - Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dari 54 tikus percobaan yang membawa gen onkogen v-H-ras, sebanyak 47 ekor mengembangkan tumor spontan \u2014 bukan pada bagian yang sedang diteliti, melainkan di tempat-tempat yang tidak terduga: rahang yang membengkak, gigi seri bawah yang patah, papiloma yang tumbuh melingkari mulut dan punggung. Temuan ini muncul dari penelitian Prof. Dr. drg. Dewi Agustina, M.D.Sc., dosen [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Fakultas Kedokteran Gigi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-20T04:39:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-20T04:39:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-pixabay-159483.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1335\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"achmadzamzamaghasy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\"},\"headline\":\"Ketika Tikus Transgenik Membuka Jendela Baru Memahami Kanker Mulut\",\"datePublished\":\"2026-07-20T04:39:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-20T04:39:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\\\/\"},\"wordCount\":685,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-pixabay-159483.jpg\",\"keywords\":[\"SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan\",\"SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan\",\"SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik\",\"SDG 4: Pendidikan Berkualitas\",\"SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita Terbaru\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\\\/\",\"name\":\"Ketika Tikus Transgenik Membuka Jendela Baru Memahami Kanker Mulut - Fakultas Kedokteran Gigi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-pixabay-159483.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-20T04:39:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-20T04:39:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-pixabay-159483.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2026\\\/07\\\/pexels-pixabay-159483.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1335},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Tikus Transgenik Membuka Jendela Baru Memahami Kanker Mulut\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"description\":\"Universitas Gadjah Mada\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/30\\\/2024\\\/05\\\/Group.png\",\"width\":248,\"height\":257,\"caption\":\"Fakultas Kedokteran Gigi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/p\\\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/fkgugm\\\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@ugmfkg2266\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d\",\"name\":\"achmadzamzamaghasy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"achmadzamzamaghasy\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fkg.ugm.ac.id\\\/en\\\/author\\\/achmadzamzamaghasy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Tikus Transgenik Membuka Jendela Baru Memahami Kanker Mulut - Fakultas Kedokteran Gigi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Tikus Transgenik Membuka Jendela Baru Memahami Kanker Mulut - Fakultas Kedokteran Gigi","og_description":"Dari 54 tikus percobaan yang membawa gen onkogen v-H-ras, sebanyak 47 ekor mengembangkan tumor spontan \u2014 bukan pada bagian yang sedang diteliti, melainkan di tempat-tempat yang tidak terduga: rahang yang membengkak, gigi seri bawah yang patah, papiloma yang tumbuh melingkari mulut dan punggung. Temuan ini muncul dari penelitian Prof. Dr. drg. Dewi Agustina, M.D.Sc., dosen [&hellip;]","og_url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/","og_site_name":"Fakultas Kedokteran Gigi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","article_published_time":"2026-07-20T04:39:08+00:00","article_modified_time":"2026-07-20T04:39:10+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1335,"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-pixabay-159483.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"achmadzamzamaghasy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"achmadzamzamaghasy","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/"},"author":{"name":"achmadzamzamaghasy","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d"},"headline":"Ketika Tikus Transgenik Membuka Jendela Baru Memahami Kanker Mulut","datePublished":"2026-07-20T04:39:08+00:00","dateModified":"2026-07-20T04:39:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/"},"wordCount":685,"publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-pixabay-159483.jpg","keywords":["SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan","SDG 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan","SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik","SDG 4: Pendidikan Berkualitas","SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur"],"articleSection":["Artikel","Berita Terbaru"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/","name":"Ketika Tikus Transgenik Membuka Jendela Baru Memahami Kanker Mulut - Fakultas Kedokteran Gigi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-pixabay-159483.jpg","datePublished":"2026-07-20T04:39:08+00:00","dateModified":"2026-07-20T04:39:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/#primaryimage","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-pixabay-159483.jpg","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2026\/07\/pexels-pixabay-159483.jpg","width":2048,"height":1335},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/ketika-tikus-transgenik-membuka-jendela-baru-memahami-kanker-mulut\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Tikus Transgenik Membuka Jendela Baru Memahami Kanker Mulut"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","name":"Faculty of Dentistry","description":"Universitas Gadjah Mada","publisher":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#organization","name":"Faculty of Dentistry","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","contentUrl":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/30\/2024\/05\/Group.png","width":248,"height":257,"caption":"Fakultas Kedokteran Gigi"},"image":{"@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/p\/Fakultas-Kedokteran-Gigi-UGM-100075927681679\/","https:\/\/www.instagram.com\/fkgugm\/?igshid=MTNiYzNiMzkwZA","https:\/\/www.youtube.com\/@ugmfkg2266"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/57ad8e6d60b6af7c1d8bc07a2c12cd1d","name":"achmadzamzamaghasy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/703457fd59defa6504a99ae1c5e493d7e564bb3bac4c47b8ce9215cbfb298e36?s=96&d=mm&r=g","caption":"achmadzamzamaghasy"},"url":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/author\/achmadzamzamaghasy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20779"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20779\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20781,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20779\/revisions\/20781"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20780"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.ugm.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}